boykolot

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site


Leave a comment

Dialog Masalah Ketuhanan Yesus

Oleh : KH. Bahaudin Mudhary

Kehidupan beragama adalah hak bagi setiap manusia yang merupakan
wujud dari kesadaran dirinya sebagai hamba Sang Pencipta. Tidak seorangpun boleh memaksa orang lain untuk memeluk atau keluar dari suatu agama.
Sungguh amat naif jika seseorang melakukan sesuatu peribadatan tanpa keyakinan, disebabkan keterpaksaan psikologis, moral maupun material.
Di dunia ini terdapat berbagai kepercayaan dan agama yang masing-masing
mengklaim dirinya sebagai agama yang paling benar, sedangkan yang
lain adalah sesat. diantaranya adalah agama Kristen yang memiliki pemeluk terbesar di dunia. dengan figur Yesus sebagai Tuhan dan penebus dosa, Kristen setiap saat menyapa manusia untuk menerima doktrin dan ajarannya.
Tetapi, setiap ia berbenturan dengan keyakinan lain, terutama dengan Islam, Yesus selalu dipertanyakan: “Dia manusia ataukah Tuhan?”
Di saat Kristen bertemu dengan seorang Muslim bernama K.H.
Bahaudin Mudhary, Ia ditanya keabsahan doktrin Ketuhanannya sekaligus Al-Kitabnya. Hanya dengan berdasarkan ayat-ayat kitab suci Kristen sendiri, Bahaudin Mudhary mengungkap kerancuan dogma ketuhanan Yesus sebagaimana yang disampaikan dalam dialog dengan seorang misionaris Kristen bernama Antonius Widuri.

Buku yang sudah dicetak berulangkali dan juga diterbitkan di Inggris
oleh Cambridge University Press ini adalah hasil dialog tersebut, yang sudah menjadi kitab rujukan dalam kajian ilmiah.

