boykolot

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site


Leave a comment

SBY, Mafia dan Asing

Nusantara- Bangsa dan rakyat Indonesia menghadapi pemilu yang kesekian dan hingga kini kesejahteraan masih jauh dari harapan, biaya hidup semakin tinggi dan kepastian hukum makin tak tergapai.
Tanggung jawab dan kepemimpinan presiden dalam sebuah negara bukanlah sebagai simbol kedaulatan bangsa, bukan pula membangun imperium keluarga dari bisnis minyak yang tiap malam menerima pundi-pundi dollar dari ‘Oil Godfather’ dari Muhammad Riza Chalid yang sejatinya telah berlangsung sejak era Presiden Soeharto hingga SBY.

Jumlah uang yang luar biasa besar yang dikeluarkan negara untuk beli minyak impor melalui Petral ini tentu saja tidak pernah luput dari mafia-mafia minyak yg disebut-sebut menguasai dan mengendalikan Petral adalah Muhammad Riza Chalid. Riza diduga kuasai Petral selama puluhan tahun. Disamping Riza, dahulu Tommy Suharto juga disebut salah satu mafia minyak. Perusahaan Tommy diduga mark up atau titip US$ 1-3/barel.

Kita sudah tahu Tomy Suharto, tetapi siapakah Muhammad Riza Chalid ? Dia adalah WNI keturunan Arab yang dahulu dikenal dekat dengan Cendana, Riza, pria berusia 53 tahun ini disebut sebagai  PENGUASA ABADI dalam bisnis impor minyak RI. Riza disebut-sebut sebagai sosok yang rendah hati, tetapi siapapun pejabat Pertamina termasuk Dirut Pertamina akan gemetar dan tunduk jika bertemu ia.

Di Singapore, Muh Riza Chalid dijuluki “Gasoline God Father”. Lebih separuh  impor minyak RI dikuasai oleh Riza, parahnya tidak ada yang berani melawan. Dahulu Global Energy Resources, perusahaan Riza pernah diusut karena temuan penyimpangan laporan penawaran minyak impor ke Pertamina, Tetapi kasus tersebut hilang tak berbekas dan para penyidiknya diam tak bersuara. Kasus ditutup, padahal itu diduga hanya sebagian kecil saja. Global Energy Resources adalah  induk dari 5 perusahan : supreme energy, Orion Oil, Paramount Petro, straits oil dan Cosmic Petrolium yang berbasis di Spore & terdaftar di Virgin Island yang bebas pajak ke lima perusahaan mitra utama Pertamina.

Kelompok Riza cs ini juga yg diduga selalu halangi pembangunan kilang pengolahan BBM dan perbaikan kilang minyak di Indonesia, Bahkan penyelesaian PT. TPPI yg menghebohkan itu karena rugikan negara juga diduga tak terlepas dari intervensi kelompok Riza cs.

Bangsa dan rakyat ini sudah cukup lelah dengan intrik ‘muka manis’ dan episode sinetron ‘terdzalimi’ bukanlah solusi. Namun dibalik muka manis itu ada sejumlah fakta yang terkuak dari media internasional tentang dugaan kuat Susilo Bambang Yudhoyon adalah agen asing sebagaimana dituturkan Aljazeera berikut ini:
“Despite a smear campaign that includes allegations he is a CIA agent, polls show that Yudhoyono’s personal approval ratings. Asked who was their second choice to become president should their candidate not win, electors unanimously backed Yudhoyono. 

