boykolot

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site


Leave a comment

Menggusur Warga Kota Jakarta

Menggusur warga kota tak berdaya agaknya mudah dan murah. Tapi jika yang digusur kelompok beruang, bermodal, walau hasil ngembat uang negara (kasus BLBI) akan sulit dan biaya mahal, dan apalagi penguasa mendapat bagian (suap atau gratifikasi).

Pertanyaan yang harus dijawab adalah, mengapa masyarakat di berbagai daerah migrasi ke kota, khususnya Jakarta? Sebab selama ini pembangunan sentralistik dan monopolistik, dan belum ada keadilan ekonomi yang menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat sebagai watga negara yang sudah lama berjuang mengusir para penjajah asing, Portugis, Belanda, Belanda, Inggris, dan Sekutu (Amerika).

Jakarta adalah bagian dari Indonesia dan bukan sebaliknya.

Nusantara, 14 April 2016


2 Comments

Sisi Lain Pusat Kota Jakarta: Macet, Banjir dan Kumuh

Siapa yang tak permah pergi ke Jakarta? Dulu disebut Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia. Pernakah kota ini direncanakan menjadi ibu kota (capital city) sehingga semuanya tertata dan dapat menjadi percontohan kota-kota lain di wilayah negeri ini?

Inilah potret ketimpangan ekonomi antara pusat dan daerah yang selama ini dibiarkan bertahun-tahun. Modal dan pembangunan berputar hanya di Jakarta dan sekitarnya, sehingga orang-orang dari daerah seluruh Indonesia berduyun-duyun (migrasi) pergi ke kota. Jika dibandingkan antara pusat dan daerah, di pusat  ada orang hidup mewah dengan segala fasilitasnya di samping banyak kaum miskin kota, namun di daerah lebih parah lagi, sepertinya dibiarkan bak zaman batu. Padahal di daerah ini tempat berlimpahnya kekayaan negeri ini, di Sumatra, Kalimantan dan Papua.

Ketimpangan itu menimbulkan berbagai gejolak di daerah dengan pemberontakan, mulai dari Aceh sampai Papua, yang peristiwanya terjadi di masa lalu dan kini masih menyisakan letupan-letupan.. Namun, negara menaggapinya dengan kekerasan senjata dan bukan dengan dialog. Luka sejarah itu masih menganga belum sembuh betul. Saat ini masalahnya semakin kompleks. Akibat tumpukan masalah yang tak pernah diurai dengan tulus.

Bukankah negara seharusnya melindungi warganya dan sekaligus menyejahterakannya dan bukan malah memper-tuankan bangsa asing, para kapitalis!

macet

banjir

kumuh

dari berbagai sumber

Nusantara, 1-6-2015


Leave a comment

Kwik Kian Gie: Pemimpin Konyol Berjiwa Budak

antek berjiwa budak

Prio Agung Wicaksono

Amerika berencana mengadakan HUT kemerdekaannya tiga hari berturut turut secara besar besaran di Anjungan Pantai Losari Makassar juga berencana latihan gabungan militer dengan Indonesia untuk perangi ISIS. Bukankah ini sebuah intervensi?

View original post 1,054 more words


Leave a comment

Presiden Bank Dunia Tawarkan Utang Rp144 Triliun

Rabu, 20 Mei 2015 | 12:04 WIB
Presiden Bank Dunia Tawarkan Utang Rp144 Triliun
Presiden Jokowi menerima kunjungan Presiden Bank Dunia, Jim Young Kim, di Jakarta. (Antara/ A Wahyu)
VIVA.co.id – Presiden Kelompok Bank Dunia menawarkan pinjaman hingga US$11 miliar atau setara dengan Rp144,85 triliun untuk pendanaan baru selama tiga sampai empat tahun ke depan bagi Indonesia, yang menurut Bank Dunia menjadi negara terbesar keempat di dunia.

Dalam kunjungan pertamanya ke Indonesia sebagai Presiden Kelompok Bank Dunia, Jim Yong Kim, menawarkan dukungan Bank Dunia kepada Presiden Joko Widodo.

Seperti diketahui, Bank Dunia pertama kali membuka kantor di Jakarta pada 1968. Kantor ini adalah perwakilan pertama di luar Washington D.C yang hingga hari ini masih merupakan kantor perwakilan terbesar.

“Kelompok Bank Dunia berkomitmen untuk membangun kemitraan erat dengan Indonesia, kemitraan yang telah berlangsung selama enam dekade,” kata Kim, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Rabu 20 Mei 2015.

“Kami ingin mewujudkan salah satu komitmen pendanaan kami yang terbesar di dunia untuk Indonesia melalui kantor perwakilan Jakarta. Kami ingin berbagi dengan Indonesia akan pengetahuan global dan keahlian teknis kami di berbagai sektor seperti energi, kesehatan, pendidikan, ekonomi maritim sampai ke pelayanan masyarakat di daerah,” tambahnya.

Kim memuji pertumbuhan ekonomi Indonesia yang secara rata-rata tumbuh enam persen dalam 10 tahun terakhir.

Menurutnya, Indonesia juga telah berhasil memangkas separuh jumlah penduduk yang menderita kemiskinan ekstrem dalam 15 tahun ke angka 11,3 persen hari ini.

“Membantu 25 juta orang keluar dari kemiskinan dalam kurun waktu kurang dari satu generasi adalah sebuah pencapaian besar,” kata Kim.