(Ket: A: Kiai dan B: Antonius Widuri)
Soal Ketuhanan Yesus

A: Sebagaimana Kita Telah Rembuk Kemarin Malam, Apakah Akan Dilanjutkan
Juga Musyawarah Kita Ini?
B: Memang Demikian, Karena Kedatangan Kami Kemari Khususnya Untuk
Melanjutkan Pertemuan Kita Kemarin Malam
A: Kalau Tidak Khilaf, Pembicaraan Kita Masih Berkisar Dalam Soal Ketuhanan
Yesus Dalam Bibel.
B: Betul Begitu. Kemarin Malam Saya Mengharapkan Agar Bapak
Menunjukkan Ayat-Ayat Dalam Kitab Injil; Apakah Yesus Itu Tuhan Atau
Bukan.
A: Kemarin Malam, Telah Saya Tunjukkan. Agar Berurutan Sebaiknya Kita
Ulangi Lagi Ayat-Ayat Injil Tersebut, Lalu Akan Saya Tunjukkan Lagi Ayatayatnya
Yang Lain; Setujukah Saudara Pendapat Saya Ini.
B: Memang Sebaiknya Begitu, Agar Berurutan Dan Bertambah Jelas
Baiklah Diulangi Lagi.
A: Silahkan Buka Matius Pasal 1 Ayat 16
B: Baik, Dalam Pasal Dan Ayat Tersebut Menyebutkan: “Dan Yakub
Memperanakkan Yusuf, Yaitu Suami Maria Ialah Yang Melahirkan Yesus,
Yang Disebut Kristus”.
A: Di Sini Jelas , Ayat Ini Menyebutkan Sendiri, Bahwa Yesus Diperanakkan Oleh
Maria. Jadi Yesus Adalah Anak Manusia, Bukan Anak Tuhan, Sebagaimana Telah
Saya Terangkan Dalam Pertemuan Pertama.
B: Ya, Pada Pertemuan Pertama Bapak Telah Terangkan Dan Saya Telah
Mengerti. Menurut Pendapat Bapak, Apakah Sebenarnya Yang
Dimaksudkan Dengan Kata: “Yesus Dan Kristus”.
A: Apakah Saudara Belum Mengetahui Arti Daripada Dua Buah Kata Tersebut..?
B: Saya Mengerti. Tetapi Hanya Untuk Mencocokkan Saja Dengan
Penafsiran Bapak.
A: Baik, Yesus Adalah Bahasa Yunani, Yang Berarti: “Melepaskan”, Melepaskan
Manusia Daripada Dosa.
B: Darimanakah Adanya Keterangan Bahwa Yesus Itu Berarti
Melepaskan Dosa.
A: Sebetulnya Susunan Pertanyaan Itu Timbul Dari Saya. Tetapi Saya Mengerti
Mungkin Saudara Akan Menguji Saya Tentang Injil, Walaupun Begitu Saya
Penuhi Juga Pengharapan Saudara. Silahkan Periksa Di Matius Pasal 1 Ayat 21
B: Di Pasal Dan Ayat Ini Menyebutkan : “Maka Ia Akan Beranakkan
Seorang Anak Laki-Laki, Dan Hendaklah Engkau Namakan Dia, Yesus,
Karena Ialah Yang Akan Melepaskan Kaumnya Dari Pada Segala
Dosanya”.
A: Itulah Ayatnya, Arti Kristus Ialah Almasih, Sang Sabda, Adil, Ratu Salem
Dan Ada Beberapa Lagi Artinya Yang Lain: Kata Almasih Dalam Injil Bahasa
Inggris Disebut: “Christ The Lord”, Didalam Injil Bahasa Arab Disebut:
“Almasih Ar-Robb”. Kata “Lord Dan Robb” Artinya Tuanku, Paduka Tuan, Dan
Ada Juga Dengan Arti Tuhan, Dan Lain-Lain Lagi. Akan Tetapi Karena Yesus
Sendiri Mengaku Bahwa Ia Bukan Tuhan Melainkan Utusannya Bagaimana
Tersebut Dalam Kitab Injil Johanes Pasal 17 Ayat 23, Dan Ia Diperanakkan Oleh
Manusia, Sebagaimana Tersebut Dalam Injil Matius Pasal 1 Ayat 16 Dan 21,
Malah Ia Sendiri Yang Berkata Dan Mengakui Bahwa Tuhan Itu Esa (Tunggal),
Sebagaimana Disebutkan Dalam Injil Markus, Pasal 12 Ayat 29 Dan Diayat-Ayat
Injil Yang Lain-Lain, Maka Berdasarkan Pengakuan Yesus Itu, Jelas Yesus Itu
Bukan Tuhan Dan Bukan Anak Tuhan.
B: Benar Yang Bapak Maksudkan Itu.
A: Selanjutnya Harap Periksa Lagi Di Markus Pasal 12 Ayat 29
B: Di Sini Menyebutkan : “Maka Jawab Yesus Kepadanya: “Hukum Yang
Terutama Inilah: Dengarlah Olehmu Hai Israil, Adapun Allah Tuhan
Kita, Ialah Tuhan Yang Esa””
A: Jelas Bahwa Tuhan Itu Esa, Artinya Satu, Tunggal, Jadi Yesus Bukan Tuhan
Sebagaimana Telah Saya Terangkan.
B: Ya, Sudah Bapak Terangkan Kemarin Malam.
A: Periksa Lagi Ulangan Pasal 4 Ayat 35
B: Di Sini Menyebutkan: “Maka Kepadamulah Ia Itu Ditunjuk, Supaya
Diketahui Olehmu Bahwa Tuhan Itu Allah, Dan Kecuali Tuhan Yang Esa
Tiadalah Yang Lain Lagi”.
A: Kitab Injil Saudara Sendiri Yang Menyebutkan Dan Yesus Sendiri Yang
Menyampaikan Bahwa Tidak Ada Tuhan Melainkan Allah Yang Esa. Jadi Tegas
Sekali Yesus Sendiri Tidak Mengaku Menjadi Tuhan. Inipun Telah Saya
Terangkan Pada Pertemuan Kita Kemarin Malam.
B: Ya, Saya Sudah Mengerti Dan Menerimanya.
A: Periksa Lagi Di Ulangan Pasal 6 Ayat 4
B: Di Ulangan Pasal Dan Ayat Tersebut Menyebutkan Demikian:
“Dengarlah Olehmu Hai Israil! Sesungguhnya Hua Allah Kita, Hua Itu
Esa Adanya”.
A: Jelas Di Kitab Injil Sendiri Menyebutkan Allah Itu Esa, Tunggal. Yesus
Telah Mengakui Sendiri Bahwa Dia Bukan Tuhan. Bagaimana Pendapat Saudara.
Kaum Kristen Mengatakan Yesus Itu Tuhan, Sedangkan Yesus Sendiri Menolak
Disebut Dirinya Tuhan.
B: Ya, Saya Tidak Mengerti Dan Tambah Bingung.
A: Biarlah Tidak Apa-Apa. Marilah Kita Teruskan Lagi. Periksa Di Matius Pasal
27 Ayat 1.
B: Baik, Di Sini Menyebutkan: “Setelah Hari Siang, Maka Segala Kepala
Iman Dan Orang Tua-Tua Kaumpun Berundinglah Atas Hal Yesus, Supaya
Dibunuh Dia”.
A: Kalau Betul Yesus Itu Tuhan, Mustahil Ada Manusia Merencanakan Untuk
Membunuh Dia. Silahkan Buka Lagi Di Matius Pasal 26 Ayat 38
B: Di Ayat Ini Ada Menyebutkan: “Kemudian Kata Yesus Kepada Mereka
Itu: “Hatiku Amat Sangat Berdukacita, Hampir Mati Rasaku; Tinggallah
Kamu Disini Dan Berjagalah Sertaku””
A: Di Ayat Ini Menyebutkan Bahwa Yesus Amat Sangat Berduka Cita Pantaskah
Ada Tuhan Berduka Cita. Ini Menunjukkan Bahwa Yesus Bukan Tuhan.
Periksa Lagi Di Lukas Pasal 2 Ayat 11
B: Baik Diayat Ini Menyebutkan: “Sebab Pada Hari Ini Sudah Lahir
Bagimu Juru Selamat, Yaitu Kristus Tuhan Itu Di Dalam Negeri Daud”.
A: Wajarkah Tuhan Dilahirkan Oleh Manusia (Maria). Terus Periksa Di Johanes
Pasal 5 Ayat 30
B: Baik, Di Sini Menyebutkan : “Maka Aku Tidak Boleh Berbuat Satu Apa
Dari Mauku Sendiri, Seperti Aku Dengar Begitu Aku Hukumkan, Dan
Hukumku Itu Adil Adanya, Karena Tidak Aku Coba Turut Mauku Sendiri,
Melainkan Maunya Bapa Yang Sudah Mengutus Aku”
A: Ayat Itu Yesus Sendiri Yang Berkata Bahwa Ia Tidak Berkuasa Berbuat
Sekehendaknya. Wajarkah Tuhan Tidak Berkuasa Berbuat Sekehendaknya. Di
Ayat Itupun Yesus Mengaku Sendiri Bahwa Kehendaknya Itu Menurut Kehendak
Tuhan Yang Mengutus Dia. Kalau Yesus Betul Tuhan, Tentu Tidak Dapat
Diperintah Oleh Siapapun. Di Ayat Ini Juga Yesus Mengaku, Bahwa Dia Bukan
Tuhan Melainkan Diutus Oleh Tuhan. Yang Diutus Itu Tentu Bukan Tuhan.
B: Kalau Berdasarkan Ayat Tersebut, Memang Benar Keterangan Bapak.
A: Kalau Begitu Jelas Bahwa:
1. Yesus Datang Kedunia Ini Bukan Kemauannya Sendiri Tetapi Utusan Tuhan
Atas Kehendak Tuhan, Sebagaimana Juga Tuhan Telah Mengutus Nabi-Nabi Dan
Rasul-Rasul Yang Lain.
2. Yesus Menghidupkan Orang Mati Bukan Maunya Sendiri Melainkan Atas
Kehendak Tuhan, Sebagaimana Juga Ilyas Dapat Menghidupkan Orang Mati.
3. Yesus Dapat Menyembuhkan Penyekit Kusta (Lepra), Bukan Kehendaknya
Sendiri, Melainkan Atas Kehendak Tuhan Sebagaimana Ilyas Dapat
Menyembuhkan Penyakit Lepra.
Keterangan Saya Ini Berdasarkan Pengakuan Yesus Sendiri Di Ayat Tadi Bahwa
“Tidak Aku Coba Mauku Sendiri, Melainkan Maunya Bapa Yang Sudah Mengutus
Aku”
Apakah Saudara Memerlukan Lagi Ayat-Ayat Bibel Yang Menerangkan
Pengakuan Yesus Sendiri Bahwa Ia Bukan Tuhan.
B: Buat Saya Masih Memerlukan Lagi, Bukankah Telah Saya Sampaikan
Kepada Bapak, Bahwa Saya Ingin Mencari Kepuasan Dalam Meneliti
Ajaran-Ajaran Agama, Terutama Dalam Hal Ketuhanan Yang Hakiki.

