boykolot

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

Syafii Maarif: Polisi Sengaja Cari-cari Kesalahan Bambang Widjojanto

Leave a comment

(Rabu, 11 Maret 2015 06:30 WIB)
Syafii Maarif: Polisi Sengaja Cari-cari Kesalahan Bambang Widjojanto
 A Syafii Maarif

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penetapan tersangka terhadap Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) non aktif, Bambang Widjojanto (BW), adalah bentuk kriminalisasi oleh Polri kata ketua tim Sembilan, Buya Syafii Maarif. Kata dia Polisi memang sengaja mencari-cari kesalahan Bambang.

“BW itu saya tidak tahu dimana salahnya itu, tapi sudah dibegitukan,” kata Buya usai menemui Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, di kantor Wapres, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2015).

Bambang ditetapkan sebagai tersangka kasus pemberian keterangan palsu, pada sidang sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Waringin Barat di Mahkamah Konstitusi pada 2010 lalu. Ia ditetapkan sehari setelah KPK mengumumkan penetapan tersangka terhadap Komjen Budi Gunawan.

Buya dalam pertemuannya dengan JK sempat membicarakan kasus BW, dan mendiskusikan kemungkinan penghentian penyidikannya kasus-kasus yang diduga merupakan bentuk kriminalisasi oleh Polri.

“Jangan sampai tersandera bangsa ini, Ini harus cepat diselesaikan supaya rakyat punya harapan kembali bahwa ada pemerintah,” jelasnya.

Selain kasus BW, Buya juga mengaku sempat membahas kasus kriminalisasi penyidik KPK bernama Novel, serta kasus somasi yang dilayangkan Polisi terhadap Komnas HAM, dan kasus umum yang menjerat para pejabat Ombudsman.

“Jangan hanya bicara khusus kriminalisasi KPK, semua rakyat Indonesia, semua manusia bahkan, tidak boleh dikirimnilasisai kalau memang tidak salah. Kriminalisasi mencari kesalahan yang tidak salah,” jelasnya.

Saat ditanya soal kasus dugaan pemalsuan dokumen yang menjerat Ketua KPK non aktiv, Abraham Samad (AS), Buya mengatakan soal itu ia belum membahasnya dengan JK. Selain itu, jawaban yang sama juga dikatakan Buya soal kasus dugaan korupsi proyek Payment Gateway, yang menjerat mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Deny Indrayana.

“Saya tak mau omong soal AS, Deny. Saya tidak menjawab dulu, karena ini perlu infomasi lebih lanjut, saya tdak komentar apa-apa tentang ini,” tandasnya.

20140127_161128_aswata-takaful-targetkan-premi-15-miliar.jpg

Advertisements

Author: boykolot

Learn to the best! Read, write and publist... media sharing about policy n politic ... (ngobrol politik)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s