boykolot

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

Indonesia, Surga bagi Para Perampok! (Indonesia, the paradise of the Robbers)

Leave a comment

Siang malam mereka menggali kekayaan alam negeri ini tapi elit diam saja!

Kita mundur sejenak. Setelah Indonesia merdeka tahun 1945 (1949) dan dipimpin oleh Sukarno-Hatta, negeri ini masih dalam keadaan belum stabil, baik secara politik maupun ekonomi. Walaupun begitu Bung karno menyadari akan masa depan bangsa ini di tangan generasi kemudian. Namun, ketika ia digulingkan dari kekuasaannya semua impiannya menjadi buyar.

Yang tampil adalah para perampok! Untuk merampok harta karun Indonesia mereka yang datang dari negeri jauh memberi upeti kepada para pembesar Indonesia. Para pembesar itu senang setelah mendapatkan upeti. Mereka lupa bahwa harta kekayaan yang dibiarkan dirampok itu adalah modal untuk membangun negeri ini yang akan dilakukan generasi kemudian.

Entahlah apa yang ada di benak para pembesar itu. Apakah mereka bodoh atau dungu? Demikian mudahnya mereka tertipu oleh hanya upeti yang hanya segenggam tangan dan mereka harus mengembalikan pinjaman berlipat-lipat! Mungkin gabungan antara kebodohan dan kedunguan sehingga mereka tak mampu berpikir jernih bahwa negeri ini akan diwariskan kepada generasi penerus! (Baca Asvi, Membongkar Manipulasi Sejarah)

Kekayaan yang dirampok itu, mulai dari tembaga, emas, batu bara, minyak, gas, hutan, laut, buka lapak bank, dll. Mereka datang dari Amerika, Perancis, Inggris, Belanda, Cina, Jepang, Singapura dll. nama perusahaannya bermacam-maca, tapi di antaranya, Freeport, Exxon, Newmont, Chevron, dll.

Sebenarnya Indonesia memiliki para tenaga ahli, namun mereka tersebar di luar negeri, sebab para pembesarnya menghambakan diri kepada asing! Ini akibat dijajah terlalu lama mental mereka belum pulih dari mental inlander. Tapi bisa juga karena belum tercerahkan seperti para pendiri bangsa (founding fathers)!

Para pendiri bangsa bukan hanya pejuang, namun mereka untuk untuk melawan itu terus belajar, membaca berbagai buku dan menguasai banyak bahasa asing. Dengan kemampuan itu intelektualitas mereka terasah dan mereka mampu setara dengan para penjajah, yang rata-rata penjajah Belanda lulusan sekolah. Walau secara moral para penjajah itu brengsek!

**

Masalahnya sekarang adalah perampokan itu diikat dengan kontrak, sehingga untuk melepaskannya harus berjuang. Namun siapa pembesar yang akan berani tampil membela rakyatnya sendiri?? Hampir semua saat ini mereka yang pernah belajar di negeri penjajah menjadi budak penjajah dan pengkhianat bangsanya sendiri! Hal ini deperti feodalisme modern, menghamba kepada tuan penjajah!

Jika saja mereka, para pembesar berpikir jernih dan sedikit berani dan mau belajar kepada negara-negara Latin di selatan, maka perampokan yang telah bertahun-tahun dapat dihentikan dan keuntungan dari hasil kekayaan alam dapat memandirikan ekonomi negeri ini dan menyejahterakan rakyatnya!

Membiarkan perampokan terjadi dan menimbun hutang luar negeri, adalah suatu kekonyolan! Kenyataan yang terjadi saat ini adalah pemiskinan rakyat secara sisitematis!! Mengapa mereka yang bergelar doktor (ekonomi) diam membisu melihat kenyataan itu dan hanya terus menyanyikan lagu yang dikumandangkan oleh para tuan besar di Barat?

Indonesia, 8-10-2014

anak bangsa

Advertisements

Author: boykolot

Learn to the best! Read, write and publist... media sharing about policy n politic ... (ngobrol politik)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s