boykolot

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site


Leave a comment

Musim Kemarau dan Musim Hujan (dry season and rainy season)

Di banyak tempat Indonesia jika musim kemara banyak wilayah kekeringan untuk kebutuhan sehari-hari dan mengairi sawah, tapi ketika musim penghujan yang terjadi justru kebalikannya, terjadi banjir di banyak tempat.

Saat ini musim hujan, antara Januari sampai awal Maret 2016. Banjir mengepung warga di banyak tempat. Sawah pun kebanjiran yang bisa jadi akan mengakibatkan gagal panen, puso. Ini semua ulah siapa?

Jawabannya tentu kita bisa mengira. Adalah ulah kita sendiri. Warga banyak buang sampah di sungai atau saluran air secara sembarangan. Itu secara individual. Namun fasilitas publik tentu yang mengawasi adalah aparat pemerintah, seperti sungan atau waduk. Mengapa ketika musim kemarau waduk dan sungai tak dikeruk agar tidak dangkal.

Kebiasaan buruk warga membuang sampah sembarangan di sungai  juga menjadi faktor. Tapi faktor yang paling besar adalah akibat hutan gundul. Hutan menjadi gundul akibat ulah siapa, penguasa dan pengusaha (termasuk mafia)! Penguasa yang memberi izin dan pengusaha yang membabat atau mencukur hutan!

Nusantara, 7-3-2016


Leave a comment

Kereta Api Cepat Made in Cina, Dibangun di Jawa

Dari berbagai media diberitakan pemerintah sekarang ingin mempercepat pembangunan infrastruktur negeri ini. Dari banyak rencana, salah satunya kereta cepat Jakarta-Bandung. Semula dari Jepang dan bahkan sudah mengadakan kajianm tapi akhirnya batal, Jepang marah kepada pemerintah Indonesia atas ulahnya membatalkan sepihak. Lalu masuk Cina. Cina diterima karena sesuai dengan kemauan pemerintah RI, yakni B to B, walau dari segi teknologi mungkin berbeda.

Persoalan percepatan pembangunan tentu semua orang Indonesia sepakat. Tapi mengapa kereta api cepat yang mahal yang dibangun di jalur Jakarta-Bandung. Persoalan kedua kota itu adalah kemacetan kendaraan, yang hingga kini belum terurai. Belum lagi soal alih teknologi. Alih teknologi adalah omong kosong! Mungkinkah sebuah negara mau memberikan rahasi negaranya ke negara lain? Soal pengetahun teknologi atau ilmu harus dicari sendiri melalui belajar atau ‘mencuri ilmu’. Itu dari dulu seperti itu.

Banyak yang mempertanyakan mengapa Cina? Dan apakah kereta cepat termasuk prioritas? Dan mengapa di pulau Jawa lagi. Jalur Jakarta-Bandung sudah memiliki akses tol Cipularang, jalur kereta api dan jalur Puncak Bogor. Sementara diluar pulau Jawa sangat membutuhkan akses jalan yang memadai. Misal di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan sebagainya. Anak sekolah harus menempuh jarak berkilo meter menuju sekolah, jembatan belum ada, jalan darat terbatas, dan banyak lagi infrastruktur belum tersedia.

Hasil gambar untuk kereta cepat jakarta-bandung china

Jika tak laku kereta cepat maka akan menjadi beban pemerintah dan menjadi beban rakyat juga sebagai pembayar pajak.

Biaya proyek kereta api cepat ini sekitar rp. 74 triliun. Dikatakan b to b, tak ada jaminan pemerintah RI, tapi belakangan Cina minta jaminan pemerintah RI, jadi mana yang benar? Kontoversi itu mengindikasikan bahwa proyek kereta api cepat dibuat asal-asalan dan tak memperhatikan banyak faktor!

Banyak hal lain terkait dengan proyek kereta cepat, seperti lingkungan, sosial, geologis dan sebagainya.

Apakah dengan adanya kereta api cepat Jakarta-Bandung rakyat Indonesia diuntungkan, khususnya Jawa Barat yang dilalui jalur rel kereta api? Mana nawacita, tol laut maritim dan janji-janji dulu?

Betapa manis janjimu tapi pahit bagi rakyat….

