boykolot

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site


Leave a comment

BLBI dan Century Gate (600 T+ 6,7 T)

Ini persoalan bank yang diberi bantuan pemerintah, tapi uang itu dimaling (diembat) pemiliknya sendiri. Ketika kekuasaan lama kolaps dan terjadi krisis ekonomi. Peristiwa itu sudah cukup lama tahun 1997-1998.  BLBI atau bantuan likuiditas bank Indonesia, dan bank Century belakangan. Jumlahnya tak tangung-tanggung, BLBI 600 triliun lebih dan Century 6,7 triliun.

Kasus BLBI dan uang yang dicuri kebayakan taipan belum kembali. Mereka lari ke luar negeri, ke Australia, Singapur, Cina dll. Mereka membawa uang dari Indonesia. Kita tak usah mengidentifikasi dari jenis apa mereka. Hukum hanya menjerat perbuatannya. Begitupun dengan bank Century yang dicuri pemiliknya, R Tantular (bukan Empu Tantular).

Uang untuk bantuan yang hilang dibawa kabur para taipan itu adalah pinjaman negara ke bank dunia. Siapa yang membayarnya? Negara sampai kini terus menyicil hutang itu dengan bunganya. Ini beban berat bagi bangsa ini. Tapi mereka tertawa telah berhasil mencuri uang triliunan, mungkin, disertai rasa khawatir.

Jika jumlah uang itu untuk membangun sekolah dan membayar gurunya, tak akan ada cerita sekolah roboh atau putus sekolah.

nusantara, 27-4-2016


Leave a comment

proxy war by freeport in indonesia?

Kronologi Pertemuan Keluarga JK dengan Bos Freeport

Asal usul Freeport mengapa melakukan eksplorasi, penambangan dan pengerukan, pengangkutan serta perampokan barang tambang di Indonesia yang semula misterius sedikit demi sedikit mulai terkuak. Mereka banyak melakuakan lobi, terutama terhadap para pejabat Orde Baru (New Order). Sebelumnya terhadap Orde Lama tak berhasil, sebab Bung Karno sangat hati-hati terhadap keinginan asing, terutama Amerika. Pada rezim Orde Baru mereka bisa masuk, setelah Bung Karno tumbang, tahun 1966-1967.

Sejak Orde Baru hingga kini asing banyak menguasai kekayaan tambang Indonesia, dengan perjanjian yang tak jelas. Ketidakjelasan ini berlanjut sebab mereka melobi dan menyuap para pejabat yang dengan mudah dibodohi kaum asing.

Kini, paska Orde Baru mereka melakukan hal sama, namun zaman telah berubah. Oleh karena itu mereka menggunakan pihak ketiga, yakni orang dalam sendiri yang memahami peta politik dan kawasan Indonesia, yang mau diajak kerja sama dan berkhianat kepada negara. Siapa mereka? Para antek asing yang sudah diberi uang atau pernah dibantu atau dibiayai asing. ‘Tidak ada makan siang gratis bukan?’

Freeport dari Amerika salah satunya, dan banyak korporasi lainnya. Melalui Presiden direkturnya, para pejabat Indonesia diadu domba, antara pejabat legislatif (DPR) dan eksekutif (menteri ESDEM), dengan menyiarkan sadapan pembicaraan ke media. Dalam rekaman yang terdiri 3 orang, PRESDIR Freeport sebagai perekam, SN, MR tak ada kesepakatan apapun, hanya seperti orang ‘ngobrol’.

Kasusnya sedang ditangani MKD (majelis kehormatan dewan) dan lemabaga lain. Namun, hingga kini belum jelas ujung pangkalnnya. SN  mendahului hasil keputusan sidang MKD. Sebagaimana banyak diberitakan di media massa.

Gaduh politk itu sengaja diciptakan agar perhatian masyarakat beralih ke kasus perseteruan para elit, dan bukannya pelanggaran Freeport  yang luar biasa, yang melakukan pengerukan, pencemaran lingkungan dengan limbah, pemiskinan dan pelanggaran konstitusi negara Indonesia (Pasal 33 UUD 1945) dan banyak lagi. Dengan politik yang kacau mereka bisa leluasa untuk memuluskan dan memetik keinginan mereka, yakni eksploitasi tambang emas, perak, tembaga untuk kemakmuran Amerika.

