boykolot

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site


Leave a comment

Pernah Membuat SIM (surat izin mengemudi)?…

Jika Anda pernah membuat SIM di Kantor Kepolisian (Polres) ada pengalaman yang lain tapi hampir sama dengan institusi lain, seperti SAMSAT atau lainnya.  Jika user kendaraan datang ke kantor polisi maka ada 2 pilihan menu, 1.  dibuatkan dengan cepat dan 2. dibuatkan melalui tes yang dijamin sulit, untuk akhirnya memilih yang pertama. Tes tulis teori tidak sesuai dengan praktek berkaitan dengan lalu lintas, tak bersambungan yang membuat user kesulitan. Ditambah tes praktek berkendara pakai motor yang disediakan petugas.

Itulah jebakan birokrasi yang dapat dimanfaatkan oknum polisi lalu lintas. Tapi jika dibilang oknum, hal itu sudah umum dilakukan oleh petugas yang berkaitan. Mungkin bisa disebut oknum yang merata dan mungkin juga dilindungi dan sengaja dipelihara.

Untuk apa dipelihara kesulitan dalam tes membuat SIM? Tentu untuk menambah ‘uang saku’.  Toh kita tak tahu apakah uang itu masuk ke kas negara atau ke kas pribadi.

Sudah berapa tahun praktek seperti itu berlangsung? Diperkirakan sejak pertama masuknya motor-mobil buatan Jepang diternak di negara ini, tahun 1974-an lebih. Ketika mahasiswa demo menolak modal asing, yang dikenal peristiwa Malari 1974.

Apakah keadaan itu yang banyak merugikan masyarakat Indonesia akan dibiarkan begitu saja oleh pemerintah RI?

Warga negara berharap kepada siapa untuk mengubah keadaan itu? ….

Nusantara, 1 Juni 2016

Advertisements


Leave a comment

Mengapa Bank Jabar-Banten (BJB) Mematok Tinggi Bunganya termasuk Bank lainnya di Indonesia?

Janganlah Anda meminjam uang kepada bank, sebab bunganya sangat tinggi! Apa yang menjadi ukuran yang berlaku di Indonesia? Apakah karena BI menjadi sarang neoliberalisme, yang hanya kepanjangan kapitalis asing?

Jika Anda meminjam uang di bank BJB sebanyak Rp.110.000.000,- dengan lama waktu 10 tahun (120 bulan) maka akan dikenakan tagihan, Rp.2.000.000,- (lebih sedikit). Dengan jumlah tagihan itu maka akan terakumulasi rp.240 juta dengan perincian, 120 bln x rp. 2.000.000 = rp. 240.000.000,-. Jadi akumulasi dikurangi pokok, Rp. 240.000.000 – rp.110.000.000 = rp. 130.000.000.

Bukankah itu jumlah bunga yang melebihi pokok pinjaman? Bagaiman negara yang meinjam kepada rentenir dunia? Memang di Indonesia yang terjadi adalah negara dihisap kapitalis dunia (WB dan IMF) dan negara Indonesia menghisap rakyatnya sendiri, maka dalam situasi ekonomi semacam itu apakah akan menghasilkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan rakyat?

Jika kalkulasinya semacam itu akan sangat mustahil negara ini keluar menjadi negara berdaulat secara ekonomi dan sejahtera!

Pengamat ekonomi pernah mengatakan di media, bahwa bunga bank di Indonesia termasuk tinggi di dunia. Pernyataan itu benar berdasarkan fakta, maka negara ini telah menghisap rakyatnya sendiri untuk kepentingan kapitalis pemilik modal.

Bank yang membuka lapak di Indonesia ada bank pemerintah (BNI, BRI, Mandiri, dll) termasuk bank daerah (BJB, bank DKI, Jatim dll), swasta (BCA, Bukopin dll) dan bank asing. Bank syariah yang berbasis ekonomi yang lebih adil masih sangat kecil persentasenya, walau ada potensi semakin berkembang.

Jika dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia, bank syariah di negara jiran itu lebih berkembang sebab negara yang memiliki inisiatif.Tetapi di onesia yang memiliki kemauan adalah masyarakat. Pilihan unruk masyarakat untuk transaksi di bank syariah sangat terbatas.

Praktek rentenir ini akan terus berlangsung selama negara tak beralih kepada ekonomi yang lebih adil!

Image result for kantor bi

Solusinya:  Pinjamlah sesuai kebutuhan kepada Bank Syariah! Jika untuk pembiayaan rumah, akan kena beban tiap bulan lebih rendah, misal pinjam sekitar rp. 100.000.000,- untuk jangka 10 tahun (120 bulan) maka terkena potongan sekitar rp. 1.500.000′-.

Nusantara, 25-12-2014