boykolot

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site


Leave a comment

Hedonisme dan Kemiskinan Struktural Yang Tak Terputus

kendaraan pejabat

Gaya hidup pejabat sudah sejak lama terbukti hedonis yang didukung dengan perundangan atau aturan, sementara kehidupan rakyat dalam cakupan wilayah kekuasaannya terabaikan. Hal itu sudah berlangsung sejak lama hingga saat ini belum juga hilang.

Belum lagi kekuasaan yang hanya menekan rakyat. Sementara orang atau kelompok yang memiliki modal (capital) diberi hormat dan jika tidak disembah (gaya feodal). Mentalitas semacam ini seakan lumrah bagi bangsa yang pernah dijajah oleh bangsa asing, semisal Spanyol Portugis, Belanda, Inggris, Jepang dan Sekutu (Amerika), bahwa bangsa yang pernah menjajah akan diikuti budayanya Atau dalam bahasa lain, bangsa terjajah akan mengikuti budaya penjajahnya, seperti dikatakan sejarawan abad ke-14 Ibn Khaldun.

Inilah yang terjadi pada bangsa ini.

freeport

Dua dunia yang sangat berbeda, seakan bangsa ini masih dalam zaman kerajaan di masa lalu. Di satu sisi mereka menikmati kemewahan dan kemudahan dan sementara rakyat yamg dipimpinnya hanya mendapatkan sisa-sisa. Ini adalah suatu keanehan yang sulit diterima akal sehat. Dan lebih  aneh lagi orang asing yang bukan warga negara Indonesia mendapatkan kemudahan dan menikmati kekayaan tanpa batas.

Untuk memahami fenomena ini logika apa yang harus kita pakai?

Nusantara, 29-4-2021

.

Advertisements


Leave a comment

Keindahan dan Bahaya Kerusakan Lingkungan

Indonesia adalah negeri yang indah. Banyak orang yang mengakuinya. Bahkan orang -orang Eropa pada abad ke 16 hingga awal abad ke-20 datang ke negeri ini, bukan hanya untuk menikmati keindahan, tapi untuk menguras rempah-rempah dan sumber alam lainnya.

Keindahan alam negeri ini masih mempesona.

Namun, dibalik keindahan itu ada ancaman kerusakan lingkungan yang parah dan membahayakan. Ancaman itu dari limbah yang dibuang korporasi asing, perusahaan setempat dan usaha individu. Ancaman kerusakan lingkungan terbesar adalah dari perusahaan besar, yang dulunya tentu kecil, berupa buangan limbah yang dibuang ke sungai. Korporasi itu ingin menguras sebanyak-banyaknya dan menghasilkan sebanyak-banyaknya pula. Untuk apa keserakahan itu diumbar?

Itulah yang terjadi dibalik keindahan alam Papua dan wilayah Indonesia lainnya. Jika ini terus dibiarkan maka akan berakibat pada kesehatan manusia dimana mereka tinggal. Bisa jadi mereka akan menjadi generasi terbelakang.

Nusantara , 4-2016

Jayawijaya, Papua

 

Raja ampat, Papua, Indonesia

 

tambang Freeport

alat berat Freeport

 


Leave a comment

Jalan Rusak, Tanpa Drainese (saluran air)

Banyak jalan rusak di Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia disebabkan tanpa drainese memadai untuk menyalurkan air hujan. Jika hujan deras dan melimpah arus air akan menggerus jalan sehingga cepat rusak. Akibat jalan rusak banyak hal terjadi.

Tapi jalan rusak tak hanya karena tanpa drainese, bisa akibat penggalian untuk kabel, pipa atau lainnya. Jalan yang sudah dibeton, atau diaspal atau dikeraskan jika digali akan berubah menjadi labil, dan apalagi jika tak dikembalikan seperti semula.

Bisa juga memang bahan yang digunakan untuk membuat jalan kurang berkualitas tak sesuai dengan beban kendaraan yang melintas.

Akibat jalan rusak banyak terjadi kecelakaan, macet, kendaraan rusak dan sebagainya. Rakyat pengguna jalan sudah bayar pajak, terutama pajak kendaraan. Tapi kendaraan besar yang mengangkut barang melebihi tonase jalan siapa yang menindak?

Nusantara, 22 April 2016

Image result for jalan rusak di jakarta


Leave a comment

Musim Kemarau dan Musim Hujan (dry season and rainy season)

Di banyak tempat Indonesia jika musim kemara banyak wilayah kekeringan untuk kebutuhan sehari-hari dan mengairi sawah, tapi ketika musim penghujan yang terjadi justru kebalikannya, terjadi banjir di banyak tempat.