Jika mudah diadu domba dan tidak bersatu maka kehancuran akan menanti….

Nusantara, 14-12-2015

rujukan

dari berbagai sumber


Leave a comment

Freeport, Akankah Didiamkan Merampok Emas Indonesia untuk Kemakmuran dan Kemegahan Amerika? Tak ada kata lain, Usir!!

Data FREEPORT *

Sejak 1967 pada awal era Suharto hingga kini Freeport masih menggangsir bumi Papua, menambang emas, perak, dan tembaga. Selama hampir setengah abad itu telah muncul pelbagai masalah, terutama menyangkut jatah penerimaan negara karena kurang optimal. Masalah lain ihwal minimnya peran negara, terutama Badan Usaha Milik Negara, untuk ikut mengelola tambang dikuasai Freeport McMoran di daerah Mimika, Papua, itu.

Rupa-rupa persoalan itu mengakibatkan desakan terhadap pemerintah melakukan renegosiasi kontrak karya agar lebih menguntungkan negara dan rakyat Papua. Menurut Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (Iress) Marwan Batubara, Freeport merasa dirinya digdaya karena di bawah bendera Amerika Serikat.

Dia menjelaskan setelah Freeport McMoran menikmati keuntungan besar, mereka seperti emoh membagi keuntungan lebih banyak dengan pemerintah. Kontrak karya itu pertama kali ditandatangani pada 1967 berdasarkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan Pertambangan.

Berikutnya pada 1991 kontrak karya kedua kembali diteken dan berlaku 30 tahun mendatang, dengan opsi perpanjangan dua kali, masing-masing 10 tahun. Pemerintah sempat meminta renegosiasi kontrak karya itu. Sebab beleid baru tentang pertambangan sudah lahir, yakni Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentan Minerba.

Namun Freeport tidak mau mengubah kontrak sesuai akta itu. “Mereka mengancam bakal memperkarakan ke pengadilan arbitrase internasional. Jadi persoalannya lebih pada arogansi kekuasaan. Di sisi lain, pemimpin kita pengecut,”. Menurut Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (Iress) Marwan Batubara, Freeport merasa dirinya digdaya karena di bawah bendera Amerika Serikat.

Berdasarkan data yang dirilis Oleh PT Freeport Indonesia dan dimuat oleh BBC news, bahwa akibat kerugian yang ditimbulkan oleh karyawan PT Freeport Indonesia pada aksi mogok perharinya mencapai US$19 juta atau sekitar Rp 114 miliar per hari dengan kurs USD$ 1 = Rp. 6000.
Maka manusia awam sekalipun dapat menebak, berapa besar penghasilan PT Freeport Indonesia perhari. Artinya “kerugian” yang disampaikan sebagai akibat pemogokan dapat dibaca sebagai sebuah “Keuntungan/pemasukan” bersih PT Freeport Indonesia yang diperoleh setiap hari adalah : US $19 juta atau sekitar Rp 114 miliar dengan kurs USD$ 1 = Rp. 6000..

Coba silahkan hitung jika penghasilan Freeport perhari US$19jt atau dalam Rupiah 114 milyar dengan kurs USD$ 1 = Rp. 6000.
Lalu berapa pemasukan perbulan..??

USD$ 19.000.000 x 30 = USD$ 570.000.000 atau dalam kurs rupiah jika kurs dollar sekarang tahun 2014 USD$ 1 = Rp 11.500, Maka USD$ 570.000.000 x Rp 11.500 = Rp. 6.555.000.000 atau Rp. 6,5 Trilyun.
Berapa pemasukan Freeport pertahun..??? maka hasilnya Rp. 6,5 trilyun x 12 bulan = Rp. 78 Trilyun.

Maka coba lihat kembali ke atas hutang terbanyak indonesia pada era presiden sama2 dari MILITER yaitu Suharto dan SBY, Hutang pada era Suharto rata-rata sebesar Rp. 46 trilyun/Thn dan pada era SBY utang indonesia kepada IMF (Bank Dunia Milik AMERIKA) rata-rata sebesar Rp. 80 Trilyun/Thn.