A career soldier, Yudhoyono and graduate of US military training programmes at Fort Benning, Columbus (1976 & 1982) and the Command and General Staff College at Fort Leavenworth, Texas (1991), Yudhoyono has fond memories of the US.
Informasi di atas dipaparkan Aljazeera, secara tegas menempatkan sosok Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden binaan Amerika.  Tentu saja ini bermula dari  jejak SBY dalam lajur militer. Ia, seorang prajurit karir, dan lulusan program pelatihan militer AS di Fort Benning, Columbus.
Jejak rekam SBY ini dibongkar akun twitter @TrioMacan2000.  Dalam kicauannnya, Sabtu, (20/7) di jejaring sosial itu, ia membongkar siapa sosok SBY dan menunjukkan beberapa bukti faktual tentang keterlibatannya dalam missi rahasia Amerika Serikat.
Seperti dilansir Aljazeera, SBY adalah agen Amerika yang sangat loyal bahkan dengan bangga SBY berharap bisa menjadi bagian dari Amerika. Inilah bukti keterlibatan SBY dalam aksi AS apapun di Indonesia, termasuk pembiaran pangkalan militer dan penempatan pasukan AS di Darwin.
Kondisi ini, diperoleh SBY dengan dukungan penuh Presiden George Bush pada SBY. Fakta ini makin terkuak ketika koran terbitan Singapura, Business Times edisi 10 April 2004. Koran itu mengutip sumber di pemerintahan Bush yang menyatakan bahwa AS mendukung SBY untuk membentuk koalisi yang tidak terkalahkan.
Di mata Bush, SBY adalah sosok yang kredibel mendukung kebijakan Bush soal perang melawan terorisme Islam. Koran The Asian Wall Street  Journal (AWSJ) juga menulis tajuk yang isinya senada. AWSJ menilai SBY sebagai tokoh loyalis No. 1 AS.
Kembali kepada Aljaeer, dalam situs Al http://Jazeera.Net , 4 Juli 2004, terdapat profil SBY dengan tulisan Paul Dillon bahwa SBY adalah seorang yang sangat pro AS.
Gambaran itu semakin terang benderang, ketika Paul Rowland, pimpinan National Democratic Institute for International Affairs (NDI) yangg selalu membuat jajak pendapat memenangkan SBY. Rowland mengatakan bahwa SBY “firm leader, but not an iron fist” (pemimpin yang tegas dan tidak bertangan besi).
“Pujian ini tentu berlebihan jika melihat sikap SBY yang peragu, cari aman dan tak mampu mengambil keputusan. Sikap Washington sangat hangat terhadap SBY terjadi sejak lama dan hal itu terbukti ketika ia melakukan kunjungan kerja ke AS ,” begitu kicauan @TrioMacan2000.
Fakta lain
Pada September 2003, kendati badai Isabel di ibukota AS, kunjungan kerja SBY tetap jalan. Pertemuan para petinggi AS dgn SBY tetap dilakukan. Pada kunjungan SBY ke AS tersebut, SBY mendapat perlakuan istimewa terutama oleh Asosiasi Persahabatan AS-RI  (USINDO Society).
Pada Jumat, 19 September 2003, SBY disambut meriah. Para petinggi AS seperti  Menlu Powell, Wkl Menhan Wolfowitz dan Direktur FBI Robert S. Mueller. Wolfowitz,  arsitek penjajahan AS di Irak, mengajak seluruh hadirin melakukan toast utk SBY. Capres RI dukungan dan loyalis AS sejati.
Ratusan undangan tamu VIP dan VVIP AS berdiri bersulang dengan mengangkat gelas berisi minuman beralkohol anggur dan sampanye. SBY tampak terharu  menerima penghormatan ini dengan anggukan kepala tanda terima kasih. Hatinya berbunga2 penuh bahagia … . “Saya berada di sini hari ini utk menegaskan lg solidaritas Indonesia – USA dalam koalisi global melawan terorisme Islam dunia,” tutur SBY
Seperti kita tahu, komitmen pemerintahan Bush yang pro Israel, dilanjutkan Obama terhadap SBY itu ternyata tak sebatas retorika belaka. Menurut Senator Paul Findley, kedua organisasi ini merupakan dua organisasi lobi Yahudi yang paling berpengaruh di Gedung Putih. Sumbangan dana seperti ini memang diumumkan di AS sehingga  sebagian mahasiswa Indonesia di sana dengan mudah mendapatkan informasi.
Di Jakarta, kini telah berdiri pula Indonesian-Israeli Public Affairs Committee (IIPAC) yang dipimpin agen Mossad, Benjamin Ketang. Benjamin Ketang adalah mantan aktivis PMII yang mendapatkan beasiwa ke Israel atas jasa Abdurahman Wahid alias Gus Dur. Dan Benjamin Ketang jadi WN Israel. Padahal sebelumnya dia adalah WNI.
Kantor IIPAC pimpinan agen Mossad, Benjamin Ketang yang sebelumnya di ITC cempaka putih kini pindah ke Jl Sudirman. Mossad juga yang diduga memberikan jaminan kepada SBY untuk membantu menangkan kembali PD di pemilu dan Pilpres 2014.
“Kalau besok akun twitter ini lenyap atau disuspend selama2nya, kami harap Anda dapat mengerti siapa pelakunya,” celoteh @TrioMacan2000.
Apa kompensasi yang diminta Mossad terhadap jaminan bantuan kemenangan PD di pilpres dan pemilu 2014 itu ? Papua Merdeka ? PKS ? Islam ?
“Akankah kita ucapkan selamat datang Papua Merdeka? Aceh Merdeka? Melayu Raya? Semoga tidak. Semoga Allah melindungi NKRI. Aamiin Ya Robbal ‘Alamin,” ungkap akun yang penuh kontroversi mengakhiri celotehannya.
Pada titik yang lain, Profesor Ilmu Politik Universitas Northwestern, Jeffrey Winters mengatakan bahwa SBY Tak Bikin AS Pusing. Adalah fakta bahwa Amerika Serikat dan negara-negara Barat menyukai SBY karena selama berkuasa SBY tak pernah membuat pusing mereka dan memainkan agenda barat dengan sangat baik.
.
“Saya rasa AS dan negara Barat senang pada SBY justru karena dia mediocre. Dia tidak membuat Amerika pusing dan dia itu good boy,” ujarnya kepada wartawan. Sementara itu menurut beberapa sumber SBY dengan kebijakan pencitraannya berusaha menampilkan kewarganegaraan dan rasa nasionalismenya terhadap rakyat Indonesia. Padahal sangat bertolak belakang dengan pernyataannya ketika Hal itu dikaitkan dengan SBY saat bertandang ke Negeri Paman Sam pada 2004 lalu.

