boykolot

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site


Leave a comment

Siapa Pahlawan itu (Who is the hero)?

Bung Tomo

Siapa pahlawan itu? Biasanya para sejarawan akan merujuk kepada tokoh yang memiliki rekam jejak (trackrecord) yang baik. Jika ada cacat atau kekurangan dari sang tokoh biasanya hal yang tidak mengurangi kepahlawanannya, terlibat tindak kriminal misalnya.

Dalam sejarahnya bangsa Indonesia memiliki banyak pahlawan. Mereka berjuang dalam berbagai bidang kehidupan, semenjak zaman penjajahan hingga hari ini. Raja-raja dulu yang menolak menyerah kepada kolonial Belanda, para pejuang kemerdekaan Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo, Syekh Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, Jend. Sudirman dan banyak lagi. Mereka pantas mendapat predikat pahlwan karena fakta sejarah membuktikan bahwa mereka berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indonesia! Berjuang tidak hanya dalam bentuk fisik, namun mereka yang berdiplomasi untuk kemerdekaan. Merdeka secara fisik dan merdeka dalam berekspresi dan berpikir.

Namun bagaimana mereka yang justru diam dan malah bergabung dengan penjajah Belanda untuk menikmati kesenangan dan cukup menjadi kacung, inlander atau budak? Walau secara fisik tidak tergabung dengan kolonial Belanda atau asing tapi hati dan pikirannya mendukung Belanda, bagaimana? Dapatkah mereka disebut sebagai pahlawan?

Atau pribumi yang ketika berkuasa mengintimidasi dan membunuhi rakyatnya sendiri, pantaskah disebut pahlawan? Rentetan pelanggaran kemanusiaan dapat diurut dan dirunut. Jika orang semacam ini dijadikan pahlwan akan menjadi beban berat bagi bangsa ini dan generasi mendatang.

Mereka yang memiliki kesadaran sejarah akan menolak dengan keras! Sebab, kekurangan (kerusakannya) melebihi nilai kebaikan dan kontribusi kepada bangsa ini! Mungkin secara pribadi dapar dimaafkan oleh rakyat, tapi sebagai penguasa yang banyak menimbulkan ketakutan dan korban jiwa?

Jadi, siapa yang layak disebut sebagai pahlawan? Bukan orang besar yang kelihatan besar dan bukan orang kecil yang kelihatan kecil, tapi mereka yang memiliki kontribusi pada bangsa ini dan bukan membuat bangsa ini bangsa kuli, baik itu kuli di zaman penjajahan dahulu maupun kuli modern di zaman neokolonialisme saat ini!

Nusantara, 10-11-2015

sumber: buku-buku sejarah dan koran

mengenang para pahlawan

Advertisements


Leave a comment

Bela Negara (defending the country)

Image result for senjata militer indonesia

Membaca tentang berita Bela Negara di media massa konsepnya masih simpang siur atau belum jelas atau  mungkin sudah ada tapi belum diketahui masyarakat secara umum.  Paling tidak dari pemberitaan, berkaitan dengan itu programnya seperti pelatihan militer walau agak diperlonggar. Namun dari negara Indonesia ini apa yang mesti dibela ketika dunia menuju keterbukaan? Negara Indonesia ini melalui pejabatnya banyak melakukan MOU (perjanjian) banyak hal, perdagangan bebas ASEAN, dunua dan lainnya. Jadi apa yang mesti dibela?

Perang sekarang walau dibeberapa tempat masih terjadi, terutama di kawasan Arab akibat invasi Amerika cs. telah bergeser, dari perang militer, ke perang ekonomi (perdagangan), cyber, budaya dan sebagainya. Jika hal itu semua menyerbu ke negara Indonesia dan telah terjadi bagaimana menangkalnya, apakah bisa dengan pasukan Bela Negara dengan senjata api atau bambu runcing? Tentu membelanya dengan kekuatan yang sama, ekonomi, syber, budaya dsb.

Image result for cyber

Lalu bagaimana pasukan itu akan membela negara ketika kekayaan alam dikuras dan dirampok korporasi asing, semisal Freeport, Exxon, Chevron, Newmont, dan banyak lagi selama bertahun-tahun? Konon, akan diperpanjang lagi, menurut pejabat inlander! Rakyat belum mendapat kepastian jawaban dari pemerintah saat ini!