Ini Artinya Amerika ambil kekayaan alam indonesia lewat FREEPORT, lalu uangnya dihutangkan kembali kepada indonesia dengan di bebani bunga dan masa jatuh tempo.
Kok bisa2nya mau ganyang amerika wong utangnya saja segunung, siapapun presidennya nanti akan menjadi pertaruhan berat.
Perlu presiden yang dekat dengan rakyat karena perlu kerjasama antara presiden dengan rakyat untuk melunasi semua utang tersebut, salah satunya dengan cara menarik subsidi pemerintah yang terlanjur mendarah daging membuai masyarakat indonesia sejak dulu yg mengakibatkan hutang kepada IMF sudah menjadi budaya bangsa ini seolah-olah dana tersebut seperti hibah yang berbunga, maka bersiap-siaplah masyarakat Indonesia kencangkan pinggang kuat-kuat untuk perbanyak berpuasa.

Hebaat Selamat berbahagia buat Amerika atas kecerdikannya dan selamat BERDUKA CITA buat Indonesia atas kebodohannya.

(dari berbagai sumber)


Leave a comment

Presiden Bank Dunia Tawarkan Utang Rp144 Triliun

Rabu, 20 Mei 2015 | 12:04 WIB
Presiden Bank Dunia Tawarkan Utang Rp144 Triliun
Presiden Jokowi menerima kunjungan Presiden Bank Dunia, Jim Young Kim, di Jakarta. (Antara/ A Wahyu)
VIVA.co.id – Presiden Kelompok Bank Dunia menawarkan pinjaman hingga US$11 miliar atau setara dengan Rp144,85 triliun untuk pendanaan baru selama tiga sampai empat tahun ke depan bagi Indonesia, yang menurut Bank Dunia menjadi negara terbesar keempat di dunia.

Dalam kunjungan pertamanya ke Indonesia sebagai Presiden Kelompok Bank Dunia, Jim Yong Kim, menawarkan dukungan Bank Dunia kepada Presiden Joko Widodo.

Seperti diketahui, Bank Dunia pertama kali membuka kantor di Jakarta pada 1968. Kantor ini adalah perwakilan pertama di luar Washington D.C yang hingga hari ini masih merupakan kantor perwakilan terbesar.

“Kelompok Bank Dunia berkomitmen untuk membangun kemitraan erat dengan Indonesia, kemitraan yang telah berlangsung selama enam dekade,” kata Kim, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Rabu 20 Mei 2015.

“Kami ingin mewujudkan salah satu komitmen pendanaan kami yang terbesar di dunia untuk Indonesia melalui kantor perwakilan Jakarta. Kami ingin berbagi dengan Indonesia akan pengetahuan global dan keahlian teknis kami di berbagai sektor seperti energi, kesehatan, pendidikan, ekonomi maritim sampai ke pelayanan masyarakat di daerah,” tambahnya.

Kim memuji pertumbuhan ekonomi Indonesia yang secara rata-rata tumbuh enam persen dalam 10 tahun terakhir.

Menurutnya, Indonesia juga telah berhasil memangkas separuh jumlah penduduk yang menderita kemiskinan ekstrem dalam 15 tahun ke angka 11,3 persen hari ini.

“Membantu 25 juta orang keluar dari kemiskinan dalam kurun waktu kurang dari satu generasi adalah sebuah pencapaian besar,” kata Kim.

Dia memaparkan, tujuan utama Kelompok Bank Dunia adalah mengakhiri kemiskinan ekstrem pada tahun 2030 dan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan dari 40 persen penduduk termiskin di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah.

Kim mengaku, telah melakukan reorganisasi Kelompok Bank Dunia dengan struktur baru yang berfokus pada upaya pengumpulan dan berbagi informasi antar negara tentang pengalaman-pengalaman terbaik di berbagai sektor.

“Kami ingin mempermudah negara-negara anggota untuk memperoleh manfaat dari kelebihan yang kami miliki: pengalaman kami yang banyak dalam bidang pembangunan, dipadu dengan dukungan finansial jangka panjang,” katanya.

Dia mengungkapkan, dari rencana pinjaman sebesar US$11 miliar tersebut, US$8 miliar akan berasal dari Bank Dunia (International Bank for Reconstruction and Development atau IBRD) dan US$3 miliar berasal dari International Finance Corporation (IFC) dan Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA).

