boykolot

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site


Leave a comment

Keindahan dan Bahaya Kerusakan Lingkungan

Indonesia adalah negeri yang indah. Banyak orang yang mengakuinya. Bahkan orang -orang Eropa pada abad ke 16 hingga awal abad ke-20 datang ke negeri ini, bukan hanya untuk menikmati keindahan, tapi untuk menguras rempah-rempah dan sumber alam lainnya.

Keindahan alam negeri ini masih mempesona.

Namun, dibalik keindahan itu ada ancaman kerusakan lingkungan yang parah dan membahayakan. Ancaman itu dari limbah yang dibuang korporasi asing, perusahaan setempat dan usaha individu. Ancaman kerusakan lingkungan terbesar adalah dari perusahaan besar, yang dulunya tentu kecil, berupa buangan limbah yang dibuang ke sungai. Korporasi itu ingin menguras sebanyak-banyaknya dan menghasilkan sebanyak-banyaknya pula. Untuk apa keserakahan itu diumbar?

Itulah yang terjadi dibalik keindahan alam Papua dan wilayah Indonesia lainnya. Jika ini terus dibiarkan maka akan berakibat pada kesehatan manusia dimana mereka tinggal. Bisa jadi mereka akan menjadi generasi terbelakang.

Nusantara , 4-2016

Jayawijaya, Papua

 

Raja ampat, Papua, Indonesia

 

tambang Freeport

alat berat Freeport

 


Leave a comment

Jalan Rusak, Tanpa Drainese (saluran air)

Banyak jalan rusak di Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia disebabkan tanpa drainese memadai untuk menyalurkan air hujan. Jika hujan deras dan melimpah arus air akan menggerus jalan sehingga cepat rusak. Akibat jalan rusak banyak hal terjadi.

Tapi jalan rusak tak hanya karena tanpa drainese, bisa akibat penggalian untuk kabel, pipa atau lainnya. Jalan yang sudah dibeton, atau diaspal atau dikeraskan jika digali akan berubah menjadi labil, dan apalagi jika tak dikembalikan seperti semula.

Bisa juga memang bahan yang digunakan untuk membuat jalan kurang berkualitas tak sesuai dengan beban kendaraan yang melintas.

Akibat jalan rusak banyak terjadi kecelakaan, macet, kendaraan rusak dan sebagainya. Rakyat pengguna jalan sudah bayar pajak, terutama pajak kendaraan. Tapi kendaraan besar yang mengangkut barang melebihi tonase jalan siapa yang menindak?

Nusantara, 22 April 2016

Image result for jalan rusak di jakarta


Leave a comment

Musim Kemarau dan Musim Hujan (dry season and rainy season)

Di banyak tempat Indonesia jika musim kemara banyak wilayah kekeringan untuk kebutuhan sehari-hari dan mengairi sawah, tapi ketika musim penghujan yang terjadi justru kebalikannya, terjadi banjir di banyak tempat.

Saat ini musim hujan, antara Januari sampai awal Maret 2016. Banjir mengepung warga di banyak tempat. Sawah pun kebanjiran yang bisa jadi akan mengakibatkan gagal panen, puso. Ini semua ulah siapa?

Jawabannya tentu kita bisa mengira. Adalah ulah kita sendiri. Warga banyak buang sampah di sungai atau saluran air secara sembarangan. Itu secara individual. Namun fasilitas publik tentu yang mengawasi adalah aparat pemerintah, seperti sungan atau waduk. Mengapa ketika musim kemarau waduk dan sungai tak dikeruk agar tidak dangkal.

Kebiasaan buruk warga membuang sampah sembarangan di sungai  juga menjadi faktor. Tapi faktor yang paling besar adalah akibat hutan gundul. Hutan menjadi gundul akibat ulah siapa, penguasa dan pengusaha (termasuk mafia)! Penguasa yang memberi izin dan pengusaha yang membabat atau mencukur hutan!

Nusantara, 7-3-2016


2 Comments

Jalan Raya Negeri Ini Dibuat Untuk Rusak

Kesal dengan kondisi jalan raya di Indonesia yang rusak dimana-mana? Jangankan di jalan perkampungan atau jalan-jalan kecil, di jalan tol yang seharusnya mulus pun banyak yang bolong dan “jerawatan”. Sekarang, pengguna jalan tol “ikhlas” membayar uang tol bukan untuk mendapatkan kelancaran jalan, namun semata-mata untuk menghindari motor yang kian hari kian ugal-ugalan. Saya pengguna kendaraan roda empat dan juga roda dua, jadi sangat paham dengan kenyataan ini.

Ada yang menarik, sekaligus menyedihkan, yang tidak banyak diketahui tentang kenapa jalan-jalan raya di Indonesia banyak yang rusak. Penyebabnya ternyata bikin dada sesak, sekaligus geram pada pejabat-pejabat sektor pekerjaan umum dan yang terkait.