Tetapi saya ingin bertanya, dan maaf sebelumnya, bagaimanakah Bapak
bisa hafal diluar kepala tentang Ayat-Ayat Bibel, dan Keistimewaan
Bapak ini saya merasa kagum.

A: Itu Adalah Petunjuk Tuhan. Alhamdulillah Saya Memang Mempelajari
Bermacam Agama, Akhirnya Saya Bertambah Yakin Akan Kebenaran Agama Islam.
Kalau Saudara Merasa Kagum Kepada Saya, Maka Saya pun Lebih Merasa Kagum
Lagi Kepada Saudara Selaku Pemeluk Agama Kristen Berhasrat Meneliti Ajaran ajaran
Agamanya. Juga Dengan Bantuan Bapak Markam Ini.

 

Baiklah Kita Lanjutkan, Periksa Lagi Di Ulangan Pasal 4 Ayat 39.
B: Baik, Dipasal Dan Ayat Ini Disebutkan Sebagai Berikut: “Maka
Sekarang Ketahuilah Olehmu Dan Perhatikanlah Ini Baik-Baik, Bahwa
Tuhan Itulah Allah, Baik Di Langit Yang Di Atas, Baik Di Bumi Yang Di
Bawah, Dan Kecuali Ia Tiadalah Lain Lagi.”
A: Tegas Sekali, Dikitab Injil Sendiri Yang Menyebutkan Bahwa Tidak Ada
Tuhan Melainkan Allah, Dan Yesus Sendiri Pula Yang Berkata Bahwa Tiada
Tuhan Melainkan Allah. Jadi Yesuspun Bukan Tuhan. Ayat Ini Tentu Tidak Dapat
Diputar-Putar Lagi. Kalau Ada Penganut Agama Kristen Mengakui Yesus Itu
Tuhan, Maka Pengakuannya Bertentangan Dengan Kitab Sucinya Sendiri, Dan
Bertentangan Pula Dengan Ajaran Yesus.
B: Tetapi Dalam Injil Johanes Pasal 10 Ayat 38 Ada Menyebutkan:
“Supaya Kamu Dapat Tahu Dan Percaya, Yang Bapa Ada Di Dalam Aku, Dan
Aku Ada Di Dalam Bapa”.
Ayat Ini Menunjukkan Bahwa Yesus Di Dalam Tuhan Dan Tuhan Di Dalam
Yesus, Maksudnya Tuhan Dan Yesus Itu Satu Adanya Atau Singkatnya
Bahwa Yesuspun Tuhan. Juga Dalam Johanes Pasal 14 Ayat 11 Ada
Menyebutkan: “Percayalah Yang Aku Ini Dalam Bapa, Dan Bapa Dalam
Aku”.
A: Kalau Saudara Berpegang Dengan Ayat Tersebut, Bahwa Yesus Itu Tuhan,
Maka Saudara Harus Mengakui Juga Bahwa Tuhan Itu Yesus Dan Yesus Itu
Tuhan.
B: Tidak Demikian, Tetapi Yesus Dan Tuhan Itu Satu.
A: Kalau Begitu, Saya Ingin Bertanya: “Di Ayat Itu Ada Dua Rangkaian Kata
Ialah “Yesus Dan Tuhan”. Siapakah Yang Lebih Berkuasa Di Antara Keduanya.
Tuhan Bapakah Atau Yesus.
B: Tentu Tuhan Bapa.
A: Kalau Masih Ada Yang Lebih Berkuasa Dari Yesus, Maka Yesus Tentu Bukan
Tuhan, Lebih Jelas Periksa Di Injil Johanes Pasal 14 Ayat 28.
B: Baik, Di Ayat Ini Ada Menyebutkan: “Kamu Sudah Dengar Aku Bilang,
Yang Aku Pergi Serta Datang Kembali Sama Kamu. Coba Kamu Cinta Sama
Aku, Hati, Sebab Aku Sudah Bilang: “Yang Aku Pergi Sama Bapa, Karena
Bapaku Itu Lebih Dari Aku”
A: Di Ayat Ini Yesus Sendiri Mengatakan: “Bapaku Itu Lebih Dari Aku”, Ini
Menunjukkan Bahwa, Kalau Yesus Itu Tuhan, Maka Ialah Tuhan Yang Tidak
Sempurna, Oleh Karena Masih Ada Yang Melebihi Tingkatnya. Yang Tidak
Sempurna Itu Tentu Bukan Tuhan. Harap Saudara Periksa Lagi Di Injil Johanes
Pasal 12 Ayat 45.
B: Baik, Di Pasal Dan Ayat Tersebut Menyebutkan Sebagai Berikut: “Dan
Barang Siapa Yang Melihat Aku, Dia Melihat Sama Dia Yang Mengutus
Aku”
A: Pantaskah Tuhan Diutus. Kalau Yesus Itu Tuhan, Mengapa Ada Tuhan Yang
Di Utus. Maksud Ayat Tersebut Siapa Yang Melihat Yesus, Seolah-Olah Ia
Melihat Tuhan Yang Mengutus Yesus. Jadi Perkataan Yesus Diatas Menunjukkan
Bahwa Ia Bukan Tuhan, Melainkan Utusan Tuhan.
B: Saya Belum Meneliti Maksud Ayat Di Johanes Pasal 10 Ayat 38 Dan
Pasal 14 Ayat 11 Yang Menyebutkan Bahwa “Bapa Dalam Aku Dan Aku
Dalam Bapa”, Seperti Yang Telah Saya Bacakan Tadi. Akan Tetapi Dalam
Ayat Ini Saya Berpendapat Ada Dua Macam Penafsiran :
1. Yesus Adalah Tuhan.
2. Berdasarkan Injil Johanes Pasal 12 Ayat 45 Yang Kita Baca Itu
Menyebutkan, Yesus Itu Adalah Utusan Tuhan. Utusan Disini Maksudnya
Selaku Tuhan Ia Menyampaikan Sendiri Ajarannya Kepada Manusia.
A: Ayat Itu Bukan Berarti Mempunyai Dua Macam Penafsiran, Tetapi Diantara
Dua Ayat Tersebut Yakni Di Johanes Pasal 10 Ayat 38, Dan Pasal 14 Ayat 11 Dan
Johanes Pasal 12 Ayat 45 Itu Adalah Bertentangan. Disatu Ayat Ditafsirkan
Yesus Itu Tuhan, Dan Di Ayat Lain Disebutkan Bahwa Yesus Itu Utusan Tuhan.