Akibat kejahatan luar biasa korporasi asing itu rakyat Indonesia menjadi miskin, sekolah-sekolah ambruk, jembatan rusak, jalan rusak dan belum tersedia, dan sekian masalah lagi.

Jadi apakah membela negara dengan cara lama dan sederhana? Padahal sudah lama negara ini diintervensi kepentingan asing, kebijakan dan undang-undang sering menyengsarakan rakyat dan di sisi lain menguntungkan pihak asing! Para pejabat lebih nyaman mengambil kebijakan yang menekan rakyat daripada bagaimana mengenyahkan atau memutus kontrak korporasi asing yang melakukan kejahatan dan melanggar konstitusi! Sebagai perbandingan, di negara lain, justru rakyatnya yang dibela dan bangsa pendatang yang dipersulit. Tapi di negara ini terbalik, rakyat sendiri yang ditekan, dimarjinalkan dan diintimidasi!!

Bela negara, belalah kepentingan rakyat Indonesia untuk dapat kesehatan layak, pendidikan dan kesejahteraan!!

Nusantara, 2-10-2015

wong ngindonesia


2 Comments

Apa Makna Kunjungan Jokowi ke Amerika? (He Goes to Amerika With Smoke)

Apa makna kunjungan Joko Widodo ke Amerika? Mungkin agenda sudah ada walau sampai kini publik Indonesia belum mengetahui rincian rencana yang akan dan telah dibicarakan.

Rakyat Indonesia berharap kunjungan itu memiliki maka penting bagi Indonesia, terutama perbaikan ekonomi, transfortasi, teknologi dan sebagainya.

Tapi agaknya rakyat sangsi. Sebab, hubungan Indonesia dan Amerika bukanlah hubungan yang setara dan berkeadilan. Hubungan dua negara itu, setelah Bung Karno tiada, berubah menjadi hubungan yang tak seimbang, Amerika menjadi tuan dan Indonesia menjadi budak yang diperas baik tenaganya dan lebih-lebih kekayaan alamnya.

Rakyat sudah tahu apa yang dirampok Amerika cs dari Indonesia! Tinggal pemimpin mengkonsolidasi kekuatan rakyat untuk mendukung kebijakan yang pro kesejahteraan rakyat, maka ia memiliki modal! Tapi jika tidak, semuanya hanya hiasan di media.

Sebenarnya kunjungan itu akan bermakna dan memiliki nilai jika posisi Indonesia setara dalam makna yang sesungguhnya. Indonesia memiki daya tawar dalam percaturan global, sebab telah memiliki kekuatan ekonomi, politik dan teknologi.

Tapi jika kekuatan itu semua tak ada, negara Indonesia hanya akan menjadi sapi perah bahan-bahan tambang dan kekayaan alam lainnya dan tenaga murah (buruh) yang dieksploitasi pabrik sepatu bermerek! (lihat video John Filger tentang Indonesia)

Apa makna penting kunjungan itu? Rakyat tak peduli. Sekedar jalan-jalan untuk bertemu sang idola? …

Nusantara, 30-10-2015

anak bangsa


2 Comments

Sri Bintang Pamungkas: Jokowi Bagian Dari Rekayasa Cina Jajah Indonesia

Pengamat politik Sri Bintang Pamungkas menengarai ada indikasi penguasaan etnis Cina dalam agenda pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) serentak di Indonesia.

Sri Bintang Pamungkas yang masih aktif menjadi dosen Universitas Indonesia (UI) ini menilai agenda pilkada serentak telah disusupi oleh calon-calon kepala daerah asal etnis Cina. Lantaran penyelenggaraannya akan bersifat serentak di seluruh Indonesia, Sri Bintang bilang, akan sulit untuk dikoreksi.

“Masyarakat sekarang ini tidak menyadari bahwa kelompok ini (Cina) mau melakukan rekayasa seperti itu (penguasaan politik),” ia memaparkan, “Jokowi adalah bagian dari rekayasa ini, bahkan rekayasa ini sudah muncul sebelum tahun 1965.”

