boykolot

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site


Leave a comment

Keindahan dan Bahaya Kerusakan Lingkungan

Indonesia adalah negeri yang indah. Banyak orang yang mengakuinya. Bahkan orang -orang Eropa pada abad ke 16 hingga awal abad ke-20 datang ke negeri ini, bukan hanya untuk menikmati keindahan, tapi untuk menguras rempah-rempah dan sumber alam lainnya.

Keindahan alam negeri ini masih mempesona.

Namun, dibalik keindahan itu ada ancaman kerusakan lingkungan yang parah dan membahayakan. Ancaman itu dari limbah yang dibuang korporasi asing, perusahaan setempat dan usaha individu. Ancaman kerusakan lingkungan terbesar adalah dari perusahaan besar, yang dulunya tentu kecil, berupa buangan limbah yang dibuang ke sungai. Korporasi itu ingin menguras sebanyak-banyaknya dan menghasilkan sebanyak-banyaknya pula. Untuk apa keserakahan itu diumbar?

Itulah yang terjadi dibalik keindahan alam Papua dan wilayah Indonesia lainnya. Jika ini terus dibiarkan maka akan berakibat pada kesehatan manusia dimana mereka tinggal. Bisa jadi mereka akan menjadi generasi terbelakang.

Nusantara , 4-2016

Jayawijaya, Papua

 

Raja ampat, Papua, Indonesia

 

tambang Freeport

alat berat Freeport

 

Advertisements


Leave a comment

proxy war by freeport in indonesia?

Kronologi Pertemuan Keluarga JK dengan Bos Freeport

Asal usul Freeport mengapa melakukan eksplorasi, penambangan dan pengerukan, pengangkutan serta perampokan barang tambang di Indonesia yang semula misterius sedikit demi sedikit mulai terkuak. Mereka banyak melakuakan lobi, terutama terhadap para pejabat Orde Baru (New Order). Sebelumnya terhadap Orde Lama tak berhasil, sebab Bung Karno sangat hati-hati terhadap keinginan asing, terutama Amerika. Pada rezim Orde Baru mereka bisa masuk, setelah Bung Karno tumbang, tahun 1966-1967.

Sejak Orde Baru hingga kini asing banyak menguasai kekayaan tambang Indonesia, dengan perjanjian yang tak jelas. Ketidakjelasan ini berlanjut sebab mereka melobi dan menyuap para pejabat yang dengan mudah dibodohi kaum asing.

Kini, paska Orde Baru mereka melakukan hal sama, namun zaman telah berubah. Oleh karena itu mereka menggunakan pihak ketiga, yakni orang dalam sendiri yang memahami peta politik dan kawasan Indonesia, yang mau diajak kerja sama dan berkhianat kepada negara. Siapa mereka? Para antek asing yang sudah diberi uang atau pernah dibantu atau dibiayai asing. ‘Tidak ada makan siang gratis bukan?’

Freeport dari Amerika salah satunya, dan banyak korporasi lainnya. Melalui Presiden direkturnya, para pejabat Indonesia diadu domba, antara pejabat legislatif (DPR) dan eksekutif (menteri ESDEM), dengan menyiarkan sadapan pembicaraan ke media. Dalam rekaman yang terdiri 3 orang, PRESDIR Freeport sebagai perekam, SN, MR tak ada kesepakatan apapun, hanya seperti orang ‘ngobrol’.

Kasusnya sedang ditangani MKD (majelis kehormatan dewan) dan lemabaga lain. Namun, hingga kini belum jelas ujung pangkalnnya. SN  mendahului hasil keputusan sidang MKD. Sebagaimana banyak diberitakan di media massa.

Gaduh politk itu sengaja diciptakan agar perhatian masyarakat beralih ke kasus perseteruan para elit, dan bukannya pelanggaran Freeport  yang luar biasa, yang melakukan pengerukan, pencemaran lingkungan dengan limbah, pemiskinan dan pelanggaran konstitusi negara Indonesia (Pasal 33 UUD 1945) dan banyak lagi. Dengan politik yang kacau mereka bisa leluasa untuk memuluskan dan memetik keinginan mereka, yakni eksploitasi tambang emas, perak, tembaga untuk kemakmuran Amerika.

Jika mudah diadu domba dan tidak bersatu maka kehancuran akan menanti….

Nusantara, 14-12-2015

rujukan

dari berbagai sumber


Leave a comment

Freeport, Akankah Didiamkan Merampok Emas Indonesia untuk Kemakmuran dan Kemegahan Amerika? Tak ada kata lain, Usir!!

Data FREEPORT *

Sejak 1967 pada awal era Suharto hingga kini Freeport masih menggangsir bumi Papua, menambang emas, perak, dan tembaga. Selama hampir setengah abad itu telah muncul pelbagai masalah, terutama menyangkut jatah penerimaan negara karena kurang optimal. Masalah lain ihwal minimnya peran negara, terutama Badan Usaha Milik Negara, untuk ikut mengelola tambang dikuasai Freeport McMoran di daerah Mimika, Papua, itu.