(dari berbagai sumber)

Advertisements


Leave a comment

Hutang Luar Negeri Indonesia Bertambah, Kapan Sejahtera?

JAKARTA JPNN- Utang asing (utang luar negeri/ULN) Indonesia terus meningkat. Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi utang asing Indonesia pada akhir Februari 2015 sebesar USD 298,9 miliar (setara Rp 3.832 triliun) atau naik 9,4 persen (yoy) jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Meskipun mengalami pertumbuhan, posisi itu lebih rendah daripada kenaikan pada Januari 2015 sebesar 10,5 persen (yoy) atau USD 299,4 miliar (Rp 3.838,4 triliun).

“Perkembangan utang luar negeri pada Februari 2015 dipengaruhi melambatnya pertumbuhan utang luar negeri sektor publik maupun sektor swasta,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara.

Dia melanjutkan, posisi ULN pada akhir Februari terdiri atas ULN sektor publik USD 134,8 miliar (45,1 persen dari total ULN) dan ULN sektor swasta USD 164,1 miliar (54,9 persen dari total ULN).

“Sementara itu, utang luar negeri sektor publik tumbuh 4,4 persen (yoy) atau lebih lambat jika dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,1 persen (yoy),” katanya.

Perlambatan tersebut, menu­rut Tirta, didorong menurunnya posisi pinjaman luar negeri pemerintah.

Pertumbuhan ULN sektor swasta juga melambat dari 14,4 persen (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 13,8 persen (yoy), terutama karena perlambatan pertumbuhan pinjaman luar negeri. Berdasar jangka waktu asal, posisi ULN Indonesia didominasi ULN berjangka panjang (85,3 persen dari total ULN).

Tirta mengungkapkan, ULN berjangka panjang pada Februari 2015 tumbuh 9,8 persen (yoy). Angka itu lebih rendah daripada pertumbuhan Januari 2015 yang tercatat 10,9 persen (yoy).


2 Comments

Ada Rakyat Yang Dituduh ISIS, Mengapa?

Pemerintahan lama telah berlalu, dan kini pemerintahan baru, tapi pendidikan dan kesejahteraan rakyat baik di kota maupun di pedesaan tetap tak berubah secara berarti!
Kehidupan rakyat yang sulit itu sebab di negeri ini yang menjadi tuan adalah orang asing, asing dari Barat dan dari Timur jauh.

