boykolot

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site


Leave a comment

teman kita berucap apa

Jika seseorang dianggap teman maka apa yang ia katakan akan kita terima dengan senang hati, tak peduli kata yang ia ucapkan itu baik, buruk, atau tak sopan dan dengan nada apapun. Tapi jika seseorang sudah bukan dianggap teman kata-kata baik pun kadang disalahartikan dan apalagi jika kata-kata itu tak sopan atau kata orang disebut “songong“.

Memang, sebaiknya kita jangan memandang siapa berbicara tapi apa yang diucapkannnya. Namun, hal itu sering kali tidak berlaku dalam keseharian. Baik itu dalam masyarakat umum maupun dalam komunikasi dunia politik.

Kata-kata yang jelas dan terang tidak sopan diucapkan dimuka umum sudah pasti dianggat tak etis. Tapi akan dianggap biasa ketika yang mengucapkan seseorang yang dianggap teman kita.

Orang diluar sana memakai pepatah, “undzur maa qaala wa laa tandzur man qaala” *lihatlah apa yang diucapkan dan jangan lihat siapa yang mengucapkan. Tapi kenyataannya sulit hal itu kita terima, atau mungkin oleh sebagian kita.

Jadi itulah kenyataan yang terjadi dalam masyarakat kita secara umum dan dalam dunia politik. Tentu ada orang yang masih memegang teguh prinsip etis, antara kata dan perbuatan menyatu atau antara maksud dan ucapan sesuai.

nusantara, 31-8-2016

warga

Advertisements


3 Comments

Vietnam Mengusir Keturunan Cina Karena Rakus, Sombong, Pelit, Serakah

HANOI – Di Vietnam
meledak gerakan anti Cina. Rakyat
Vietnam sudah muak dan jijik
dengan pendatang Cina, yang
menjadi parasit, bahkan mereka
mulai mau menjajah negeri Vietnam.
Berbagai sektor mereka kuasai. Inilah
yang menjadi faktor meledaknya
gerakan anti- Cina di Vietnam yang
semakin besar.

Kondisi ini yang
mendorong Beijing bertindak cepat
menyelamatkan warganya. Lima
kapal angkut dikirim mengevakuasi
warga keturunan Cina dari negara
Asia Tenggara itu.
Sudah satu kapal yang tiba
membawa pulang tiga ribu warga
Cina di Vietnam. Satu kapal itu
diberangkatkan dari Provinsi Hainan
kemarin (18/5).

Tak hanya melalui jalur laut,
pemerintah Cina juga bergerak cepat
lewat udara. Menggunakan pesawat
carter, 16 warganya yang dalam
kondisi kritis akibat aksi kekerasan
demonstran anti-Cina diterbangkan
keluar Vietnam.

Akibat kerusuhan yang pecah
pertengahan akhir pekan lalu, dua
warga Cina tewas. Seratus lainnya
dikabarkan cedera. Beberapa insiden
kekerasan terparah terjadi di Provinsi
Ha Tinh, pantai tengah Vietnam.
Perusahaan asing, khususnya yang
dikelola warga Cina dan Taiwan,
dibakar, dijarah, serta dirusak para
demonstran.

Kemarahan mereka
dipicu oleh langkah Beijing
membangun kilang minyak dan
menyiagakan perlengkapan
pengeboran di Laut Cina Selatan yang
diklaim kedua negara sebagai
wilayah teritorialnya.
Demonstrasi yang berujung
kerusuhan itu diawali dari dibukanya
keran protes anti-Cina oleh
pemerintah Vietnam 11 Mei lalu.

Padahal, sebelumnya demonstrasi
dilarang di negeri komunis itu.
Kebijakan itu berbuntut blunder
karena demonstrasi semakin tak
terkendali dan melibatkan tokoh-
tokoh oposisi di dalam negeri
Vietnam.

Akhirnya Sabtu (17/5) pemerintah
Hanoi mengirimkan pesan berantai
kepada seluruh pengguna telepon
seluler. Isinya bahwa Perdana
Menteri Nguyen Tan Dung
memperingatkan warganya untuk
tidak terlibat dalam demonstrasi
ilegal, karena dianggap mengganggu
ketenteraman publik.
Menteri Keamanan Publik Tran Dai
Quang seperti dikutip VNA Sabtu
(17/5) menyayangkan penyerangan
terhadap warga Tionghoa di
Vietnam. Puluhan polisi juga terluka
saat berupaya mengendalikan
kemarahan massa.