Rupa-rupa persoalan itu mengakibatkan desakan terhadap pemerintah melakukan renegosiasi kontrak karya agar lebih menguntungkan negara dan rakyat Papua. Menurut Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (Iress) Marwan Batubara, Freeport merasa dirinya digdaya karena di bawah bendera Amerika Serikat.

Dia menjelaskan setelah Freeport McMoran menikmati keuntungan besar, mereka seperti emoh membagi keuntungan lebih banyak dengan pemerintah. Kontrak karya itu pertama kali ditandatangani pada 1967 berdasarkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan Pertambangan.

Berikutnya pada 1991 kontrak karya kedua kembali diteken dan berlaku 30 tahun mendatang, dengan opsi perpanjangan dua kali, masing-masing 10 tahun. Pemerintah sempat meminta renegosiasi kontrak karya itu. Sebab beleid baru tentang pertambangan sudah lahir, yakni Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentan Minerba.

Namun Freeport tidak mau mengubah kontrak sesuai akta itu. “Mereka mengancam bakal memperkarakan ke pengadilan arbitrase internasional. Jadi persoalannya lebih pada arogansi kekuasaan. Di sisi lain, pemimpin kita pengecut,”. Menurut Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (Iress) Marwan Batubara, Freeport merasa dirinya digdaya karena di bawah bendera Amerika Serikat.

Berdasarkan data yang dirilis Oleh PT Freeport Indonesia dan dimuat oleh BBC news, bahwa akibat kerugian yang ditimbulkan oleh karyawan PT Freeport Indonesia pada aksi mogok perharinya mencapai US$19 juta atau sekitar Rp 114 miliar per hari dengan kurs USD$ 1 = Rp. 6000.
Maka manusia awam sekalipun dapat menebak, berapa besar penghasilan PT Freeport Indonesia perhari. Artinya “kerugian” yang disampaikan sebagai akibat pemogokan dapat dibaca sebagai sebuah “Keuntungan/pemasukan” bersih PT Freeport Indonesia yang diperoleh setiap hari adalah : US $19 juta atau sekitar Rp 114 miliar dengan kurs USD$ 1 = Rp. 6000..

Coba silahkan hitung jika penghasilan Freeport perhari US$19jt atau dalam Rupiah 114 milyar dengan kurs USD$ 1 = Rp. 6000.
Lalu berapa pemasukan perbulan..??

USD$ 19.000.000 x 30 = USD$ 570.000.000 atau dalam kurs rupiah jika kurs dollar sekarang tahun 2014 USD$ 1 = Rp 11.500, Maka USD$ 570.000.000 x Rp 11.500 = Rp. 6.555.000.000 atau Rp. 6,5 Trilyun.
Berapa pemasukan Freeport pertahun..??? maka hasilnya Rp. 6,5 trilyun x 12 bulan = Rp. 78 Trilyun.

Maka coba lihat kembali ke atas hutang terbanyak indonesia pada era presiden sama2 dari MILITER yaitu Suharto dan SBY, Hutang pada era Suharto rata-rata sebesar Rp. 46 trilyun/Thn dan pada era SBY utang indonesia kepada IMF (Bank Dunia Milik AMERIKA) rata-rata sebesar Rp. 80 Trilyun/Thn.

Ini Artinya Amerika ambil kekayaan alam indonesia lewat FREEPORT, lalu uangnya dihutangkan kembali kepada indonesia dengan di bebani bunga dan masa jatuh tempo.
Kok bisa2nya mau ganyang amerika wong utangnya saja segunung, siapapun presidennya nanti akan menjadi pertaruhan berat.
Perlu presiden yang dekat dengan rakyat karena perlu kerjasama antara presiden dengan rakyat untuk melunasi semua utang tersebut, salah satunya dengan cara menarik subsidi pemerintah yang terlanjur mendarah daging membuai masyarakat indonesia sejak dulu yg mengakibatkan hutang kepada IMF sudah menjadi budaya bangsa ini seolah-olah dana tersebut seperti hibah yang berbunga, maka bersiap-siaplah masyarakat Indonesia kencangkan pinggang kuat-kuat untuk perbanyak berpuasa.

Hebaat Selamat berbahagia buat Amerika atas kecerdikannya dan selamat BERDUKA CITA buat Indonesia atas kebodohannya.

(dari berbagai sumber)


Leave a comment

Kwik Kian Gie: Pemimpin Konyol Berjiwa Budak

antek berjiwa budak

Prio Agung Wicaksono

Amerika berencana mengadakan HUT kemerdekaannya tiga hari berturut turut secara besar besaran di Anjungan Pantai Losari Makassar juga berencana latihan gabungan militer dengan Indonesia untuk perangi ISIS. Bukankah ini sebuah intervensi?