Jadi Di Dalam Injil Sendiri Terdapat Ayat-Ayatnya Antara Yang Satu Dengan
Yang Lain Bertentangan. Kita Perlu Ingat Kembali Pada Pembicaraan Kita
Semula Kalau Ada Kitab Suci Yang Isinya Berselisih Antara Satu Ayat Dengan
Ayat Yang Lain, Maka Apakah Kitab Suci Itu Masih Akan Dipertahankan
Kesuciannya..?.
B: Betul, Kita Telah Bicarakan Hal Itu Pada Pertemuan Yang Lalu.
A: Andaikan Saudara Masih Juga Mempertahankan Ketuhanan Yesus Dengan
Berdasarkan Ayat Bibel Yang Menyebutkan: “Yesus Dalam Bapa Dan Bapa Dalam
Yesus” Sebagaimana Tersebut Dalam Johanes Pasal 10 Ayat 38 Dan Pasal 14
Ayat 11 Itu Maka Saudarapun Akan Dijawab Oleh Kitab Injil Saudara Sendiri,
Bahwa Penafsiran Saudara Itu Tidak Benar.
B: Dimanakah Menyebutkan Demikian?
A: Silahkan Saudara Periksa Di Injil Johanes Pasal 17 Ayat 21.
B: Di Pasal Dan Ayat Ini Menyebutkan: “Supaya Semua Jadi Satu, Ia
Bapa! Seperti Bapa Dalam Saya Dan Saya Dalam Bapa Dan Supaya Dia
Orang Jadi Satu Dalam Kita, Biar Dunia Percaya Bapa Sudah Mengutus
Saya”.
A: Jelas Di Ayat Ini Kalau Yesus Sendiri Berkata Bahwa Yesus Dalam Bapa Dan
Bapa Dalam Yesus Dan Muridnya Pun Ada Dalam Bapa. Kalau Begitu Harus
Saudara Akui Bahwa Murid-Murid Yesuspun Tuhan Juga.
B: Kalau Begitu Bagaimana Arti Yang Sebenarnya Ayat Itu Menurut
Bapak.
A: Kalimat, “Bapa Dalam Saya”, Dan Muridnya Jadi Satu Dengan Kita (Allah Dan
Yesus) Di Ayat Tersebut Maksudnya, Supaya Yesus Senantiasa Tidak Melupakan
Allah (Bapa) Demikian Juga Muridnya Tidak Melupakan Yesus Dan Allah (Bapa).
Dan Di Akhir Ayat Tersebut Yesus Berkata “Biar Dunia Percaya Yang Bapa
Mengutus Saya”. Rangkaian Kata-Kata Ini Tegas Sekali Yesus Mengakui Bahwa
Ia Bukan Anak Allah, Melainkan Utusannya, Dan Teruskan Saudara Baca Di
Johanes Pasal 17 Ayat 23
B: Baik, Ayat Tersebut Menyebutkan: “Saya Dalam Dia Orang, Dan Bapa
Dalam Saya, Supaya Dunia Boleh Tahu Yang Bapa Sudah Mengutus Saya”
A: Apakah Susunan Ayat Tersebut Belum Jelas Bahwa Yesus Sendiri Yang
Berkata Dan Mengaku Bahwa Ia Bukan Tuhan, Melainkan Utusan Tuhan. Apakah
Saudara Masih Belum Puas Tentang Ayat-Ayat Injil Yang Menunjukkan Bahwa
Yesus Bukan Tuhan, Karena Saya Anggap Telah Cukup Banyak Tunjukkan Kepada
Saudara.
B: Sebagaimana Telah Saya Sampaikan Kepada Bapak, Saya Ingin
Kepuasan. Sebetulnya Keterangan-Keterangan Bapak Telah Memuaskan
Saya, Namun Demikian Kalau Masih Ada Ayat-Ayatnya Lagi Harap Bapak
Tunjukkan.
A: Baik Saya Penuhi Pengharapan Saudara Silahkan Saudara Periksa Di Kitab
Samuel Yang Kedua Pasal 7 Ayat 22.
B: Pasal Dan Ayat Tersebut Menyebutkan Sebagai Berikut: “Maka Sebab
Itu Besarlah Engkau, Ya Tuhan Allah Karena Tiada Yang Dapat
Disamakan Dengan Dikau Dan Tiada Allah Melainkan Engkau Sekedar
Yang Telah Kami Dengar Dari Telinga Kami”
A: Di Ayat Ini Jelas Bahwa Yesus Sendiri Menghadapkan Kata-Katanya Kepada
Allah, Bahwa Tiada Yang Dapat Disamakan Dengan Allah. Jadi Yesus Sendiri
Mengakui Bahwa Dirinya Tidak Sama Dengan Tuhan, Dengan Kata Lain Ia Bukan
Tuhan Dan Ditengah-Tengah Ayat Itu Yesus Sendiri Berkata: “Tiada Allah
Melainkan Engkau”. Jadi Yesus Termasuk Yang Lain, Yakni Ia Bukan Tuhan
Allah. Rangkaian Ayat Tersebut, Yesus Sendiri Yang Berkata Bahwa, “Tiada
Tuhan Melainkan Allah” Mengapa Kaum Kristen Mengangkat Yesus Selaku
Tuhan. Silahkan Periksa Lagi Injil Yahya Pasal 17 Ayat 8.
B: Baik, Sebutan Ayat Tersebut Adalah Sebagai Berikut: “Karena Segala
Firman Yang Telah Engkau Firmankan Kepadaku, Itulah Aku Sampaikan
Kepada Mereka Itu, Dan Mereka Itu Sudah Menerima Dia, Dan Mengetahui
Dengan Sesungguhnya Bahwa Aku Datang Dari Ada-Mu, Dan Lagi Mereka
Itu Percaya Bahwa Engkau Yang Menyuruh Aku.
A: Di Ayat Ini Yesus Sendiri Berkata Bahwa Ia Menerima Firman Dari Allah.
Kalau Yesus Tuhan, Tentunya Tidak Membutuhkan Firman Dari Siapapun Juga. Di
Akhir Ayat Itu Juga Yesus Sendiri Berkata Bahwa “Engkaulah Yang Menyuruh
Aku”. Jadi Yesus Itu Bukan Tuhan, Melainkan Pesuruh Tuhan, Sebagaimana
Nabi-Nabi Dan Utusan-Utusan Allah Yang Lain-Lain Juga. Teruskan Saudara