Kisahnya berawal dari obrolan santai tentang suatu proyek film dan novel dengan seorang pengusaha papan atas negeri ini di kantornya suatu siang di Jakarta Selatan. Pengusaha yang usianya masih muda ini sudah enam tahun bersahabat dengan penulis. Dia putera seorang konglomerat yang juga putera mahkota bagi imperium bisnis ayahnya yang sejak zaman Suharto sudah malang-melintang di dunia bisnis nasional.

Ketika obrolan sampai kepada hak paten dan banyaknya putera-puteri Indonesia yang cerdas dan menemukan sesuatu yang diakui dunia, dia dengan ekspresif bercerita soal seorang profesor yang pernah bekerjasama dengannya namun putus di tengah jalan.

“Dia seorang profesor dari Nusa Tenggara Barat. Namanya Prof Mkh (sengaja namanya disini disamarkan). Dia telah menemukan satu formula yang mampu memperkuat aspal sehingga aspal itu akan menjadi sangat kuat, walau diterpa hujan, banjir, panas-dingin, dan sebagainya. Suatu hari dia pergi ke seorang pejabat yang berpengaruh di instansi pekerjaan umum pusat untuk menawarkan formulanya ini. Namun pejabat tersebut menolaknya. Prof Mkh ini tidak putus semangat, dia terus mengontak para pejabat pekerjaan umum yang lainnya namun selalu saja ditolak. Akhirnya Prof Mkh berkesimpulan jika jalan raya di Indonesia memang sengaja dibuat untuk rusak, agar para pejabat tersebut setiap tahun punya proyek dan tentu saja bisa menilep anggarannya… Formula hebat Prof Mkh itu kemudian dibeli oleh Jerman dan dipatenkan disana.”

Inilah kisah di balik kenapa jalan-jalan raya, termasuk tol, di Indonesia selalu saja rusak. Kerusakan jalan di negeri ini adalah “berkah” (yang tidak halal) bagi para pejabatnya, proyek abadi setiap tahun, dan berarti pemasukan uang panas abadi sepanjang tahun ke kantungnya sendiri. Gilanya lagi, di mana-mana proyek perbaikan jalan selalu saja dilakukan menjelang musim hujan, perhatikan saja setiap tahun, sehingga belum lagi aspalnya kering, hujan sudah mengguyurnya, disertai banjir, dan rusaklah kembali jalan-jalan raya itu.

Lagi-lagi perilaku korup para pejabat negeri inilah yang telah mengakibatkan tewasnya banyak orang di jalanan selama ini. Sedih, memang. Tapi faktanya memang demikian.(rz-em)


Leave a comment

Polusi Suara: Knalpot Bising Motor-Mobil Mengapa belum Dilarang?!

Polusi bukan hanya di darat, air dan udara, ternyata suara pun berpolusi. Akibat buangan kendaraan bermotor udara terkontaminasi polusi yang berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Hal ini juga efek dari tidak adanya pembatasan kendaraan bermotor, seperti di negara-negara industri, terutama negara produsen otomotif. Namun, di negara-negara berkembang menjadi pasar otomotif negara-negara produsen.

Di Indonesia polusi udara belum diminimalisasi secara signifikan, belum lagi polusi suara. Berkaitan polusi suara, terutama dari motor dan mobil berknalpot bising di beberapa daerah sudah dilarang, dan knalpot pabrik dipasang kembali. Hal itu seperti diberitakan koran Pikiran Rakyat, 28-8-2014 (h. 7), khususnya di daerah Bandung. Namun, mengapa di daerah-daerah lain belum ada larangan itu, terutama oleh yang berwenang?

Jika ada larangan serentak di semua wilayah Indonesia maka polusi suara akibat bising bisa ditekan, kalau bukan dihilangkan sama sekali. Penjual knalpot pun pada akhirnya akan berkurang dan beralih ke produk lain.

Jadi masih banyak pengendara motor-mobil dengan knalpot bising dan melaju dengan kecepatan tinggi. Padahal sudah tertera batas kecepatan, misal mak. 40 km , namun tetap saja jika tak ada sangsi dari pihak berwenang akan terus berlangsung. Dan angka kecelakaan di jalan akan terus bertambah!

Memang sepertinya selama ini sebagian orang memahami polusi hanya yang berkaitan dengan limbah di darat, air dan udara dan belum secara keseluruhan. Menjaga lingkungan agar tetap sehat adalah penting untuk kepentingan manusia sendiri. Membiarkan lingkungan tercemar akan berakibat buruk pada kesehatan manusia, dan ini ongkosnya sangat mahal.

Indonesia, 28-9-2014