Ia pun menduga bahwa kelompok Cina perantauan di Indonesia terlibat dalam agenda menguasai Indonesia secara politik. “Peristiwa anti-Cina yang pecah di Cirebon melebar ke seluruh Jawa Barat dan Bandung pada Mei tahun 1963 menjadi katalisator balas dendam Cina perantauan terhadap bangsa Indonesia,” sebutnya.

Kata Sri Bintang, Cina perantauan ini memiliki keinginan untuk menguasai Indonesia dan sejak Orde Baru telah diberikan kesempatan oleh Soeharto untuk menguasai ekonomi Indonesia.

“Di dunia tidak ada penjajah kecuali kulit putih dan kulit kuning,” tukas Sri Bintang Pamungkas.

Pendiri dan Ketua Partai PUDI (Partai Uni Demokrasi Indonesia) ini menyatakan, Bangsa Indonesia sejak dulu selalu baik terhadap kaum pendatang. “Pada masa sebelum kemerdekaan Indonesia selalu terbuka pada Belanda dan Jepang, namun pada akhirnya kedua bangsa tersebut malah menjadikan Indonesia sebagai bangsa jajahan selama 350 tahun,” kata dia.

Ia menambahkan, penguasaan terhadap Indonesia akan menjadi sangat intensif bila kepala-kepala daerah diisi etnis Cina. “Seperti Singapura, bangsa Melayunya telah tersingkir,” sebutnya.

Dikatakannya, bahkan Wakil Perdana Menteri Cina Liu Yandong sendiri dalam pidatonya di Auditorium FISIP UI, Rabu (27/5) menyatakan akan ada pertukaran 10 juta pemuda dan pemudi Cina ke Indonesia. “Indonesia akan menjadi lahan imigrasi bagi Cina. Ini bukan pertukaran namun imigrasi legal,” imbuhnya menyesalkan.

Ia pun mengecam Pemerintahan Joko-JK yang tidak bisa berbuat apa-apa, meskipun konglomerat Cina di Indonesia enggan membayar pajak sehingga Indonesia seolah-olah terdesak meminjam utang kepada Cina. Padahal, menurut Sri Bintang Pamungkas, uang pinjaman tersebut adalah dana kompensasi bagi 10 juta imigran Cina yang sebagiannya berangsur-angsur sudah mulai berdatangan ke Indonesia.

Lantas kemanakah pribuminya? Bisa jadi, kebanyakan pribumi saat ini malah asyik terus menggosok batu akik dan melupakan jika sebentar lagi mereka akan jadi jongos di negeri sendiri. (paste rz)


Leave a comment

Korea : Raksasa Tidur Itu Bernama Indonesia

Posted by Ronin Samurai in Kisah


Seorang sahabat baik saya asal Korea Selatan Mr. Kim yang juga adalah Kepala
Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi di Korsel (sejenis BPPT di
Indonesia) sekitar setahun lalu pernah ucapkan kepada saya bahwa Indonesia itu
seperti raksasa yang sedang tidur (The Sleeping Giant). Dia ucapkan analogi itu
karena melihat potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia berdasarkan luas
wilayah, jumlah penduduk dan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia.

Mr. Kim membandingkan Indonesia dengan Korea. Luas Republik Korea Selatan hanya
100.300 km2, dengan penduduk sekitar 50 juta jiwa, bandingkan dengan luas Pulau
Jawa 137.000 km2 dengan penduduk 130 juta jiwa. Korea Selatan terletak di
Semenanjung Korea dengan kondisi alam yang bergunung dan berbukit. Hanya
sekitar 20% dari luas daratannya yang bisa dihuni manusia atau diolah menjadi
lahan pertanian. Bertolakbelakang dengan Pulau Jawa yang luas lahan pertanian
dan hunian manusianya mencapai 80% dari total luas Pulau Jawa.

Pulau Jawa yang sangat subur dan pernah menjadi lumbung pangan Indonesia itu
kini disesaki oleh padatnya manusia, pabrik dan kawasan industri. Lahan
pertanian dan perkebunan menyusut drastis. Predikat pulau Jawa sebagai ”Lumbung
Pangan Indonesia” pun sudah menghilang.