Periksa Injil Matius Pasal 26 Ayat 2.
B: Baik, Disini Menyebutkan : “Kamu Memang Mengetahui Bahwa Dua
Hari Lagi Akan Ada Hari Raya Paskah, Dan Anak Manusia Akan
Diserahkan Supaya Ia Disalibkan”
A: Yang Dimaksud Dengan Anak Manusia Di Ayat Itu Ialah Yesus Sendiri. Jadi
Jelas Yesus Mengakui Bahwa Ia Bukan Anak Tuhan, Melainkan Anak Manusia.
Lanjutkan Periksa Injil Matius Pasal 5 Ayat 45.
B: Baik, Ayat Ini Menyebutkan: “Supaya Kamu Menjadi Anak-Anak
Bapamu Yang Disurga…”
A: Cukup Sampai Disitu. Di Ayat Ini Saudara Saksikan Sendiri, Bahwa Yesus
Sendiri Yang Berkata Kepada Murid-Muridnya, Supaya Kamu Menjadi Anak-Anak
Bapamu Yang Di Surga; Yakni Apabila Murid-Muridnya Taat Atas Perintahperintah
Tuhan, Menurut Yesus Mereka Akan Jadi Anak Tuhan Juga.
Berdasarkan Ayat Bibel Tersebut Tentunya Anak Tuhan Akan Menjadi Banyak
Jumlahnya, Bukan Yesus Saja.
B: Tetapi Di Injil Johanes Pasal 1 Ayat 34 Menyebutkan : “Maka Aku
Sudah Melihat Itu, Serta Bersaksi Yang Dia Inilah Anak Allah”.
Juga Di Injil Matius Pasal 3 Ayat 17 Menyebutkan: “Maka Suatu Suara
Dari Langit Mengatakan:” Inilah Anakku Yang Kukasihi, Kepadanya Aku
Berkenan”
Di Injil Lukas Pasal 1 Ayat 32 Juga Menyebutkan: “Maka Ia Akan
Menjadi Besar, Dan Ia Akan Dikatakan Anak Allah Yang Maha Tinggi,
Maka Allah, Tuhan Kita Akan Mengaruniakan Kepadanya Takhta Daud,
Nenek Moyangnya Itu”.
Di Ibrani Pasal 4 Ayat 14 Menyebutkan: “Sedangkan Ada Kepada Kita
Seorang Imam Mahabesar Yang Sudah Melintas Segala Langit, Yaitu
Yesus Anak Allah, Maka Hendaklah Kita Memegang Pengakuan Itu”.
Dan Masih Banyak Lagi Ayat-Ayat Bibel Yang Menerangkan Bahwa Yesus
Anak Allah. Kalau Bapak Memerlukan Akan Saya Tunjukkan Ayatayatnya.
A: Saya Mengerti, Bahwa Ayat-Ayat Bibel Yang Menyebutkan Yesus Anak Allah
Sebagaimana Tersebut Di:
Matius Pasal 3:17, Pasal 4:3, Pasal 14:33, Pasal 26:63 & 16:17
Johanes Pasal 3:16, Pasal 1:34 Dan 40, Pasal 17:1, Pasal 19:7,
Pasal 16:27 Dan:30, Pasal 15:23 Dll Di Johanes.
Roma Pasal 1:9,Pasal 5:10,Pasal 8:3,Pasal 29:32
Galitiah Pasal 1:16, Pasal 4:4 Dan 6.
Lukas Pasal 1:32 Dan 35, Pasal 3:22, Pasal 4:3 Dan 9, Pasal 4:43
Dan 41.
Ibrani Pasal 1:2,5 Dan 8, Pasal 3:6, Pasal 4:14, Pasal 5:5 Dan 8.
Matius Pasal 2:15, Pasal 3:17, Pasal 4:3 Dan:6, Pasal 14:33,
Pasal 26:63, Pasal 16:17.
Korintus Pasal 1:9
Dan Masih Ada Beberapa Ayat Lain Di Kitab Injil Yang Menyebutkan Yesus Itu
Anak Allah Tetapi Maksudnya Bukan Anak Allah Yang Sebenarnya, Karena Yesus
Sendiri Mengaku Dikitab Injil Bahwa Ia Adalah Utusan Allah, Bukan Anak
Allah. Dan Ia Sendiri Berkata: “Anak Manusia” Bukan Anak Tuhan, Jadi Jumlah
Ayat-Ayat Di Kitab Injil Yang Menyebutkan Yesus Itu Anak Allah Tidak Menjamin
Kebenarannya Bahwa Ia Anak Allah Betul-Betul, Sebagaimana Kita Sering
Mendengar Ucapan-Ucapan “Anak Kapal”, “Anak Sekolah”, Tidak Berarti Bahwa
Kapal Dan Sekolah Itu Beranak, Melainkan Mempunyai Arti Bahwa Orang Itu
Selalu Terikat Oleh Peraturan-Peraturan Kapal Dan Pelajaran-Pelajaran Di
Sekolah. Periksa Lagi Yahya Pasal 5 Ayat 30.
B: Ayat Tersebut Demikian Bunyinya : “Suatu Pun Tidak Aku Dapat
Berbuat Menurut Kehendakku Sendiri Melainkan Aku Menjalankan
Hukum Sebagaimana Yang Aku Dengar, Dan Hukumku Itu Adil Adanya,
Karena Bukannya Aku Mencari Kehendak Diriku, Melainkan Kehendak
Dia Yang Menyuruhkan Aku.
A: Di Sini Jelas Sekiranya Yesus Itu Tuhan, Tentu Dapat Berbuat
Sekehendaknya Sendiri. Tetapi Di Bibel Sendiri Menyebutkan Bahwa Perbuatan
Yesus Itu Adalah Kehendak Tuhan. Dan Sekiranya Yesus Itu Tuhan, Tentunya
Tidak Ada Yang Mengutus. Mustahil Tuhan Menjadi Utusan Tuhan, Atau Dengan
Lain Kata “Utusan Tuhan Itu Adalah Tuhan”, Bisakah Terjadi Demikian.
B: Sudah Jelas Dan Terima Kasih.
A: Silahkan Periksa Lagi Di Yahya Pasal 3 Ayat 13.
B: Baik, Disini Menyebutkan: “Seorang Pun Tiada Naik Kesurga, Kecuali
Ia Yang Sudah Turun Dari Surga, Yaitu Anak Manusia”.
A: Jelas Di Bibel Sendiri Menyebutkan Bahwa Yesus Sendiri Adalah Anak