View original post 1,054 more words


2 Comments

Jalan Raya Negeri Ini Dibuat Untuk Rusak

Kesal dengan kondisi jalan raya di Indonesia yang rusak dimana-mana? Jangankan di jalan perkampungan atau jalan-jalan kecil, di jalan tol yang seharusnya mulus pun banyak yang bolong dan “jerawatan”. Sekarang, pengguna jalan tol “ikhlas” membayar uang tol bukan untuk mendapatkan kelancaran jalan, namun semata-mata untuk menghindari motor yang kian hari kian ugal-ugalan. Saya pengguna kendaraan roda empat dan juga roda dua, jadi sangat paham dengan kenyataan ini.

Ada yang menarik, sekaligus menyedihkan, yang tidak banyak diketahui tentang kenapa jalan-jalan raya di Indonesia banyak yang rusak. Penyebabnya ternyata bikin dada sesak, sekaligus geram pada pejabat-pejabat sektor pekerjaan umum dan yang terkait.

Kisahnya berawal dari obrolan santai tentang suatu proyek film dan novel dengan seorang pengusaha papan atas negeri ini di kantornya suatu siang di Jakarta Selatan. Pengusaha yang usianya masih muda ini sudah enam tahun bersahabat dengan penulis. Dia putera seorang konglomerat yang juga putera mahkota bagi imperium bisnis ayahnya yang sejak zaman Suharto sudah malang-melintang di dunia bisnis nasional.

Ketika obrolan sampai kepada hak paten dan banyaknya putera-puteri Indonesia yang cerdas dan menemukan sesuatu yang diakui dunia, dia dengan ekspresif bercerita soal seorang profesor yang pernah bekerjasama dengannya namun putus di tengah jalan.

“Dia seorang profesor dari Nusa Tenggara Barat. Namanya Prof Mkh (sengaja namanya disini disamarkan). Dia telah menemukan satu formula yang mampu memperkuat aspal sehingga aspal itu akan menjadi sangat kuat, walau diterpa hujan, banjir, panas-dingin, dan sebagainya. Suatu hari dia pergi ke seorang pejabat yang berpengaruh di instansi pekerjaan umum pusat untuk menawarkan formulanya ini. Namun pejabat tersebut menolaknya. Prof Mkh ini tidak putus semangat, dia terus mengontak para pejabat pekerjaan umum yang lainnya namun selalu saja ditolak. Akhirnya Prof Mkh berkesimpulan jika jalan raya di Indonesia memang sengaja dibuat untuk rusak, agar para pejabat tersebut setiap tahun punya proyek dan tentu saja bisa menilep anggarannya… Formula hebat Prof Mkh itu kemudian dibeli oleh Jerman dan dipatenkan disana.”

Inilah kisah di balik kenapa jalan-jalan raya, termasuk tol, di Indonesia selalu saja rusak. Kerusakan jalan di negeri ini adalah “berkah” (yang tidak halal) bagi para pejabatnya, proyek abadi setiap tahun, dan berarti pemasukan uang panas abadi sepanjang tahun ke kantungnya sendiri. Gilanya lagi, di mana-mana proyek perbaikan jalan selalu saja dilakukan menjelang musim hujan, perhatikan saja setiap tahun, sehingga belum lagi aspalnya kering, hujan sudah mengguyurnya, disertai banjir, dan rusaklah kembali jalan-jalan raya itu.

Lagi-lagi perilaku korup para pejabat negeri inilah yang telah mengakibatkan tewasnya banyak orang di jalanan selama ini. Sedih, memang. Tapi faktanya memang demikian.(rz-em)


Leave a comment

Elit, Gaduh politik dan Perampokan Kekayaan Alam oleh Freeport cs

Para elit seharusnya menyadari apa tugas mereka sebagai penyelenggara negara bahwa mereka dipilih rakyat dan dipercayakan untuk memakmurkan rakyat dan menyelematkan negara ini dari kehancuran. Namun mereka saling menyerang dan tak mau dipersalahkan, sehingga dibolak balik dan saling tumpang tindih antara salah dan benar.

Padahal negara Indonesia ini dalam ancaman! Kekayaan alam terus dikuras dan dirampok oleh para begundal asing: Freeport, Newmont, Exxon mobil, Chevron, dll. Mereka mendapat untung besar dan sementara Indonesia hanya kebagian limbah beracun dan rakyat miskin serta berakibat keracunan. Akan tumbuh generasi ideot oleh penguasa IDE-OT!!

Satu contoh saja, Freeport menghasilkan emas 14,58 ton/ hari (menurut satu sumber) jika dikalikan setahun berapa? Bukan saja hutang lunas, tapi jika dibagikan untuk penduduk 10 juta perkepala bisa lebih dan untuk biaya pendidikan dan kesejahteraan. Itu baru satu, belum nikel, tembaga, batubara, minyak, gas dll. Bukan hanya Freeport tapi ada banyak!

Ditunggu pemimpin Indonesia yang berani menasionalisasi korporasi asing yang merampok kekayaan alam Indonesia! Masihkah ada harapan bagi rakyat untuk meningkatkan tarap pendidikan dan kesejahteraan?

nusantara, 18-2-2015