Namun, kehidupan rakyat yang sulit itu bukannya justru dibantu pemerintah, malah ia menuduh rakyat macam-macam tuduhan, teroris, gabung ISIS (Islamic state of Iraq and Syria) atau lainnya yang dikaitkan dengan agama. Tuduhan itu serius tapi tanpa bukti jelas dan terang, hanya berdasarkan praduga dan bersumber dari media (asing)!
Memang negara ini telah dikuasai asing sehingga segala informasi yang dianggap dipercaya dari sumber asing! Hampir semua media menulis dengan nada yang sama. Media tak mengungkap mengapa timbul ISIS di kawasan Arab, Suriah dan Iraq? Iraq dan Suriah adalah dua negara yang berbeda, mungkinkah digabung?
Jika ditelisik dan dilihat asal-usul secara makro. Kawasan itu menjadi kacau atau kawasan perang (war area) adalah akibat ulah Amerika yang dibantu para anteknya! Jika saja AS tidak memulai membombardir Iraq, Afganistan dan kawasan lain secara semena-mena maka kawasan itu tak akan menjadi ladang pembantaian dan perang saudara! ini akibat keserakahan politik luar negeri Amerika!
AS menyerang negara Iraq dengan tuduhan tanpa dasar dan bohong! Begitupun di Afganistan dan kawasan lain.
Jadi, sebenarnya kekacauan di berbagai negara, sebenarnya akibat ulah negara-negara besar, yang intinya untuk mencari sumber alam untuk membangun dan memperkaya negara mereka!
Negara Indonesia pun (pemerintah) menjadi anteknya sehingga hanya mampu menekan, memarginalkan, melecehkan dan menghinakan rakyat dan bukan memberi pendidikan dan menyejahterakannya! Justru yang sejahtera di Indonesia adalah segelintir pejabat, asing Barat dan Timur jauh!
Menuduh rakyat gabung dan menjadi anggota ISIS adalah isu yang dimunculkan, bisa jadi untuk mengalihkan perhatian agar tak mengkritik pemerintah yang tak mampu mengelola negara, memberi penidikan yang baik dan  menyejahterakan rakyatnya!!

Nusantara, 24-3-2015
anak bangsa


1 Comment

Semut di Sebrang Lautan Tampak (ISIS) dan Gajah di Pelupuk Mata Tak Tampak (Freeport cs.)

Persoalan yang membuat miskin rakyat negeri ini dibiarkan dan tak dipersoalkan baik oleh para elit maupu tampak di media, namun masalah yang tak menggangu nasib sebuah bangsa justru ramai dibicarakan.

Sungguh aneh bangsa ini! Yang aneh jalan pikirannya adalah para elit. Bukankah ISIS atau yang disebut ‘teroris’ jauh di sana di kawasan Arab dan tak jelas asal usulnya yang hanya terdengar dari suatu media tertentu tapi menjadi masygul para petinggi? Juga mungkinkah dua negara, Iraq dan Suriah digabung dan siapa yang memiliki otoritas itu? Namun, mengapa korporasi asing yang faktanya merampok, menguras, menjajah, memperbudak negeri ini didiamkan saja?
Jika dikalkulasi kekayaan alam yang hilang itu untuk membangun dan menyejahterakan rakyatnya maka alangkah bangganya menjadi ‘bangsa Indonesia’! Tapi nyatanya kita malu menjadi bangsa Indonesia sebab para elit juga kehilanggan jati diri dan harga diri sehingga hanya mampu menekan, memarjinalkan dan menghinakan rakyatnya sendiri!!

Maka jika ada warga negara yang mencari jalannya sendiri untuk menaikkan tarap hidup selama tidak merugikan dan menghilangkan keutuhan NKRI sebaiknya direlakan saja…. Toh selama ini negara (penguasanya) tunduk dan diam ketika kekayaan alam sebagai hajat orang banyak justru dibiarkan hilang dirampok orang! Sementara rakyat hidup dalam kemiskinan.

ISIS yang tampak di media sangat biadab! Tapi siapa yang dapat mejamin jika berita itu bukan rekayasa? Mereka memang sepertinya berbahaya tapi apakah akan mengancam keutuhan negara ini? Apakah kelompok separatis di kawasan Arab itu telah merugikan negara Indonesia ini? Jika memang itu betul dilakukan separatis itu, kekerasan dan kekejian bukanlah terkait dengan ajaran agama, tapi itu politik yang menumpang pada agama! Justru ancaman yang nyata adalah ketidakjujuran para elit dalam mengelola negara yang akan membuat negara ini hancur! Aset berharga bangsa ini mereka jual dengan murah! Peraturan dan undang-undang seenaknya dibuat untuk kepentingan para kapitalis asing!

Apakah ancaman itu sejatinya hanya imajinasi, angan-angan atau paranoid, yang sengaja ditebarkan untuk menimbulkan efek ketakutan di masyarakat, sementara yang nyata dialami dan dirasakan rakyat untuk dilupakan?!

Jadi kecerdasannya dimana para elit itu?