Saat ini musim hujan, antara Januari sampai awal Maret 2016. Banjir mengepung warga di banyak tempat. Sawah pun kebanjiran yang bisa jadi akan mengakibatkan gagal panen, puso. Ini semua ulah siapa?

Jawabannya tentu kita bisa mengira. Adalah ulah kita sendiri. Warga banyak buang sampah di sungai atau saluran air secara sembarangan. Itu secara individual. Namun fasilitas publik tentu yang mengawasi adalah aparat pemerintah, seperti sungan atau waduk. Mengapa ketika musim kemarau waduk dan sungai tak dikeruk agar tidak dangkal.

Kebiasaan buruk warga membuang sampah sembarangan di sungai  juga menjadi faktor. Tapi faktor yang paling besar adalah akibat hutan gundul. Hutan menjadi gundul akibat ulah siapa, penguasa dan pengusaha (termasuk mafia)! Penguasa yang memberi izin dan pengusaha yang membabat atau mencukur hutan!

Nusantara, 7-3-2016


Leave a comment

Indonesia Negara Kaya yang Salah Urus (Indonesia is the Rich Country with Error Managemant)

Apakah Indonesia negara miskin akan sumber daya alam? Jawabannya tidak. Indonesia sangat kaya. Dari segi sejarah saja dapat dilihat. Mengapa banyak para penjajah perampok Barat menjarah negeri ini, mulai dari Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris, Jepang (timur) dan Amerika cs!

Untuk apa mereka datang ke wilayah Indonesia? Tak lain tak bukan, hanya untuk mengeruk dan merampok kekayaan alamnya! Untuk membangun kemegahan dan kesejahteraan negara mereka, maka di negara dimana kekayaan alam dikeruk rakyatnya sangat miskin!

Oleh karena penjajahan itu maka rakyat melawan seperti raja-raja, lalu Bung Karno dan kawan-kawan hingga merdeka 17 Agustus 1945-49. Merdeka akhirnya menjadi kenyataan setelah sekian lama berjuang. Namun, ketika Bung Karno tersingkir dari kekuasaannya, rakyat sesungguhnya masuk ke dalam penjajaha baru atau neokolonialisme, menurut istilah Bung Karno. Ini yang sulit dilawan, sebab mereka terdiri dari orang pribumi sendiri yang menghambakan diri (dijadikan budak) kepada asing!

Lihat saja kebijakan semasa Orde Baru hingga kini memiskinkan rakyat secara sistematis. Ekonomi hanya menyejahterakan kelompok kecil, asing dan aseng! Rakyat justru ditekan, diintimidasi dan dimarjinalkan oleh mesin politik budak asing!! Kekayaan alam Indonesia dikuasai asing, sekitar 80%. Sebut saja yang terbear, Freeport, Exxon, Newmont, Chevron, dll.

Jadi setelah sekian tahun merdeka (70 tahun ) apa yang diharapkan rakyat Indonesia? Kenyataan hidup yang dihadapi rakyat semakin menjauh dari cita-cita yang ditorehkan para Bapak bangsa, seperti dalam Pancasila, yakni keadilan dan kesejahteraan!

Jika para pemimpin dan elitnya bermain-main dengan masa depan bangsa ini maka siap-siaplah akan datang masa kehancuran…!

Hasil gambar untuk exxon

Nusantara, 1-7-2015

anak bangsa


1 Comment

Anak Indonesia Terlantar, Mengalami Kekerasan Pisik dan Kurang Gizi, Siapa Bertanggung jawab?

Banyak kasus penelantaran anak dan kurang gizi.  Beberapa waktu lalu ditemukan 5 orang anak di Cibubur, jawa Barat terlantar diberitakan media. Lalu menyusul di Bali, seorang anak 8 tahun Anjeline ditelantarkan, disiksa dan dibunuh, yang kasusnya sedang ditangani kepolisian Bali.

Kata ketua KPAI kasus penelantaran anak adalah ibarat gunung es. Yang terlihat hanya sedikit, namun sesungguhnya terjadi di banyak tempat.

Jika anak terlantar bisa jadi anak itu akan kekurangan gizi karena tak terurus. Tetapi kasusu kekurangan gizi bukan hanya karena tak terurus, ada juga karena orang tuanya miskin. Ini yang bangak terjadi di hampir pelosok kota dan daerah di Indonesia.

