boykolot

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site


Leave a comment

matinya demokrasi di dunia? (the end of democracy in the world?)

Hasil gambar untuk matinya demokrasi

Jika melihat demokrasi dalam konsep sepertinya adalah pilihan yang baik untuk membangun masyarakat yang terbuka, setara dan sejahtera. Beberapa ideologi yang lain yang lahirnya sama dari rahim Barat telah bertumbangan, paling tidak ketika dipraktekkan dalam bernegara, seperti Uni Soviet.

Era perang dingin telah berlalu.Demokrasi semakin berkembang dan dikibarkan, walau arah demokrasi dikontraol oleh Sang Adikuasa Amerika cs. Termasuk paguyuban pendukungnya, PBB (perserikatan bangsa) yang memberi stempel.

Banyak negara yang mendukung kepentingan Amerika cs demokrasinya tak diganggu, atau apapun sistem politik yang dijalankan negara selama menjadi pengikut AS akan dijamin aman. Tapi ternyata beberapa negara yang menjalankan demokrasi tak cukup dan perlu ditambah kesetiaan kepada Adikuasa Amerika, jika tak ingin demokrasinya dilenyapkan diganti dengan ‘penguasa boneka’.

Lihatlah beberapa negara yang menerapkan demokrasi, yang jelas-jelas rakyat memilih pemimpinnya melalui pemilihan umum, telah diintervensi dan bahkan ditumbangkan dengan kudeta. Sebut saja contoh beberapa, mulai Afrika Utara, termasuk Mesir dan terakhir Turki (kudeta gagal). Mereka dikudeta sebab tak sesuai dengan kepentingan negara jagoan demokrasi.

Jika begitu ceritanya jadi demokrasi itu apa artinya? Bukankah demokrasi masih berasal dari demos dan cratos, yang berarti pemerintahan rakyat?

nusantara, 18 juli 2016

warga


1 Comment

About Corporatocracy (Tentang Korporatokrasi)

“A word came to my mind: corporatocracy. I was not sure whether I had heard it before or had just invented it, but it seemed to describe perfectly the new elite who had made up their minds to attempt to role tht planet”.  John Perkins

“As corporations gain in autonomous institutional powers and become more detached from people and place, the human interest and the corporate interest increasingly diverge. It as almost as though we were being invanded by alien beings intent on colonizing our planet, reducing us to serfs, and then exluding as many of us as possible”. David Korten

“As a result of the war, corporations have been enthroned and an era of corruption in high places will follow, and the money power of the country will endeavor to prolong its reign by working upon the prejudices of the people until all wealth is aggregated in a few hands and the Republic is destroyed. I feel at this moment more anxiety for the safety of my country then even before, even in the mindst of war. God grant that my suspicians may prove groundless”. Abraham Lincoln

“They used to use the bullet or the rope… now they use the World Bank and the International Monetary Fund”. Jesse Jackson

That corporate as, Enron, WorldCom, Exxon, IBM East Europe, General Electric, Chevron, Rockwell Intrernational, etc. In Indonesia, Freeport, Exxon, Newmont, Chevron, etc.

Nusantara, 29 12-2014


Leave a comment

Kasus Penyiksaan CIA, Amerika Terapkan Standar Ganda, AS selalu mengajari negara lain bagaimana harus menghormati HAM. Kamis, 11 Desember 2014, 19:24 Adrianus Mandey Dubes Rusia untuk RI Mikhail Galuzin (Santi Dewi).

VIVAnews – Laporan yang dikeluarkan Komite Intelijen Senat Amerika Serikat (AS), tentang metode brutal yang digunakan CIA dalam menginterogasi tersangka Al-Qaeda, memperlihatkan standar ganda yang digunakan AS dalam memandang persoalan HAM.

“Mereka (AS) berusaha mengajarkan Rusia, Indonesia, dan negara-negara lain tentang bagaimana harus berprilaku, untuk menghormati HAM. Tapi jika menyangkut kepentingan mereka, semua sepenuhnya diabaikan,” kata Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Y Gazulin.

Pada konferensi pers di Jakarta, Kamis, 11 Desember 2014, Gazulin menegaskan bahwa AS termasuk dalam negara yang menandatangani Konvensi HAM PBB, yang menentang segala bentuk penyiksaan. Sehingga apa yang terjadi, memperlihatkan standar ganda AS.

Apalagi pemerintah AS telah menegaskan, bahwa tidak akan ada penyelidikan atau tuntutan hukum bagi mereka yang terlibat. Presiden AS Barack Obama, justru menyerukan agar publik melupakan kasus penyiksaan CIA.

Sikap Obama juga didukung oleh negara-negara Barat lainnya, memperlihatkan bagaimana pelanggaran HAM hanya merupakan jargon. Tuduhan pelanggaran HAM kerap jadi senjata yang digunakan AS dan para sekutunya, untuk menyerang banyak negara.

Diantaranya Libya, di mana AS dan Barat membiayai kelompok-kelompok militan pemberontak, untuk menghancurkan pemerintahan Moammar Kadhafi, yang dituding sebagai diktator dan pelanggar HAM.

Udo Ulfkotte, mantan editor surat kabar terbesar Jerman Frankfurter Allgemeine Zeitung (FAZ), mengaku pernah terlibat dalam operasi intelijen untuk menjatuhkan Kadhafi, dengan membentuk opini buruk melalui pemberitaan di media.

“Suatu hari BND (intelijen Jerman) datang ke kantor Saya Frankfurter Allgemeine Zeitung (FAZ) di Frankfurt,” ucapnya. BND dan CIA memberinya artikel yang menyudutkan Libia dan Muammar Kadhafi, yang kemudian diterbitkan atas namanya.

Isi artikel, kata Udo, adalah tentang Kadhafi berusaha membuat sebuah pabrik gas beracun rahasia. Sebagai media besar, artikel propaganda hasil rekayasa yang diterbitkan FAZ dengan muda tersebar ke seluruh dunia dua hari kemudian.

Sebelumnya, Direktur eksekutif HRW Kenneth Roth menyerukan adanya akuntabilitas. Dia menegaskan bahwa proses pengungkapan kebenaran, harus berlanjut dengan penuntutan terhadap para pejabat yang bertanggungjawab.

Jika tidak, maka penyiksaan akan tetap menjadi pilihan kebijakan untuk presiden AS selanjutnya. “Itu (laporan) membuka isu akuntabilitas,” kata Alberto Mora, yang merupakan penasihat Angkatan Laut AS dalam pemerintahan Presiden George W Bush.

Mora mengatakan, secara politik sulit berpikir bahwa Bush dan para pejabat AS lainnya akan dapat dituntut. Satu-satunya yang pernah dituntut atas brutalitas CIA, adalah warga sipil David Passaro, kontraktor CIA yang divonis pada 2006, terkait kematian seorang tersangka asal Afghanistan.

Direktur eksekutif Serikat Kebebasan Sipil Amerika, Anthony Romero, mengatakan laporan Senat merupakan cetak biru untuk kemungkinan penuntutan. Menurutnya, jika Obama memberikan pengampunan secara resmi, itu mengisyaratkan bahwa penyiksaan dapat terjadi lagi.

“Apakah akan menuntut mereka yang bertanggungjawab, atau memberikan pengampunan. Anda tidak dapat berpura-pura bahwa mereka yang melanggar hukum, bukanlah para penjahat,” ujar Romero.