Meski demikian, situasi di Laut Cina
Selatan tetap saja panas. Kedua pihak
belum memperlihatkan tanda-tanda
menarik diri untuk meredam
ketegangan. VNA melansir Cina terus
memperlihatkan agresivitasnya
dengan mengirim lebih banyak kapal
perang ke wilayah dekat pengeboran
minyak. Vietnam mendesak Cina
segera menarik fasilitas kilangnya
dari wilayah sengketa.

Nguyen Van Trunng, petugas di
Departemen Pengawas Maritim
menyatakan, Cina menempatkan 119
kapal di wilayah sengketa pada Sabtu
pagi. Armada tersebut termasuk
kapal perang, patroli laut, dan kapal
nelayan. Beberapa di antaranya
bahkan memprovokasi dengan
menabrak kapal Vietnam dan
menembakinya dengan meriam air.

Cina punya pendapat sendiri soal
pendirian sikapnya. Beijing
menyatakan, tindakannya adalah
respons dari provokasi kapal
Vietnam yang mengganggu
operasional pengeboran minyak
lepas pantai.
Beijing menyatakan telah
memberlakukan “zona pengusiran”
dengan radius tiga mil dari sekitar
kilang. Kilang itu dikelola perusahaan
migas negara CNOOC.

“Kami tidak menciptakan masalah,
tapi kami tidak takut menghadapi
masalah ini,” tegas Jenderal Fang
Fenghui, kepala staf jenderal Tentara
Pembebasan Rakyat Tiongkong (PLA),
Kamis (15/5) saat melawat ke
Amerika Serikat.

“Kalau menyangkut teritori, sikap
kami tegas. Kami tidak akan mundur
satu langkah pun,” tandas Fang.
Beijing juga menyatakan akan
meninjau ulang sejumlah kerja sama
bilateral kedua negara. Selain itu,
travel warning dikeluarkan untuk
warga Tiongkok yang akan
berkunjung ke Vietnam.

KTT ASEAN pertengahan Mei lalu juga
membahas secara khusus sengketa
wilayah di Laut China Selatan yang
melibatkan Filipina, Vietnam, Malaysia,
Brunei Darussalam, Taiwan, dan
Tiongkok tersebut.

Namun, perhimpunan bangsa Asia
Tenggara itu tidak mengambil
langkah frontal karena ingin menjaga
hubungan baik dengan Negeri Tirai
Bambu tersebut. Alhasil, tidak ada
sikap tegas dari ASEAN untuk
bernegosiasi dengan Beijing.

Cina terus melakukan langkah-
langkah agresifitasnya dan ingin
memperluas pengaruhnya militer ke
Cina Selatan. Tindakan pemerintah
Cina ini menimbulkan sentimen anti
Cina. Termasuk aksi menentang
penguasaan oleh berbagai
perusahan Cina di Vietnam.

Kondisi di Vietnam sama dengan di
Indonesia, dimana kelompok
komunitas melakukan penguasaan
terhadap sumber-sumber ekonom
Indonesia. Di mana konglomerat
Cina sudah menguasai 85 persen
ekonomi Indonesia. Kapan di
Indonesia lahir gerakan anti Cina?

(Copi paste dari tetangga, 2014)


1 Comment

Tahta, Harta dan Wanita (Power, Property and Woman)

Power tends to corrupt and absolute power corrupts absolutely.” Lord Action. Kekuasaan cenderung kepada korupsi. Kata-kata itu benar dalam politik terjadi. Ketika seseorang memiliki kekuasaan dan ia memiliki orientasi materi dan dengan materi yang melimpah maka ia akan mencari kesenangan.  Uang mereka dapatkan dengan mudah maka dalam penggunaanya juga mereka hambur-hamburkan di tempat-tempat hiburan, diskotek, cafe, hotel dan sebagainya.