Dia menjelaskan, angka US$8 miliar dari IBRD mencerminkan kenaikan pinjaman kepada Indonesia sebesar 25 persen dari periode empat tahun sebelumnya.

Adapun, IBRD telah memberi pinjaman kepada pemerintah negara-negara berkembang dan negara berpendapatan rendah yang layak kredit.

IFC mendanai proyek-proyek investasi, memobilisasi dana di pasar keuangan internasional dan menyediakan jasa konsultasi kepada sektor swasta dan pemerintahan. MIGA menawarkan asuransi risiko politik (garansi) kepada investor dan peminjam.

Pada hari pertama kunjungannya di Indonesia, Kim bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubawono X, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Kim juga akan mengunjungi Rekompak, proyek rekonstruksi pasca-bencana berbasis masyarakat di Yogyakarta, dan pusat pelayanan kesehatan dasar di Jawa Tengah.

Pada hari kedua kunjungannya, Kim akan mengunjungi Pelabuhan Sunda Kelapa dan Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta untuk melihat tantangan infrastruktur Indonesia. Kunjungan  Kim akan berakhir pada 22 Mei.

(Siti Nuraisyah Dewi)


2 Comments

Ada Rakyat Yang Dituduh ISIS, Mengapa?

Pemerintahan lama telah berlalu, dan kini pemerintahan baru, tapi pendidikan dan kesejahteraan rakyat baik di kota maupun di pedesaan tetap tak berubah secara berarti!
Kehidupan rakyat yang sulit itu sebab di negeri ini yang menjadi tuan adalah orang asing, asing dari Barat dan dari Timur jauh.

Namun, kehidupan rakyat yang sulit itu bukannya justru dibantu pemerintah, malah ia menuduh rakyat macam-macam tuduhan, teroris, gabung ISIS (Islamic state of Iraq and Syria) atau lainnya yang dikaitkan dengan agama. Tuduhan itu serius tapi tanpa bukti jelas dan terang, hanya berdasarkan praduga dan bersumber dari media (asing)!
Memang negara ini telah dikuasai asing sehingga segala informasi yang dianggap dipercaya dari sumber asing! Hampir semua media menulis dengan nada yang sama. Media tak mengungkap mengapa timbul ISIS di kawasan Arab, Suriah dan Iraq? Iraq dan Suriah adalah dua negara yang berbeda, mungkinkah digabung?
Jika ditelisik dan dilihat asal-usul secara makro. Kawasan itu menjadi kacau atau kawasan perang (war area) adalah akibat ulah Amerika yang dibantu para anteknya! Jika saja AS tidak memulai membombardir Iraq, Afganistan dan kawasan lain secara semena-mena maka kawasan itu tak akan menjadi ladang pembantaian dan perang saudara! ini akibat keserakahan politik luar negeri Amerika!
AS menyerang negara Iraq dengan tuduhan tanpa dasar dan bohong! Begitupun di Afganistan dan kawasan lain.
Jadi, sebenarnya kekacauan di berbagai negara, sebenarnya akibat ulah negara-negara besar, yang intinya untuk mencari sumber alam untuk membangun dan memperkaya negara mereka!
Negara Indonesia pun (pemerintah) menjadi anteknya sehingga hanya mampu menekan, memarginalkan, melecehkan dan menghinakan rakyat dan bukan memberi pendidikan dan menyejahterakannya! Justru yang sejahtera di Indonesia adalah segelintir pejabat, asing Barat dan Timur jauh!
Menuduh rakyat gabung dan menjadi anggota ISIS adalah isu yang dimunculkan, bisa jadi untuk mengalihkan perhatian agar tak mengkritik pemerintah yang tak mampu mengelola negara, memberi penidikan yang baik dan  menyejahterakan rakyatnya!!

Nusantara, 24-3-2015
anak bangsa


1 Comment

Semut di Sebrang Lautan Tampak (ISIS) dan Gajah di Pelupuk Mata Tak Tampak (Freeport cs.)

Persoalan yang membuat miskin rakyat negeri ini dibiarkan dan tak dipersoalkan baik oleh para elit maupu tampak di media, namun masalah yang tak menggangu nasib sebuah bangsa justru ramai dibicarakan.

