boykolot

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site


Leave a comment

haus kekuasaan

Image result for orang berteriak

Orang yang kehausan biasanya akan meminum apa saja yang ada didekatnya sampai hausnya hilang. Tapi jika itu “haus kekuasaan” bagaimana mengatasinya. Tentu seseorang akan meraihnya dengan cara apapun untuk memenuhi hasrat itu. Apakah orang yang haus kekuasaan dapat dilihat dari model tubuhnya atau mungkin bentuk wajahnya? Agaknya tak bisa dilihat dengan cara itu.

Orang-orang jenis ini akan terlihat jika ditelisik jejak langkahnya (track record) semasa sebelum menjadi penguasa. Jika orang itu kelihatan mukanya sangar belum tentu ia seorang yang “haus kekuasaan” dan bisa sebaliknya. Juga orang yang kalem ternyata haus kekuasaan dan bahkan bisa menjadi “pembunuh berdarah dingin”.  Jadi, dari segi bentuk fisik banyak kemungkinannya.

Pada masa lalu bangsa ini memiliki penguasa yang kelihatan kalem, jika marah tak pernah ditunjukkannya dan hanya mengatakan gebuk. Kata gebuk ternyata dalam sejarah politik bangsa ini begitu nyata dan menjadi trauma hingga kini. Sampai kini para pendukungnya aman sebab menyembunyikan identitas mereka atau menyamar menjadi orang baru. Atau istilah lainnya “orang lama kostum baru”.

Kini, setelah reformasi, orang-orang yang haus kekuasaan bergentayangan dan didukung oleh kekuatan lama yang dulu menjadi pendukung rezim otoriter. Kelihatan kalem dan tak mau berkuasa, namun berkali-kali khianati janjinya kepada rakyat, ketika ia menduduki kursi kekuasaan baru sebentar sudah berhenti dan pindah ke kursi yang lebih tingg dan begitu hingga ia menduduki jabatan tertinggi. Mengapa bisa terjadi? Begitulah rekayasa politik kekuatan lama yang ingin berkuasa dari balik layar.

Juga sesorang yang selalu berkata tidak haus kekuasaan tapi berkhianat meminggirkan rakyat yang semestinya dibelanya.

Semua itu hanya dilihat dari jejak langkah ketika mereka meraih kekuasaan dan apa yang diperbuat saat berkuasa. Jejak langkah mereka terbaca ‘siapa sesungguhnya mereka’? (meminjam istilah tetralogi Pram)

Image result for kursi kekuasaan

Nusantara, 13 September 2016

warga

Advertisements


Leave a comment

Syafii Maarif: Polisi Sengaja Cari-cari Kesalahan Bambang Widjojanto

(Rabu, 11 Maret 2015 06:30 WIB)
Syafii Maarif: Polisi Sengaja Cari-cari Kesalahan Bambang Widjojanto
 A Syafii Maarif

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penetapan tersangka terhadap Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) non aktif, Bambang Widjojanto (BW), adalah bentuk kriminalisasi oleh Polri kata ketua tim Sembilan, Buya Syafii Maarif. Kata dia Polisi memang sengaja mencari-cari kesalahan Bambang.

“BW itu saya tidak tahu dimana salahnya itu, tapi sudah dibegitukan,” kata Buya usai menemui Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, di kantor Wapres, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2015).

Bambang ditetapkan sebagai tersangka kasus pemberian keterangan palsu, pada sidang sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Waringin Barat di Mahkamah Konstitusi pada 2010 lalu. Ia ditetapkan sehari setelah KPK mengumumkan penetapan tersangka terhadap Komjen Budi Gunawan.

Buya dalam pertemuannya dengan JK sempat membicarakan kasus BW, dan mendiskusikan kemungkinan penghentian penyidikannya kasus-kasus yang diduga merupakan bentuk kriminalisasi oleh Polri.

“Jangan sampai tersandera bangsa ini, Ini harus cepat diselesaikan supaya rakyat punya harapan kembali bahwa ada pemerintah,” jelasnya.

Selain kasus BW, Buya juga mengaku sempat membahas kasus kriminalisasi penyidik KPK bernama Novel, serta kasus somasi yang dilayangkan Polisi terhadap Komnas HAM, dan kasus umum yang menjerat para pejabat Ombudsman.

“Jangan hanya bicara khusus kriminalisasi KPK, semua rakyat Indonesia, semua manusia bahkan, tidak boleh dikirimnilasisai kalau memang tidak salah. Kriminalisasi mencari kesalahan yang tidak salah,” jelasnya.

Saat ditanya soal kasus dugaan pemalsuan dokumen yang menjerat Ketua KPK non aktiv, Abraham Samad (AS), Buya mengatakan soal itu ia belum membahasnya dengan JK. Selain itu, jawaban yang sama juga dikatakan Buya soal kasus dugaan korupsi proyek Payment Gateway, yang menjerat mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Deny Indrayana.

“Saya tak mau omong soal AS, Deny. Saya tidak menjawab dulu, karena ini perlu infomasi lebih lanjut, saya tdak komentar apa-apa tentang ini,” tandasnya.

20140127_161128_aswata-takaful-targetkan-premi-15-miliar.jpg