Cerdas bukan hanya mampu menyelesaikan sekolah tingkat doktor, tapi seberapa manfaatkah kecerdasannya untuk kemajuan bangsa ini secara real dan bukan hanya tampak dalam kertas dan terutama di media (pencitraan)!! Wahai para pembesar negeri, doktor, elit atau apa pun ‘panggilan nama baiknya’ janganlah mengulang-ulang kebohongan para kapitalis untuk menghibur rakyatnya sendiri!

tentara ISIS muncul akibat ulah AS cs

warga Indonesia jadi tentara Amerika

nusantara, 0-3-2015


1 Comment

Negara Absurd (Absurd State)

 
Mungkin judulnya terlalu gelap. Tapi, ya itulah kenyataan banyak kebijakan yang sedang berlaku di negara ini.
Dirunut dari awal. Ketika negara ini masih berproses menjadi sebuah negara akibat perang, Perang Dunia II (World War 2nd), negara ini dibajak oleh kekuatan militer yang dibantu asing. Lalu doktrin-doktrin kebohongan dan palsu ditanamkan sehingga sulit untuk dibongkar dari ranah pikiran. Hingga kini persoalan masa lalu (sejarah) bangsa ini masih samar, dalam arti tidak ada buku resmi yang distempel negara. Yang ada baru tulisan-tulisan tersebar dari beberapa sejarawan Indonesia.
Dalam ekonomi, atau politik ekonomi. Selama bertahun-tahun ekonomi negara ini bertumpu pada acuan yang menurut para ekonom masuk akal dan rasional, namun rakyat secara nyata merasakan lain. Rakyat hidup dalam kekurangan dan kemiskinan! Jadi mengukur tingkat kemakmuran itu adalah ukurannya kehidupan rakyat sendiri berdasarkan kenyataan (fakta sosial) dan bukan asumsi dan apalagi asumsi ekonomi makro dari para ekonom, yang mengusung ekonomi liberal dan neoliberal. Yang acuannya biasanya WB atau IMF.
Adakah negara yang mengikuti saran dan kebijakan IMF menjadi negara sejahtera? Yang terjadi adalah menjadi negara bangkrut! Contoh Malaysia di bawah Dr. Mahatir Muhammad yang menolak saran dan tidak mengikuti IMF negaranya bukan malah terperosok krisi dan bangrut, tapi justru ekonominya menjadi sehat dan normal. Jelas, tujuan IMF bukan untuk memakmurkan negara-negara (berkembang) tapi untuk mencengkram, memeras dan membangrutkannya! Hanya ekonom dungulah yang mau mengikuti sarannya untuk memiskinkan masyarakat secara sistematis!
Juga banyak negara Latin di selatan yang menjauh dan mengenyahkan lembaga penghisap negara-negara berkembang itu!
Para ekonom Indonesia hendaknya belajar kepada Prof. M Yunus yang mau berpikir bagaimana rakyat banyak, yang tak memiliki akses ke perbankan karena sistem, terbantu dengan modal usaha. Ketika idenya diterapkan yang terjadi adalah mereka rajin menyetor kewajiban mereka untuk membayar angsuran dan tak sesuai dengan perkiraan pihak bank. Inilah ekonom yang dengan bijak menerapkan ilmunya untuk membantu orang banyak dan bukan memperkaya segelintir orang tapi di sisi lain mematikan rakyat banyak! (Idenya diapresiasi Stheven Covey)
Belum lagi bidang-bidang lain, politik, sosial dan budaya. Satu dengan yang lainnya tumapang tindih dan saling bertentangan.
Absurditas itu terus dipertahankan untuk mempermainkan harapan rakyat akan kemandirian dan kemakmuran!