Ini yang terjadi dalam pusaran politik ketiga hal itu saling berkaitan satu sama lain. Tentu ada yang lurus dan bebas dari hal itu, namun sangat jarang, dan itu tentu saja banyak pula musuh politknya.

Dimana pun itu, termasuk di negeri ini. Daftar perempuan yang dapat di’booking’ dengan tarif dari mulai puluhan juta sampai ratusan juta. Mereka dari kalangan yang tak jauh dengan dunia entertainment atau hiburan. Siapa pula pelanggan mereka? Tentu para pejabat (korup), pengusaha (hitam) dan mereka yang memiliki harta untuk dibuang-buang.

Ada juga di dunia inteljen perempuan untuk di jadikan ‘umpan’ untuk menggorek informasi dari pihak musuh. Di dunia modern sejak Revolusi Prancis, Perang Dunia II, masa Perang Dingin dsb. Siapa yang dibidik oleh ‘umpan’ ini? Tentu orang-orang yang berkuasa yang memiliki informasi penting.  Kadang agen bisa juga berperan ganda, untuk pihak sendiri dan pihak musuh, namun akibatnya ketika terbongkar perannya ia akan dieksekusi.

Sejarah telah mencatat ketiga hal itu dalam pusaran kekuasaan, dari Barat sampai Timur.

Bumi Nusantara, 13-5-2015


2 Comments

Geng Motor, Polusi Sosial: Gagalnya Pemerintah dalam Peningkatan Pendidikan dan Menyejahterakan Rakyat Miskin

Image result for geng motor

Diberitakan media massa, seperti Pikiran Rakyat 4/11/2014 polisi menangkap beberapa anggota geng motor di wilayah Cirebon. Mereka bergerombol dan melukai bahkan membunuh siapa saja yang ditemui di jalan.

Geng motor yang banyak bermunculan di berbagai kota di Indonesia sebagai polusi sosial. Hal ini bersumber dari gagalnya dalam peningkatan pendidikan  dan ketrampilan serta kesejahteraan masyarakat. Kebanyakan geng motor adalah mereka yang berpendidikan minim dan masih relatif muda usia atau usia produktif. Mereka melakukan tindak kriminal dengan berperang sesama geng motor lain atau kadang mereka menyasar siapa saja yang ditemui, ketika malam. Ini tentu tak boleh dibiarkan. Kepolisian sudah mengantisipasi dan menangkap beberapa dari mereka.

Namun, itu hanya tindakan sementara. Korban aksi kekerasan mereka sudah banyak berjatuhan: meninggal dan ada yang luka berat. Penanganan yang lebih penting adalah mengetahui akar masalah ini, mengapa kelompok semacam itu muncul? Bagaimana solusi permanen adar mereka dan kelompok sejenis tak bermunculan atau muncul di lain tempat?!

Jika akar masalah mereka terungkap, maka mungkin akan lebih mudah mencari solusi permanen meminimalisasi atau menghilangkan kelompok semacam itu.

Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla, bahwa rakyat miskin Indonesia mencapai, sekitar, 90 juta orang, bisa jadi lebih. Jika ukuran miskin menggunakan standar PBB yakni 2 dollar perhari. Ini bisa berarti pemerintah SBY telah gagal menyejahterakan rakyatnya dan tak sesuai dengan janji-janji selama masa sebelum dan ketika berkuasa! Yang kaya hanya kelompok kecildan  mereka yang memiliki modal serta dekat dengan kekuasaan.

Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya adalah sebagai pasar dengan penduduk yang berlimpah. Pasar bagi negara-negara industri. Namun, mereka bukan hanya dijadikan pasar tapi sekaligus sebagai tenaga kerja murah. Padahal produk-produk yang mereka kerjakan dijual di pasar dunia dengan harga ratusan dolar! (Lihat video John Pilger tentang Indonesia). Ketimpangan ini adalah akibat para pejabat dan elit negeri ini tak memiliki visi nasionalisme dalam pembangunan, sehingga dengan gampang mereka terjebak ke dalam pragmatisme!

Jadi masalah polusi sosial adalah dampak dari gagalnya pemerintah meningkatkan tarap pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Semoga pemimpin baru mampu berbuat lebih baik dan melunasi janji-janjinya ketika kampanye!

Indonesia, 4 Nopember 2014