Manusia Bukan Anak Tuhan.
B: Betul Berdasarkan Ayat Tersebut Yesus Adalah Anak Manusia.
A: Periksa Lagi Di Matius Pasal 27 Ayat 30
B: Baik, Disini Menyebutkan : ” Maka Mereka Itupun Meludahi Dia,
Serta Mengambil Buluh Itu Memalu Kepalanya”.
A: Kalau Yesus Itu Betul Tuhan, Bagaimana Tuhan Bisa Diludahi Dan
Diperolok-Olokkan. Mengapa Ada Tuhan Yang Begitu Lemah. Sesuai Dengan
Pengharapan Saudara Supaya Puas Dengan Soal Ketuhanan Yesus Menurut Bibel
Dan Perkataan Yesus Sendiri Ada Menyebutkan Ia Bukan Tuhan, Sekali Lagi
Periksa Di Matius Pasal 21 Ayat 18 Dan 19.
B: Baik, Di Sini Menyebutkan: ” Pada Pagi-Pagi Harinya, Apabila Ia
Kembali Kenegeri Itu, Ia Merasa Lapar”. Serta Dipandangnya Sepohon
Ara Di Sisi Jalan, Pergilah Ia Kesitu Dan Didapatinya Suatu Apapun
Tiada Dipohon Itu, Melainkan Daun Sahaja. Lalu Berkatalah Ia
Kepadanya: Janganlah Jadi Buah Dari Padamu Lagi Selama-Lamanya.
Maka Dengan Seketika Itu Juga Layulah Pohon Ara Itu”.
A: Kalau Yesus Itu Tuhan Tentu Ia Tidak Akan Mengutuk Pohon Itu Supaya Tidak
Berbuah Melainkan Ia Akan Menciptakan Buah Pada Pohon Itu Dengan
Kekuasaannya Selaku Tuhan. Akan Tetapi Pohon Yang Tidak Berbuat Kesalahan
Apa-Apa Kepada Yesus Dan Pohon Yang Tidak Tahu Apa-Apa Itu Malah Dikutuk
Oleh Yesus. Wajarkah Tuhan Mengutuk Makhluk Yang Tidak Bersalah. Padahal
Kalau Betul Yesus Itu Tuhan Tentu Ia Berkuasa Menciptakan Pohon Itu Supaya
Mengeluarkan Buahnya Seketika Itu Juga, Tidak Lalu Mengutuknya.
B: Bapak Hafal Betul Tentang Ayat-Ayat Di Kitab Injil, Jadi Sudah Jelas
Berdasarkan Ayat-Ayat Injil Yang Bapak Sebutkan Dan Dikuatkan Lagi
Dengan Beberapa Ayat Lainnya, Nyatalah Bahwa Yesus Itu Bukan Anak
Tuhan.
A: Persoalan Yesus Anak Tuhan Itu Telah Kita Bicarakan Pada Pertemuan
Pertama, Dan Sudah Dibereskan Oleh Injil Sendiri Yang Menyebutkan Bahwa
Selain Yesus Masih Banyak Lagi Beberapa Manusia Yang Harus Diakui Anak
Tuhan, Dan Seharusnya Mereka Itu Diakui Juga Oleh Golongan Kristen,
Menjabat Anak Tuhan, Bukan Yesus Saja, Karena Berdasarkan Kitab Injil
Sendiri Anak Tuhan Itu Banyak.
B: Ya Betul Kita Telah Bicarakan Tentang Itu.
A: Supaya Lebih Jelas, Baiklah Saya Ulangi, Di Injil Ada Menyebutkan Bahwa:
1. Daud Anak Allah Yang Sulung (Mazmur, Pasal 89 Ayat 27)
2. Yakub (Israil) Adalah Anak Allah Yang Sulung (Keluaran Pasal 4 Ayat 22
Dan 23)
3. Afraim Adalah Anak Allah Yang Sulung (Yeremia Pasal 31 Ayat 9)
Jadi Daud Anak Allah Yang Sulung, Yakub Anak Allah Yang Sulung, Dan Afraim
Juga Anak Allah Yang Sulung. Ketiga-Tiganya Atau Kesemuanya Adalah Anak
Sulung. Yang Manakah Yang Betul-Betul Sulung. Apakah Ayat Ini Benar
Semuanya Atau Salah Semuanya. Karena Itu Saya Jelaskan Bahwa Anak Allah
Yang Tersebut Dalam Bibel Itu, Tidak Berarti Anak Allah Yang Sebenarnya
Melainkan Maksudnya Ialah Kekasih Allah, Atau Mereka Yang Taat Kepada
Perintah-Perintah Tuhan.
B: Saya Sudah Mengerti Terima Kasih.
A: Tetapi Saudara Mungkin Belum Mengerti Betul Tentang Arti “Anak Dan Bapa”
Dalam Bahasa Ibrani, Atau Susunan Bahasa Yang Terpakai Dalam Bibel.
B: Kalau Begitu Bagaimanakah Arti Yang Sebenarnya.
A: Dalam Bahasa Ibrani Kata “Bapa” Itu Dipakai Buat Tuhan, Sedangkan Kata
“Anak” Dipakai Buat Mereka Yang Dihormati, Seperti Para Nabi Dan Para Rasul.
B: Dasar Apakah Yang Dipergunakan Oleh Bapak Tentang Keterangan
Itu.
A: Saya Sudah Sebutkan Pada Pertemuan Yang Pertama Ialah Tersebut Dalam
Injil Matius
B: Saya Tidak Ingat, Di Pasal Dan Ayat Berapa.
A: Silahkan Buka Matius, Pasal 5 Ayat 9.
B: Baik, Di Sini Disebutkan: “Berbahagialah Segala Orang Yang
Mendamaikan Orang Karena Mereka Itu Akan Disebut Anak Allah”.
A: Jelas Siapa Saja Mendamaikan Manusia Akan Disebut Akan Menjabat “Anak
Allah”, Kalau Begitu Anak Allah Itu Ratusan, Ribuan Malah Mungkin Jutaan
Orang, Jadi Bukan Yesus Saja.
B: Apakah Tidak Sebaiknya Kita Lanjutkan Besok Malam Saja, Karena
Sudah Larut Malam.
A: Terserah Saudara, Tetapi Baiklah Besok Malam Saja Kita Lanjutkan.