Nusantara, 11-12-2014

anak bangsa


Leave a comment

Mega, Jokowi dan Asing…

https://i2.wp.com/thumbnews-e48.kxcdn.com/picture/watermark/20150218_063027/063027_72087_Jokowi_ric_dl.jpg
Dikatakan Bachtiar Nasir, bahwa Jokowi yang sekarang dielu-elukan itu, sejatinya hanya membuat musibah, bagi rakyat Indonesia, bukan membuat kehidupan menjadi lebih tenang. Tetapi, kalangan masyarakat banyak yang menjadi korban media, yang memang sudah disetting membuat berpikirnya kalangan masyarakat, berubah dan terbalik. Mereka percaya bahwa Jokowi itu, manusia suci, dan sangat ‘mumpuni’, dan akan membebaskan Indonesia dari berbagai belitan masalah. Bangsa Indonesia berulangkali menjadi korban dari  opini media, yang menggiring dan mengarahkan mereka. Seperti, ketika sesudah Soeharto lengser, media mengangkat Megawati sebagai ‘ratu’ piningit, dan akan menyelamatkan Indonesia dari krisis. Sehingga, ketika berlangsung pemilu l999, PDIP menang, dan kemudian Mega menjadi presiden. Semua itu, tak terlepas dari peranan  opini yang dibuat media massa yang ada. Karena media massa di Indonesia berada di tangan konglomerat Cina dan Zionis. Lebih dari 12 media massa, seperti telivis, surat kabar, majalah, dan radio, sebagian besar di tangan konglomerat Cina. Tetapi, sesudah Mega berkuasa, tak dapat melakukan apa-apa, dan malah menjerumuskan Indonesia, menjadi subordinasi asing. Asset negara yang sangat strategis dijual, seperti Indosat kepada Singapura. Mega memberikan ampunan kepada obligor konglomerat Cina yang sudah ngemplang dan maling dana bailout BLBI Rp,650 triliun. Di era Mega lahir UU Anti Teroris, dan sampai sekarang UU itu, digunakan oleh aparat keamanan khususnya Densus 88, mengejar para aktivis Islam, yang sudah diberi lebel sebagai ‘teroris’, dan banyak diantara mereka yang tewas, akibat tembakan oleh Densus 88. Sekalipun kasusnya tidak pernah dibuktikan secara hukum. Semua itu, berlangsung di era Megawati. Jokowi dengan dukungan konglomerat Cina yang merupakan kelompok minoritas di Indonesia berusaha mengangkangi kekuasaan, dan menggunakan kalangan ‘Muslim’ abangan yang dapat dijadikan ‘boneka’ guna merengkuh kekuasaan di Indonesia. Jokowi bukan hanya meninggalkan pejabat kafir, seperti sekarang di Solo, di mana walikota Solo dipegang oleh seorang katolik. Di DKI Jakarta, sekarang Jokowi melenggang, dan dicalonkan oleh Mega, menjadi calon presiden. Jika terpilih,maka otomatis Ahok akan menjadi gubernur. Tidak terbayangkan bagaimana jika gubernur DKI dipegang Ahok. Mega dengan keputusan mengangkat Jokowi itu, seperti memasang ‘bom waktu’ bagi Indonesia. Karena, dibelakang Jokowi sarat dengan kepentingan kelompok konglomerat Cina, Kristen, dan ditambah dengan Syi’ah. Semua itu akan menciptakan konflik horisontal bagi masa depan Indonsia. (vi) Sejarah akan membuktikan apa yang terjadi nanti, apakah Indonesia akan membaik dengan kedaulatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat atau semakin hancur?!


Leave a comment

Adi Sasono: Dikuasai Asing, Negara Indonesia Makin Hancur. Indonesia For Sales?

kemana visi nasionalisme ?

Jurnal Toddoppuli

Adi Sasono: Dikuasai Asing, Negara Indonesia Makin Hancur. Indonesia For Sales?

Rabu, 15 Jun 2011 09:44 WIB

JAKARTA, RIMANEWS – Cendekiawan Muslim, Adi Sasono, menyatakan kebijakan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono belum berpihak pada rakyat kecil. Terbukti, penguasaan ekonomi dikuasi asing.

Kesejahteraan masyarakat Indonesia masih jauh dari harapan. Malahan, dari waktu ke waktu kekuatan bangsa ini terus merosot. Bagaimana tidak, hasil mineral dan tambang, kata dia, banyak diekspor. Padahal, dalam negeri sangat membutuhkannya.

“Ini karena pemerintah tergantung pihak asing,” ujar Adi dalam diskusi ‘Indonesia Kembali Menggugat’ di Megawati Institut, Rabu (15/6).

Hadir dalam diskusi tersebut Guru Besar Tata Negara Jimly Asshiddiqie, pemerhati kebangsaan Chris Siner Keytimu, dan ekonom sekaligus politisi PDI Perjuangan Sri Adiningsih.

Menurut Adi, cita-cita pendiri bangsa, Soekarno-Hatta, ingin agar Indonesia berjaya dan dipandang sebagai negara besar. Sayangnya, pemerintah kurang tepat dalam mengelola kekayaan sumber daya alam. Itu karena sumber migas dan tambang dikelola asing.

“Masyarakat tak menikmati kekayaan…

View original post 5,321 more words