Nusantara 28-1-2016

dari berbagai sumber


Leave a comment

Jumlah Pelabuhan di Indonesia Sangat Sedikit

Pelabuhan Tanjung Priok

Indonesia adalah negara kepulauan. Ada sekitar 17.000 pulau tersebar, besar dan kecil. Namun, pelabuhan negara ini sangat sedikit dibanding luas wilayahnya. Ini sangat berbeda dengan negara Asia lainnya. Setidaknya pelabuhan dalam satu provinsi sekian kilometer ada pelabuhan sehingga tak menumpuk di satu wilayah tertentu, yang bisa jadi mengakibatkan ‘overload’ dan lama dalam proses bongkar muat barang.

Jika negeri ini ingin membenahi pelabuhan semestinya melalui kajian ilmiah dari para ahli di bidangnya dari perguruan tinggi, bukan sesaat atau bagian kecilnya saja. Dilihat secara menyeluruh antara kebutuan dan ketersedian pelabuhan, sarana dan sumber daya manusianya.

Dimana kekuranganya? Jika dituntaskan perbaikannya berapa lama?

Ingat nenek moyang bangsa ini adalah pelaut, seperti nyanyian, “Nenek moyangku seorang pelaut…”

Nusantara, 31-8-2015


2 Comments

Jalan Raya Negeri Ini Dibuat Untuk Rusak

Kesal dengan kondisi jalan raya di Indonesia yang rusak dimana-mana? Jangankan di jalan perkampungan atau jalan-jalan kecil, di jalan tol yang seharusnya mulus pun banyak yang bolong dan “jerawatan”. Sekarang, pengguna jalan tol “ikhlas” membayar uang tol bukan untuk mendapatkan kelancaran jalan, namun semata-mata untuk menghindari motor yang kian hari kian ugal-ugalan. Saya pengguna kendaraan roda empat dan juga roda dua, jadi sangat paham dengan kenyataan ini.

Ada yang menarik, sekaligus menyedihkan, yang tidak banyak diketahui tentang kenapa jalan-jalan raya di Indonesia banyak yang rusak. Penyebabnya ternyata bikin dada sesak, sekaligus geram pada pejabat-pejabat sektor pekerjaan umum dan yang terkait.

Kisahnya berawal dari obrolan santai tentang suatu proyek film dan novel dengan seorang pengusaha papan atas negeri ini di kantornya suatu siang di Jakarta Selatan. Pengusaha yang usianya masih muda ini sudah enam tahun bersahabat dengan penulis. Dia putera seorang konglomerat yang juga putera mahkota bagi imperium bisnis ayahnya yang sejak zaman Suharto sudah malang-melintang di dunia bisnis nasional.

Ketika obrolan sampai kepada hak paten dan banyaknya putera-puteri Indonesia yang cerdas dan menemukan sesuatu yang diakui dunia, dia dengan ekspresif bercerita soal seorang profesor yang pernah bekerjasama dengannya namun putus di tengah jalan.

“Dia seorang profesor dari Nusa Tenggara Barat. Namanya Prof Mkh (sengaja namanya disini disamarkan). Dia telah menemukan satu formula yang mampu memperkuat aspal sehingga aspal itu akan menjadi sangat kuat, walau diterpa hujan, banjir, panas-dingin, dan sebagainya. Suatu hari dia pergi ke seorang pejabat yang berpengaruh di instansi pekerjaan umum pusat untuk menawarkan formulanya ini. Namun pejabat tersebut menolaknya. Prof Mkh ini tidak putus semangat, dia terus mengontak para pejabat pekerjaan umum yang lainnya namun selalu saja ditolak. Akhirnya Prof Mkh berkesimpulan jika jalan raya di Indonesia memang sengaja dibuat untuk rusak, agar para pejabat tersebut setiap tahun punya proyek dan tentu saja bisa menilep anggarannya… Formula hebat Prof Mkh itu kemudian dibeli oleh Jerman dan dipatenkan disana.”

Inilah kisah di balik kenapa jalan-jalan raya, termasuk tol, di Indonesia selalu saja rusak. Kerusakan jalan di negeri ini adalah “berkah” (yang tidak halal) bagi para pejabatnya, proyek abadi setiap tahun, dan berarti pemasukan uang panas abadi sepanjang tahun ke kantungnya sendiri. Gilanya lagi, di mana-mana proyek perbaikan jalan selalu saja dilakukan menjelang musim hujan, perhatikan saja setiap tahun, sehingga belum lagi aspalnya kering, hujan sudah mengguyurnya, disertai banjir, dan rusaklah kembali jalan-jalan raya itu.

Lagi-lagi perilaku korup para pejabat negeri inilah yang telah mengakibatkan tewasnya banyak orang di jalanan selama ini. Sedih, memang. Tapi faktanya memang demikian.(rz-em)