Korea seperti halnya Taiwan dan Singapore adalah negara yang memiliki luas
wilayah daratan sangat kecil. Lahan pertanian Korsel dan Taiwan sangat
terbatas. Apalagi Singapore yang malah tidak punya lahan pertanian sama sekali
dan kebutuhan pangannya 100% impor. Negara – negara seperti ini sangat iri
kepada Indonesia yang luas daratannya hampir 2 juta km2. Imajinasi mengenai apa
yang akan dilakukan jika punya negara seluas Indonesia selalu terbayang
menari-nari di benak mereka.

Keterbatasan luas daratan menyebabkan Korea, Taiwan dan Singapore mencari cara
terbaik untuk memenuhi kebutuhan dan mensejahterakan rakyatnya. Tumpuan mereka
adalah sektor teknologi, jasa keuangan dan pariwisata, perdagangan
internasional, industrialisasi dan sebagainya, yang smuanya itu tidak
memerlukan lahan / tanah yang luas. Taiwan dan Korsel terkenal sebagai produsen
elektronik terkemuka dan terbesar di dunia. Mereka mengungguli dunia barat
dalam industri elektronik dan perkapalan. Rahasia kemajuan dan kemakmuran
mereka terletak pada ribuan penemuan baru setiap tahun di bidang teknologi
tepat guna dan tersedianya industrialisasi untuk semua penemuan baru itu. Luar
biasa.

Meski Korea sudah lama menjadi negara maju dan makmur namun mereka tetap ingin
dan selalu bermimpi miliki lahan yang luas. Berbagai pembatasan dan hambatan
dari sejumlah negara tertentu dimana mereka berinvestasi telah menjadi ancaman
serius pada usaha pemerintah Korea untuk menjamin dan mempertahankan
kesejahteraan yang telah mereka capai selama ini.

China dan India adalah dua negara tujuan investasi Korea yang terbesar. Di
China saja saat ini terdapat lebih 22.000 perusahaan asal Korea. Namun, sejak
beberapa tahun terakhir ini, Pemerintah China, juga India mulai “mempersulit”
ribuan perusahaan tersebut dengan menaikan Upah Minimum Karyawan dan selalu
berusaha mencuri rahasia teknologi yang digunakan oleh perusahan – perusahaan
Korea di sana. Soal reputasi curi mencuri atau bajak membaca teknologi adalah
merupakan hobi China yang sudah sangat terkenal di seluruh dunia.

Berbeda dengan China, Taiwan apalagi Jepang, menurut Mr. Kim putra seorang
jenderal pada masa Perang Korea (1950-1955), yang juga adalah kakak angkat saya
itu, Indonesia merupakan surga bagi investasi Korea. Selama 10 tahun terakhir,
Indonesia perlahan – lahan mulai menjadi negara favorit tujuan investasi Korea.

Semua yang ada di Indonesia sangat menyenangkan investor Korea kecuali atas 3
hal, yakni : 1. korupsi dan kebobrokan birokrasi, 2. keterbatasan infrastruktur
(listrik, telpon, jalan, pelabuhan dan sejenisnya) serta 3. kemalasan dan
kelambanan yang nenjadi sifat umum mayoritas pekerja Indonesia.

Jika tiga hal tadi dapat diatasi oleh pemerintah Indonesia, Mr. Kim ini sangat
yakin Indonesia akan menjelma menjadi negara super power terutama di bidang
ekonomi. Mengenai hal yang lain, tidak ada yang kurang dari Indonesia. “Tuhan
begitu sayang pada negara ini” ujar Mr. Kim suatu saat ketika kami berbincang
di sebuah hotel di depan bundaran air mancur HI, Jakarta Pusat pada akhir tahun
lalu.

Saking kagum dan tertariknya Mr. Kim itu terhadap Indonesia, dia berkali – kali
selalu mengatakan ingin mati dan dikubur di bumi Indonesia. Dari ucapan dan
sinar matanya yang tulus, saya percaya pada niatnya tersebut.

Apakah nanti, dalam waktu dekat Indonesia bisa mengatasi 3 penyakit itu ?
Apakah nanti Indonesia bisa menjadi raksasa yang terbangun dari tidur
panjangnya ? Atau bahkan menjadi raksasa yang menggeliat dan menggetarkan dunia
? Wallahualam Bissawab …Sangat tergantung kesungguhan rakyat dan pemerintah
Indonesia sendiri. Semoga. Aamin