boykolot

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site


Leave a comment

terorisme = kriminal

Apa arti terorisme? Adalah suatu aksi untuk mengancam dan menimbulkan pada kelompok atau masyarakat yang berkaitan dengan suatu ideologi. Jika dilihat secara bahasa sebenarnya mudah dimengerti, tapi jika kata itu sudah bercampur ideologi dan politik maka akan lain dan semakin rumit.

Teroris sebenarnya adalah kriminal, tapi mereka mengklaim dengan legitimasi agama, maka media sering menyebut teroris dengan lebel agama tertentu, yang akhirnya menjadi stigma. Stigma ini terus berlangsung selama media terus menyiarkannya.

Noam Comsky, mengkritik cara media memberitakan teroris. Ia mengatakan teroris ada dua macam. Jika kelompok kecil melakukan kekerasan bersenjata maka akan dicap sebagai teroris dengan dilekatkan agama pelakunya, jika pelakunya agama tertentu. Dan jika kekerasan dilakukan oleh negara (AS misal) maka media tak menyebut sebagai teroris, walau apa yang dilakukan sama dan bahkan lebih dahsyat kerusakannya. Sebab, aksinya ditutupi dengan dalih, memiliki nuklir/ senjata kimia yang mengancam dunia. Tapi, jika yang memiliki nuklir itu sekutu negara itu maka tak akan disebut teroris.

Teroris sebenarnya kriminal juga, hanya pelakunya biasanya memakai simbol agama atau idologi tertentu. Tapi kriminal biasanya hanya memiliki motif untuk menguasai benda atau menghilangkan nyawa orang, tanpa ideologi.

Tapi kasus teroris seringkali terkait politik, yang mengandung unsur rekayasa, yang terkait dengan politik global. Dalam politik global yang hegemonik adalah Amerika dan sekutunya. Termasuk pemberitaannya.

Terorisme sejatinya suatu aksi yang bukan keluar dari ajaran agama. Aksi itu muncul dari nafsu manusia yang ingin mengancam masyarakat untuk suatu tujuan tertentu. Mengapa ada aksi dan akibatnya sama, tapi tidak disebut teroris dalam pemberitaan? Ternyata dan terkadang bergantung dari sudut mana dan misi apa dalam melihatnya.

nusantara, 21-1-2016

Advertisements


2 Comments

Apa Makna Kunjungan Jokowi ke Amerika? (He Goes to Amerika With Smoke)

Apa makna kunjungan Joko Widodo ke Amerika? Mungkin agenda sudah ada walau sampai kini publik Indonesia belum mengetahui rincian rencana yang akan dan telah dibicarakan.

Rakyat Indonesia berharap kunjungan itu memiliki maka penting bagi Indonesia, terutama perbaikan ekonomi, transfortasi, teknologi dan sebagainya.

Tapi agaknya rakyat sangsi. Sebab, hubungan Indonesia dan Amerika bukanlah hubungan yang setara dan berkeadilan. Hubungan dua negara itu, setelah Bung Karno tiada, berubah menjadi hubungan yang tak seimbang, Amerika menjadi tuan dan Indonesia menjadi budak yang diperas baik tenaganya dan lebih-lebih kekayaan alamnya.

Rakyat sudah tahu apa yang dirampok Amerika cs dari Indonesia! Tinggal pemimpin mengkonsolidasi kekuatan rakyat untuk mendukung kebijakan yang pro kesejahteraan rakyat, maka ia memiliki modal! Tapi jika tidak, semuanya hanya hiasan di media.

Sebenarnya kunjungan itu akan bermakna dan memiliki nilai jika posisi Indonesia setara dalam makna yang sesungguhnya. Indonesia memiki daya tawar dalam percaturan global, sebab telah memiliki kekuatan ekonomi, politik dan teknologi.

Tapi jika kekuatan itu semua tak ada, negara Indonesia hanya akan menjadi sapi perah bahan-bahan tambang dan kekayaan alam lainnya dan tenaga murah (buruh) yang dieksploitasi pabrik sepatu bermerek! (lihat video John Filger tentang Indonesia)

Apa makna penting kunjungan itu? Rakyat tak peduli. Sekedar jalan-jalan untuk bertemu sang idola? …

Nusantara, 30-10-2015

anak bangsa


2 Comments

Ada Rakyat Yang Dituduh ISIS, Mengapa?