Sungguh aneh bangsa ini! Yang aneh jalan pikirannya adalah para elit. Bukankah ISIS atau yang disebut ‘teroris’ jauh di sana di kawasan Arab dan tak jelas asal usulnya yang hanya terdengar dari suatu media tertentu tapi menjadi masygul para petinggi? Juga mungkinkah dua negara, Iraq dan Suriah digabung dan siapa yang memiliki otoritas itu? Namun, mengapa korporasi asing yang faktanya merampok, menguras, menjajah, memperbudak negeri ini didiamkan saja?
Jika dikalkulasi kekayaan alam yang hilang itu untuk membangun dan menyejahterakan rakyatnya maka alangkah bangganya menjadi ‘bangsa Indonesia’! Tapi nyatanya kita malu menjadi bangsa Indonesia sebab para elit juga kehilanggan jati diri dan harga diri sehingga hanya mampu menekan, memarjinalkan dan menghinakan rakyatnya sendiri!!

Maka jika ada warga negara yang mencari jalannya sendiri untuk menaikkan tarap hidup selama tidak merugikan dan menghilangkan keutuhan NKRI sebaiknya direlakan saja…. Toh selama ini negara (penguasanya) tunduk dan diam ketika kekayaan alam sebagai hajat orang banyak justru dibiarkan hilang dirampok orang! Sementara rakyat hidup dalam kemiskinan.

ISIS yang tampak di media sangat biadab! Tapi siapa yang dapat mejamin jika berita itu bukan rekayasa? Mereka memang sepertinya berbahaya tapi apakah akan mengancam keutuhan negara ini? Apakah kelompok separatis di kawasan Arab itu telah merugikan negara Indonesia ini? Jika memang itu betul dilakukan separatis itu, kekerasan dan kekejian bukanlah terkait dengan ajaran agama, tapi itu politik yang menumpang pada agama! Justru ancaman yang nyata adalah ketidakjujuran para elit dalam mengelola negara yang akan membuat negara ini hancur! Aset berharga bangsa ini mereka jual dengan murah! Peraturan dan undang-undang seenaknya dibuat untuk kepentingan para kapitalis asing!

Apakah ancaman itu sejatinya hanya imajinasi, angan-angan atau paranoid, yang sengaja ditebarkan untuk menimbulkan efek ketakutan di masyarakat, sementara yang nyata dialami dan dirasakan rakyat untuk dilupakan?!

Jadi kecerdasannya dimana para elit itu?

Cerdas bukan hanya mampu menyelesaikan sekolah tingkat doktor, tapi seberapa manfaatkah kecerdasannya untuk kemajuan bangsa ini secara real dan bukan hanya tampak dalam kertas dan terutama di media (pencitraan)!! Wahai para pembesar negeri, doktor, elit atau apa pun ‘panggilan nama baiknya’ janganlah mengulang-ulang kebohongan para kapitalis untuk menghibur rakyatnya sendiri!

tentara ISIS muncul akibat ulah AS cs

warga Indonesia jadi tentara Amerika

nusantara, 0-3-2015


1 Comment

Neokolonialisme dan Dampaknya bagi Negara-Negara Berkembang (neocolonialism and the deplovement states)

“I hate imperialism. I detest colonialism. And I fear the consequences of their last bitter struggle for life. We are determined, that our nation, and the world as a whole, shall not be the play thing of one small corner of the world”

Soekarno

Bung Karno dahulu sudah memperingatkan akan bahaya neokolonialisme*, terutama bagi bangsa Indonesia. Bentuk penjajahan baru ini berbeda dengan yang dialami Bung Karno, penjajahan fisik atau senjata, tapi melalui kekuatan ekonomi kapitalis dengan jalan menundukkan elit bangsa yang lemah nasionalismenya. (Selamatkan Indonesia, 2008) Hal yang diingatkan bapak Proklamator itu ternyata betul terjadi, setelah ia tak lagi berkuasa.