Advertisements


Leave a comment

KEJAHATAN KRISTENISASI [DI ZAMAN ORDE BARU-KINI]

Elhasani sabreh
27 Maret 2013 •

Ketika Orde Baru berjaya, banyak para pejabat yang tidak percaya adanya Kristenisasi besar-besaran yang telah terjadi di Indonesia. Tetapi setelah dikeluarkan buku “Fakta dan Data tentang Kristenisasi di Indonesia” oleh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, semua pihak terperangah dan yakin bahwa pihak Misionaris Zending telah bekerja keras siang-malam untuk mengkristenkan umat Islam secara khusus.
Pada Orde Reformasi mereka semakin berani melakukan Kristenisasi secara terbuka bahkan keji. Mereka menggunakan Al-Qur`an dan Hadits dengan diputarbalikkan untuk membenarkan ajaran sesat mereka, dan untuk mengelabui umat Islam. Gerakan Kristenisasi bergerilya dengan kedok dakwah ukhuwwah dan shirathal mustaqim secara gencar dan tersembunyi, gerakan itu dikoordinasi oleh Yayasan NEHEMIA yang dipelopori Dr. Suadi Ben Abraham, Kholil Dinata dan Drs. Poernama Winangun alias H. Amos.
Mereka telah mengeluarkan beberapa buku di antaranya:
1. Upacara Ibadah Haji
2. Ayat-ayat yang menyelamatkan
3. Isa Alaihis salam dalam pandangan Islam
4. Riwayat singkat pusaka peninggalan Nabi Muhammad saw
5. Membina kerukunan umat beragama
6. Rahasia jalan ke surga
7. Siapakah yang bernama Allah itu?

Isi buku-buku dan brosur tersebut di atas diantaranya:
1. Upacara Ibadah Haji adalah penyembahan berhala tertutup
2. Islam agama khusus untuk orang Arab, Al-Qur`an kitab suci orang Arab dan Nabi Muhammad saw adalah nabi untuk orang Arab yang mengajarkan penyembahan berhala dan tidak akan selamat di akhirat
3. Tuhan orang Islam adalah batu hitam (hajar aswad)
4. Waktu shalat sangat kacau dan Al-Qur`an tidak relevan
5. Nabi Muhammad saw memperkosa gadis dibawah umur
6. Al-Qur`an untuk Iblis, Injil petunjuk bagi umat Islam yang taqwa
7. Bapaknya Yesus adalah Allah subhanahu wa ta`ala
8. Semua umat masuk Neraka kecuali umat Kristen
9. Nabi Muhammad saw wafat mewariskan kitab Injil
10. Khadijah, istri Nabi Muhammad saw beragama Kristen.