Pemerintahan lama telah berlalu, dan kini pemerintahan baru, tapi pendidikan dan kesejahteraan rakyat baik di kota maupun di pedesaan tetap tak berubah secara berarti!
Kehidupan rakyat yang sulit itu sebab di negeri ini yang menjadi tuan adalah orang asing, asing dari Barat dan dari Timur jauh.

Namun, kehidupan rakyat yang sulit itu bukannya justru dibantu pemerintah, malah ia menuduh rakyat macam-macam tuduhan, teroris, gabung ISIS (Islamic state of Iraq and Syria) atau lainnya yang dikaitkan dengan agama. Tuduhan itu serius tapi tanpa bukti jelas dan terang, hanya berdasarkan praduga dan bersumber dari media (asing)!
Memang negara ini telah dikuasai asing sehingga segala informasi yang dianggap dipercaya dari sumber asing! Hampir semua media menulis dengan nada yang sama. Media tak mengungkap mengapa timbul ISIS di kawasan Arab, Suriah dan Iraq? Iraq dan Suriah adalah dua negara yang berbeda, mungkinkah digabung?
Jika ditelisik dan dilihat asal-usul secara makro. Kawasan itu menjadi kacau atau kawasan perang (war area) adalah akibat ulah Amerika yang dibantu para anteknya! Jika saja AS tidak memulai membombardir Iraq, Afganistan dan kawasan lain secara semena-mena maka kawasan itu tak akan menjadi ladang pembantaian dan perang saudara! ini akibat keserakahan politik luar negeri Amerika!
AS menyerang negara Iraq dengan tuduhan tanpa dasar dan bohong! Begitupun di Afganistan dan kawasan lain.
Jadi, sebenarnya kekacauan di berbagai negara, sebenarnya akibat ulah negara-negara besar, yang intinya untuk mencari sumber alam untuk membangun dan memperkaya negara mereka!
Negara Indonesia pun (pemerintah) menjadi anteknya sehingga hanya mampu menekan, memarginalkan, melecehkan dan menghinakan rakyat dan bukan memberi pendidikan dan menyejahterakannya! Justru yang sejahtera di Indonesia adalah segelintir pejabat, asing Barat dan Timur jauh!
Menuduh rakyat gabung dan menjadi anggota ISIS adalah isu yang dimunculkan, bisa jadi untuk mengalihkan perhatian agar tak mengkritik pemerintah yang tak mampu mengelola negara, memberi penidikan yang baik dan  menyejahterakan rakyatnya!!

Nusantara, 24-3-2015
anak bangsa


1 Comment

About Corporatocracy (Tentang Korporatokrasi)

“A word came to my mind: corporatocracy. I was not sure whether I had heard it before or had just invented it, but it seemed to describe perfectly the new elite who had made up their minds to attempt to role tht planet”.  John Perkins

“As corporations gain in autonomous institutional powers and become more detached from people and place, the human interest and the corporate interest increasingly diverge. It as almost as though we were being invanded by alien beings intent on colonizing our planet, reducing us to serfs, and then exluding as many of us as possible”. David Korten

“As a result of the war, corporations have been enthroned and an era of corruption in high places will follow, and the money power of the country will endeavor to prolong its reign by working upon the prejudices of the people until all wealth is aggregated in a few hands and the Republic is destroyed. I feel at this moment more anxiety for the safety of my country then even before, even in the mindst of war. God grant that my suspicians may prove groundless”. Abraham Lincoln

“They used to use the bullet or the rope… now they use the World Bank and the International Monetary Fund”. Jesse Jackson

That corporate as, Enron, WorldCom, Exxon, IBM East Europe, General Electric, Chevron, Rockwell Intrernational, etc. In Indonesia, Freeport, Exxon, Newmont, Chevron, etc.

Nusantara, 29 12-2014