Pada periode paska Bung Karno negara Indonesia masuk ke dalam pangkuan kapitalis barat dengan memberikan pinjaman uang dan sekaligus mengeksploitasi sumber alamnya, mulai dai emas, tembaga, batu bara, minya, gas, kayu, dan sebagainya. Hampir semua kekayaan alam negara ini dikuasai korporat asing, yakni datanya menurut Guru Besar UGM Yogyakarta sekitar 80%. Jika diuangkan dan dihitung jumalahnya tentu mampu untuk membangun bangsa ini lebih maju, yakni mencerdaskan  dan menyejahterkanr rakyatnya. Namun, itu semua hanya mungkin dan mimpi, sebab kenyataannya kekayaan alam Indonesia dirampok untuk membangun kemegahan dan kesejahteraan negara-negara barat dan industri. Bahkan saat ini ada indikasi bukan hanya barat yang masuk tapi juga blok timur (China).

Zaman kolonialisme Belanda, Inggris dan Jepang tenaga rakyat Indonesia dieksploitasi untuk menanam berbagai tanaman untuk diekspor ke luar negeri dan yang meneikmati hasilnya para penjajah sendiri. Bangsa ini hanya dijadikan kuli. Kini, kekayaan bangsa ini dikuras habis dan rakyat tak mendapatka apa-apa, hanya kesusahan dan kemiskinan.

Tentu orang yang waras dan sadar akan selalu bertanya, mengapa bangsa indonesia yang kaya akan sumber alam rakyatnya miskin? Logiskah hal itu terjadi? Sudah cukup banyak buku yang mencoba memberikan jawaban secara analitis dengan data yang akurat, namun jika pucuk pimpinan negeri ini belum tergerak untuk menghapus semua kebocoran maka tetap saja nasib rakyat Indonesia tak akan beranjak berubah. (Mafia Berkeley dan Neoliberalisme)

Seperti juga di negara-negara berkembang lainnya. Banyak negara yang disebut sebagai berkembang dimiskinkan secara sistematis dengan dikuras dan dirampok kekayaan alamnya oleh korporat dunia dari negara-negara besar, sehingga terjadi ketimpangan ekonomi. Di dunia bagian utara sangat kaya dan makmur namun di dunia bagian selatan miskin. Ketidakadilan ini akan terus berlangsung jika tak ada perlawanan.

Perbedaan itu sangat jelas. Contoh Amerika. Masyarakatnya sangat konsumtif  ditambah binatang peliharaan mereka. Setiap tahun mereka membuang bahan yang dibutuhkan di dunia lain, baik matrial maupun makanan. Banyak orang kegemukan (obesitas). Sementara di dunia lain kekurangan gizi dan kelaparan. Masih juga mereka menyerobot kekayaan alam di negara-negara lain, dengan dalih ini itu. Oleh karena hidup yang boros mereka menjadi serakah.

Nasib bangsa ini akan berubah bergantung siapa yang menjadi pucuk pimpinan. Ia ibarat nahkoda sebuah kapal yang membawa nasib para awaknya. Seperti juga beberapa negara berkembang lainnya masuk ke dalam kekuasaan barat. Namun, mereka yang sadar berusaha melepaskan diri dari cengkraman itu, beberapa negara Latin di selatan.

Ternyata reformasi 1998 sampai kini belum membawa perubahan yang berarti (substansial). Arah perjalanan bangsa ini masih jauh dari mimpi  founding fathers (para bapak bangsa), yang tertuang dalam UUD 1945 dan Pancasila, yakni keadilan dan kesejahteraan.

Jika yang tampil para pemimpin atau elit bermental budak negara tidak akan maju dan menyejahterakan rakyatnya, sebab kekayaan alam dikuasai para kapitalis asing dan rakyat hanya dijadikan budak atau istilah lainnya buruh! Elit-elit bermental seperti itu, biarpun bergelar doktor, ada ketakutan ketika mengambil keputusan yang pro rakyat! Rakyat harus melawan kebijakan yang melanggar konstitusi negara ini!!

Nusantara, 17-1-2015

anak bangsa

Catatan

*Neokolonialisme adalah praktik Kapitalisme, Globalisasi, dan pasukan kultural untuk mengontrol sebuah negara (biasanya jajahan Eropa terdahulu di Afrika atau Asia) sebagai pengganti dari kontrol politik atau militer secara langsung. (sumber Wk yang dicetuskan oleh Bung Karno)