Penelantaran dan kekurangan gizi pada anak-anak Indonesia akan menjadi masalah di masa depan. Sebab, anak adalah aset bangsa yang seharusnya negara memperhatikannya dengan serius, yang bertumpu pada akar masalah.

Jika masalahnya penelantaran dan kekerasan maka harus ada edukasi bagaimana mendidik anak yang benar. Jika akar  masalahnya kemiskinan yang berakibat anak terlantar dan kurang gizi maka pemerintah harus secepatnya bagaimana menyejahterakan rakyat. Walau tak dapat dengan singkat, tapi paling tidak ada tanda-tanda dan niat baik dalam kebijakan-kebijakan yang dirasakan langsung masyarakat! Dan menyangkut soal kekerasan fisik dan non-fisik jika ada indikasi tindak kriminal maka harus diproses secara hukum!

Menyejahterakan rakyat adalah tanggung jawab pemerintah!

Puisi Dorothy mungkin mampu menggugah kita akan pentingnya perhatian terhadap anak dan masa depannya!

nusantara, 15-6-2015

(Children Learn What They Live)

Oleh : Dorothy Law Nolte
Jika anak dibesarkan dengan celaan,
ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan,
ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan,
ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan,
ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarklan dengan toleransi,
ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan dorongan,
ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian,
ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan,
ia belajar keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman,
ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan dukungan,
ia belajar menyenangi dirinya
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan,
ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.


2 Comments

Habibie: 48 Ribu Tenaga Ahli Indonesia Dipanen Negara Lain

Sebanyak 48 ribu tenaga ahli berbagai bidang yang dipersiapkan pada zaman Soeharto oleh Menristek Prof Dr BJ Habibie waktu itu, tidak diketahui lagi keberadaannya. Sebagian besar mereka saat ini bekerja di beberapa negara Eropa dan Amerika.

“15 Tahun lalu, sebanyak 48 ribu insinyur berbagai bidang seperti ahli penerbangan, kapal yang kita sekolahkan ke luar negeri itu, kemana? Tidak banyak yang diketahui sekarang ini,” kata Habibie saat menyampaikan orasi budaya di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Tamantirto, Kasihan, Bantul, DIY, Sabtu (5/2/2011).

Menurut dia, sebagian besar dari mereka yang pernah disekolahkan ke luar negeri oleh pemerintah Indonesia saat ini banyak yang bekerja di luar negeri sebagai tenaga ahli bidang pesawat terbang, perkapalan dan industri strategis lainnya.

“Kita yang menyekolahkan mereka lima belas tahun lalu, tapi negara lain yang panen. Mereka banyak yang bekerja sebagai tenaga ahli di Eropa, Amerika bahkan di Brazil,” kata mantan presiden ketiga Indonesia itu.

Habibie hadir dalam acara pembukaan rangkaian acara Milad 30 tahun UMY itu menyampaikan orasinya mengenai strategi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam persaingan global.

Menurutnya, Indonesia sebagai benua maritim dengan segala kekayaannya itu mempunyai potensi sama dengan negara seperti Amerika atau pun Eropa.

Dia mengatakan untuk membangun peradaban Indonesia masa depan harus ada sinergi antara kebudayaan, agama dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu yang harus dipersiapkan sebagai landasan yang kuat adalah pendidikan agar sumber daya manusianya menjadi berkualitas.

“Saya berkeyakinan dengan SDM berkualitas yang menguasai Iptek bersama iman dan takwa itu akan menjadikan Indonesia unggul. Tidak ada alasan lagi untuk menjadikan Indonesia unggul,” katanya.

Suami Ainun Habibie itu kemudian mencontohkan saat Indonesia mampu menciptakan pesawat terbang N250 – Gatotkaca. Pesawat itu merupakan 100 persen buatan putra-putri Indonesia, namun ternyata masih banyak orang yang meragukannya.

“Ini bukti nyata Indonesia memiliki kualitas SDM yang unggul. Tapi kemana lagi setelah itu.  Dari 48 ribu tenaga ahli kita kemudian berkurang jadi 16 ribu. Sekarang yang ahli dirgantara kurang dari 3 ribu. Bila terus turun hingga nol ini memprihatinkan,” pungkas dia.

(Yogya, 3 Juni 2001/ fb/dt)

Pada akhir acara Habibie yang mengenakan kemeja batik warna coklat itu sempat bernyanyi bersama dengan anggota paduan suara mahasiswa UMY. Dia menyanyikan lagu kenangan “Sepasang Mata Bola”.