Sanggahan terhadap tuduhan-tuduhan keji tersebut:
1. Ibadah Haji dituduh sebagai penyembahan berhala tertutup, itu tuduhan keji. Tidak bolehnya orang non muslim ke Mekkah bukan untuk menutupi upacara ibadah haji. Dan ibadah haji itu tidak ada penyembahan berhala seperti dituduhkan H. Amos orang Kristen. Namun itu perintah langsung dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang artinya: Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini.(Q.S. At-Taubah 9:28). Tuduhan itu juga bertentangan dengan kenyataan, karena upacara ibadah haji ditayangkan pula ke berbagai negara di dunia lewat televisi. Terbukti tak ada penyembahan berhala dalam upacara ibadah haji dan tidak tertutup.
2. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dituduh hanya rasul untuk bangsa Arab, dan tidak akan selamat di akhirat. Tuduhan itu sangat jahat, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menegaskan dalam Al-Qur`an yang artinya: Dan Kami tiada mengutusmu (Muhammad) melainkan menjadi rahmat bagi semesta alam. (Q.S. Al-Anbiya 21:107). Dan tiadalah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk seluruh manusia sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Q.S.Saba`34:28). Al-Qur`an adalah suatu peringatan untuk semesta alam. (Q.S. At-Takwir 81:27 dan Al-Qalam 68:52). Dan Kami turunkan Al-Qur`an kepadamu (Muhammad) supaya engkau jelaskan umat manusia, apa-apa yang diturunkan kepada mereka, supaya mereka berpikir. (Q.S. An-Nahl 16:44). Muhammad bukanlah bapak salah seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup nabi-nabi, dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu. (Q.S. Al-Ahzab 33:40).
3. Tuduhan tentang Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak selamat di akhirat, maka harus dibacakan shalawat, itu tuduhan keji pula. Bisa diperbandingkan dengan keadaan bahwa bayi yang meninggal dunia pasti selamat akan masuk surga. Namun bayi yang meninggal itu tetap dishalati dan didoakan. Orang yang menshalati, mendoakan dan menguburkan mayit bayi ini akan mendapat pahala.
Terhadap bayi yang belum berjasa saja harus didoakan, apalagi terhadap seorang Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yang telah sangat berjasa bagi umat manusia. Ini sudah pas dari segi ajaran agama maupun akal yang mau menerimanya.
4. Tuduhan bahwa Islam mengajarkan penyembahan berhala batu hitam bernama Hajar Aswad, itu tuduhan yang amat keji dan licik. H. Amos memutarbalikkan fakta, Hajar Aswad dianggap sebagai berhala yang disisakan setelah 359 berhala dihancurkan, dengan mengutip hadits Bukhari tanpa disertai teksnya. Ternyata H. Amos sebagai orang Kristen bohong, karena Hajar Aswad bukan termasuk berhala. Teksnya Hadits Bukhari nomor 832, terjemahnya:
Dari Ibnu `Abbas ra katanya: Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mula-mula tiba di Makkah, beliau enggan hendak masuk Ka`bah karena di dalamnya banyak patung. Beliau memerintahkan supaya mengeluarkan patung-patung itu, maka dikeluarkan mereka semuanya termasuk patung Nabi Ibrahim dan Isma`il yang sedang memegang Azlam (alat untuk mengundi). Melihat itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Terkutuklah orang yang membuat patung itu!, Demi Allah sesungguhnya mereka tahu bahwa keduanya tidak pernah melakukan undian dengan Azlam, sekali-kali tidak. Kemudian beliau masuk ke dalam Ka`bah, lalu takbir di setiap pojok dan beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam shalat di dalamnya. (Shahih Bukhari No. 832).
5. Tuduhan tentang waktu shalat sangat kacau, itu tuduhan yang sangat mengada-ada. Penuduh membentrokkan ayat-ayat dengan hadits Bukhari tanpa mau memahami Q.S. Al-Isra 17:78 dan Q.S. Hud 11:114, dibentrokkan dengan hadits Bukhari nomor 211, lalu dikomentari bahwa yang dipakai hadits, bukan Al-Qur`an. Maka dituduh kacau. Padahal kalau mau memahami, ayat-ayat maupun hadits tersebut semuanya bermakna bahwa shalat wajib adalah 5 waktu sehari semalam, yaitu Shubuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib, dan `Isya.
6. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dituduh memperkosa gadis dibawah umur, itu tuduhan yang sangat menghina. Tuduhan itu hanya menunjukkan kebencian yang amat sangat, dan tidak bisa mengemukakan bukti-bukti larangan tentang menikahi gadis dalam batasan umur. Padahal umur 9 tahun seperti `Aisyah yang mulai diajak berumah tangga oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam setelah dinikahi pada umur 6 tahun, itu tidak ada larangan. Sedangkan gadis-gadis Arab-pun dalam usia 9 tahu sudah mungkin sekali haid, berarti dewasa. Jadi tuduhan itu hanyalah kebencian yang membabi buta. (lihat: Apakah Siti ‘Aisyah Menikah Dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Pada Usia 9 Tahun?)
Tuduhan-tuduhan lain yang mereka lontarkan terhadap Islam sifatnya sama; hanyalah kebencian dan kebohongan belaka. Orang-orang yang mau berpikir pasti paham bahwa tuduhan-tuduhan mereka itu menunjukkan betapa rendahnya moral mereka.
Orang-orang Kristen telah lama melancarkan program Kristenisasi dengan berbagai cara. Apa upaya kita dalam menghadapi kejahatan Kristenisasi?

Baca buku KH Bahauddin Madhury tentang dialog agama!