Dia memaparkan, tujuan utama Kelompok Bank Dunia adalah mengakhiri kemiskinan ekstrem pada tahun 2030 dan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan dari 40 persen penduduk termiskin di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah.

Kim mengaku, telah melakukan reorganisasi Kelompok Bank Dunia dengan struktur baru yang berfokus pada upaya pengumpulan dan berbagi informasi antar negara tentang pengalaman-pengalaman terbaik di berbagai sektor.

“Kami ingin mempermudah negara-negara anggota untuk memperoleh manfaat dari kelebihan yang kami miliki: pengalaman kami yang banyak dalam bidang pembangunan, dipadu dengan dukungan finansial jangka panjang,” katanya.

Dia mengungkapkan, dari rencana pinjaman sebesar US$11 miliar tersebut, US$8 miliar akan berasal dari Bank Dunia (International Bank for Reconstruction and Development atau IBRD) dan US$3 miliar berasal dari International Finance Corporation (IFC) dan Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA).

Dia menjelaskan, angka US$8 miliar dari IBRD mencerminkan kenaikan pinjaman kepada Indonesia sebesar 25 persen dari periode empat tahun sebelumnya.

Adapun, IBRD telah memberi pinjaman kepada pemerintah negara-negara berkembang dan negara berpendapatan rendah yang layak kredit.

IFC mendanai proyek-proyek investasi, memobilisasi dana di pasar keuangan internasional dan menyediakan jasa konsultasi kepada sektor swasta dan pemerintahan. MIGA menawarkan asuransi risiko politik (garansi) kepada investor dan peminjam.

Pada hari pertama kunjungannya di Indonesia, Kim bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubawono X, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Kim juga akan mengunjungi Rekompak, proyek rekonstruksi pasca-bencana berbasis masyarakat di Yogyakarta, dan pusat pelayanan kesehatan dasar di Jawa Tengah.

Pada hari kedua kunjungannya, Kim akan mengunjungi Pelabuhan Sunda Kelapa dan Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta untuk melihat tantangan infrastruktur Indonesia. Kunjungan  Kim akan berakhir pada 22 Mei.

(Siti Nuraisyah Dewi)


1 Comment

Semut di Sebrang Lautan Tampak (ISIS) dan Gajah di Pelupuk Mata Tak Tampak (Freeport cs.)

Persoalan yang membuat miskin rakyat negeri ini dibiarkan dan tak dipersoalkan baik oleh para elit maupu tampak di media, namun masalah yang tak menggangu nasib sebuah bangsa justru ramai dibicarakan.

Sungguh aneh bangsa ini! Yang aneh jalan pikirannya adalah para elit. Bukankah ISIS atau yang disebut ‘teroris’ jauh di sana di kawasan Arab dan tak jelas asal usulnya yang hanya terdengar dari suatu media tertentu tapi menjadi masygul para petinggi? Juga mungkinkah dua negara, Iraq dan Suriah digabung dan siapa yang memiliki otoritas itu? Namun, mengapa korporasi asing yang faktanya merampok, menguras, menjajah, memperbudak negeri ini didiamkan saja?
Jika dikalkulasi kekayaan alam yang hilang itu untuk membangun dan menyejahterakan rakyatnya maka alangkah bangganya menjadi ‘bangsa Indonesia’! Tapi nyatanya kita malu menjadi bangsa Indonesia sebab para elit juga kehilanggan jati diri dan harga diri sehingga hanya mampu menekan, memarjinalkan dan menghinakan rakyatnya sendiri!!

Maka jika ada warga negara yang mencari jalannya sendiri untuk menaikkan tarap hidup selama tidak merugikan dan menghilangkan keutuhan NKRI sebaiknya direlakan saja…. Toh selama ini negara (penguasanya) tunduk dan diam ketika kekayaan alam sebagai hajat orang banyak justru dibiarkan hilang dirampok orang! Sementara rakyat hidup dalam kemiskinan.

ISIS yang tampak di media sangat biadab! Tapi siapa yang dapat mejamin jika berita itu bukan rekayasa? Mereka memang sepertinya berbahaya tapi apakah akan mengancam keutuhan negara ini? Apakah kelompok separatis di kawasan Arab itu telah merugikan negara Indonesia ini? Jika memang itu betul dilakukan separatis itu, kekerasan dan kekejian bukanlah terkait dengan ajaran agama, tapi itu politik yang menumpang pada agama! Justru ancaman yang nyata adalah ketidakjujuran para elit dalam mengelola negara yang akan membuat negara ini hancur! Aset berharga bangsa ini mereka jual dengan murah! Peraturan dan undang-undang seenaknya dibuat untuk kepentingan para kapitalis asing!

Apakah ancaman itu sejatinya hanya imajinasi, angan-angan atau paranoid, yang sengaja ditebarkan untuk menimbulkan efek ketakutan di masyarakat, sementara yang nyata dialami dan dirasakan rakyat untuk dilupakan?!

Jadi kecerdasannya dimana para elit itu?

Cerdas bukan hanya mampu menyelesaikan sekolah tingkat doktor, tapi seberapa manfaatkah kecerdasannya untuk kemajuan bangsa ini secara real dan bukan hanya tampak dalam kertas dan terutama di media (pencitraan)!! Wahai para pembesar negeri, doktor, elit atau apa pun ‘panggilan nama baiknya’ janganlah mengulang-ulang kebohongan para kapitalis untuk menghibur rakyatnya sendiri!

tentara ISIS muncul akibat ulah AS cs

warga Indonesia jadi tentara Amerika

nusantara, 0-3-2015