boykolot

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

Freeport dan Perbudakan (freeport and contemporary slavery)

Leave a comment

https://i0.wp.com/faculty.kutztown.edu/friehauf/indonesia/grasberg/grasberg_mine_08.jpg

Tembagapura (ANTARA News) – Executive Vice President dan General Manajer PT Freeport Indonesia Nur Hadi Sabirin mengatakan, untuk pengembangan tambang bawah tanah setelah 2017, perusahaannya membutuhkan 5.000 orang karyawan. Menurut dia, perusahaannya kini tengah menyiapkan sumber daya tersebut agar bisa menyesuaikan diri dengan pengembangan tersebut karena karyawan yang akan disiapkan itu saat ini bekerja di tambang terbuka Grasberg. “Khusus karyawan yang bekerja di tambang bawah tanah saat ini ada sekitar 10.000 karyawan. Perlu ada karyawan tambahan sebanyak kurang lebih 5.000 orang,” kata Nur Hadi di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Sabtu.

Menurut dia, 70 persen biji tembaga yang diproduksi PT Freeport Indonesia berasal dari Grasberg dan 30 persen dari tambang bawah tanah. “Grasberg bakal selesai 2017. Ke depan akan digantikan Grasberg block cave [GBC] yang memiliki deposit besar dan itu ada dibawah tanah,” ujarnya.

Untuk pengembangan tambang bawah tanah masih menbutuhkan investasi sekitar 16-18 miliar dolar AS. “Padahal, kami belum melakukan produksi dari investasi ini. Produksi tambang bawah tanah ditargetkan 80 ribu ton per hari dalam bentuk batu yang sudah dipecah menjadi kecil, kemudian jadi konsentrat,” kata Nur.

***

Sangat ironis, mereka bekerja pada perusahaan asing yang mengolah hasil tambang negeri ini. Tentu hasilnya dibawa ke negara Amerika dan para pekerja apapun kedudukannya, hanyalah sebagai buruh dan yang menjadi tuan adalah Freeport (AS). Sesungguhnya siapa yang bodoh dalam hal ini? Yang bisa menjawab, apakah doktor ekonomi atau rakyat kecil yang hanya lulus SD?

Yang lebih aneh lagi para petinggi tentara dan polisi diberi hadiah mobil dan tambang asing itu dijaga mereka siang dan malam dan semua pekerja di tambang itu adalah orang-orang pribumi Indonesia. Ini sungguh keanehan yang sulit dicerna orang waras dan hanya orang-orang yang terjajahlah yang menikmati keadaan itu. Terjajah mentalnya termasuk juga fisiknya, sebab nyatanya mereka bekerja untuk kepentingan dan kemakmuran orang-orang asing (AS)!

Jika mereka menyadari, sesungguhnya ini adalah  penjajahan dalam bentuk lain, menurut Bung Karno yang disebut sebagai neokolonialisme!

//images.detik.com/content/2015/02/15/4/trukraksasa.jpg

Advertisements

Author: boykolot

Learn to the best! Read, write and publist... media sharing about policy n politic ... (ngobrol politik)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s